<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747</id><updated>2011-11-30T08:31:03.161+07:00</updated><category term='Ekonomi'/><category term='Berita Nasional'/><category term='lain-lain'/><category term='Hukum'/><category term='Seni dan Sastra'/><category term='Kesehatan'/><category term='Humor'/><category term='Agama'/><category term='Seks'/><category term='Olah Raga'/><category term='Berita Internasional'/><title type='text'>www.tanamo.blogspot.com</title><subtitle type='html'>Sarana komunikasi bagi teman, rekan kerja, keluarga, dan orang-orang lain yang memiliki penghargaan atas pentingnya sebuah informasi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>53</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-5177052194371188555</id><published>2009-08-05T02:11:00.002+07:00</published><updated>2009-08-05T02:13:13.121+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'>Badan Kereta Menyatu, Banyak Penumpang Tergencet</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.kompas.com/data/photo/2008/02/05/060048p.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/02/05/060048p.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="tanggal"&gt;Selasa, 4 Agustus 2009 | 11:41 WIB&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;BOGOR, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Tabrakan kereta api antara Kereta Rel Listrik (KRL) Pakuan Express jurusan Bogor-Jakarta dan kereta ekonomi di Bogor menyebabkan badan kedua kereta menyatu. Banyak penumpang yang sempat tergencet di antaranya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Kereta Pakuan lengket dengan kereta ekonomi. Bagian depan Kereta Pakuan nempel dengan kereta ekonomi yang ditabrak," ujar Danang kepada Radio Sonora. Danang adalah saksi mata yang saat itu menumpang Kereta Pakuan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ia mengatakan, akibat tabrakan tersebut bagian depan gerbong Pakuan rusak parah dan sampai hampir terangkat ke atas. Begitu pula dengan gerbong paling belakang kereta ekonomi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibat benturan yang sangat keras, ia mengaku sampai terpental berkali-kali dari posisi duduk hingga terjatuh. Namun, ia ada di gerbong tengah sehingga tidak mengalami luka parah meski lecet dan masih &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Paling parah penumpang yang ada di antara gerbong. Banyak korban yang tergencet di antara gerbong Pakuan dan kereta ekonomi," ujar Danang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Evakuasi terhadap korban, kata Danang, sudah dilakukan. Terutama banyak dibantu penumpang kereta Pakuan dari Jakarta yang akan masuk Bogor dan kebetulan melintas. Sejauh ini belum dilaporkan korban jiwa dan seluruh korban yang mengalami luka-luka.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan badan kereta belum dilakukan evakuasi. Saat ini banyak warga yang berkerumun untuk menyaksikan peristiwa tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Danang menceritakan kereta ekonomi mula-mula bergerak dari stasiun. Selang lima menit kemudian kereta Pakuan menyusul dan menabrak dari belakang. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.20 tepatnya di belakang pabrik Good Year.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;dicopy dari: http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/08/04/11412440%20/badan.kereta.menyatu.banyak.penumpang.tergencet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-5177052194371188555?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/5177052194371188555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=5177052194371188555' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/5177052194371188555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/5177052194371188555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2009/08/badan-kereta-menyatu-banyak-penumpang.html' title='Badan Kereta Menyatu, Banyak Penumpang Tergencet'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-3206913174818311207</id><published>2009-08-05T02:09:00.000+07:00</published><updated>2009-08-05T02:10:24.715+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'>Ini Lho Jatah Mbah Surip di Bisnis RBT</title><content type='html'>&lt;p&gt;     &lt;/p&gt;&lt;div class="judulheadline"&gt;     &lt;div class="isiartikel"&gt;     &lt;div style="margin-right: 10px; width: 300px; float: left;"&gt;                      &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;              &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;             &lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/12/3404890p.jpg" border="0" width="298" /&gt;             &lt;/div&gt;                                           &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/08/04/17314598%20/ini.lho.jatah.mbah.surip.di.bisnis.rbt#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;KOMPAS/PRIYOMBODO&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                     &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Mbah Surip&lt;/div&gt;             &lt;/div&gt;                                                                                    &lt;!--- video --&gt;                                              &lt;div style="padding-left: 10px; padding-right: 10px;"&gt;                  &lt;/div&gt;              &lt;/div&gt;              &lt;br /&gt;           &lt;/div&gt;                 &lt;/div&gt;        &lt;span class="tanggalitem"&gt;Selasa, 4 Agustus 2009 | 17:31 WIB&lt;/span&gt;     &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Pentingkah CD dan kaset album lagu laris manis? Atau lebih penting &lt;em&gt;ring-back tone &lt;/em&gt;(RBT) laris? Kalau buat si artis mah dua-duanya tentu akan lebih baik. Tapi kini, barometer takaran finansial bisa saja dari RBT karena tren konsumen cenderung beralih ke RBT.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kenapa? Selain simpel dan murah, layanan &lt;em&gt;value added service&lt;/em&gt; (VAS) dari operator ini memiliki unsur hiburan bagi si penelpon tanpa harus mendengar nada tunggu (tuut...tuut...) yang menjemukan ketika menghubungi lawan bicara via ponsel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Uniknya, lagu yang mendapat respons positif di masyarakat berupa lagu sederhana dan mudah dicerna bahkan bisa jadi jenaka. Salah satu lagu RBT yang menarik dan mengundang senyum yakni "Tak Gendong" dari Mbah Surip, yang sempat menjadi salah satu RBT terlaris di beberapa operator. Begitu pula band Wali dengan lagu "Cari Jodoh" yang membuat perbedaan dalam khasanah musik di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Urip Ariyanto, 60 tahun, pria renta ini berhasil memecahkan mitos, lagu sederhana pun bisa dihargai, bahkan bisa komersial dan dapat dijadikan ladang untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Tak tanggung-tanggung angka fantastis bila ditilik dari popularitas Mbah Surip yang sebelumnya bukan siapa-siapa ketika tampil di muka publik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekadar info, lagu "Tak Gendong" yang dilantunkan Mbah Surip hingga kini mampu menghasilkan hingga Rp 9 miliar. Imbasnya, pria dengan rambut gimbal dengan &lt;em&gt;style &lt;/em&gt;Jamaika ala Bob Marley pun mendapatkan royalti Rp 4,5 miliar. "Rezeki Mbah banyak juga ya, ha-ha-ha...," celetuk Si Mbah sambil tertawa dengan gaya khasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sama halnya dengan band Wali saat RBT-nya laris manis di pasar. Secara spontan, sang eksekutif produser memberikan hadiah spesial umroh untuk keempat anggota personel band lokal ini. "&lt;em&gt;ring-back tone&lt;/em&gt; Wali di-&lt;em&gt;download &lt;/em&gt;sampai dengan 4 jutaan," ujar Faank, sang vokalis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Operator serakah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, apa yang diterima operator selaku penyedia layanan? Tentu saja untung yang diperoleh angkanya lebih gila. Untuk Telkomsel, seperti diutarakan Dharma Oratmangun selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penataan Musik Rekaman Indonesia, dengan biaya pengunduhan Rp 9.000, sebesar Rp 5.750 (63,8 persen) dananya ditarik ke Telkomsel. Sisanya dibagi ke penerbit dan pencipta lagu Rp 406 (4,51 persen), label + CP (&lt;em&gt;content provider&lt;/em&gt;) sebesar Rp 2.438 (27,08 persen), dan artis kebagian Rp 406 (4,51 persen).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, XL, dengan biaya bulanan Rp 5.000, membagi hasil keuntungan untuk XL sebesar Rp 4.000 (80 persen), kemudian Rp 1.000 sisanya dibagi penerbit dan pencipta Rp 125 (1,25 persen), label + CP sebesar Rp 750 (15 persen), serta artis mendapatkan Rp 125 (2,5 persen). Pencipta lagu dalam hal ini hanya mendapat Rp 63 (1,25 persen).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun Mobile 8 dengan biaya Rp 8.000, pembagiannya Rp 5.130 (64,13 persen), dan untuk sisanya dibagi ke penerbit dan pencipta Rp 359 (4,48 persen), label + CP sebesar Rp 2.153 (26,9 persen), dan untuk artis mendapatkan Rp 359 (4,48 persen). Pencipta lagu dalam hal ini hanya mendapat Rp 179 (2,24 persen).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bila dirunut secara gamblang, pihak pencipta lagu yang paling kecil mendapat jatah pembagian keuntungan. Hanya di bawah Rp 500! Bisa dibayangkan, betapa ironisnya nasib seorang pencipta lagu selaku konseptor awal dari sebuah hasil karya seni yang bisa dinikmati oleh banyak orang. (PRIYO/TABLOID SINYAL)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dicopy dari: http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/08/04/17314598%20/ini.lho.jatah.mbah.surip.di.bisnis.rbt&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-3206913174818311207?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/3206913174818311207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=3206913174818311207' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/3206913174818311207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/3206913174818311207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2009/08/ini-lho-jatah-mbah-surip-di-bisnis-rbt.html' title='Ini Lho Jatah Mbah Surip di Bisnis RBT'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-6349672176721933534</id><published>2009-08-05T02:04:00.002+07:00</published><updated>2009-08-05T02:07:09.663+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'>Kehilangan Mbah Surip</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/16/2156264p.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/16/2156264p.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="tanggal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selasa, 4 Agustus 2009 | 12:31 WIB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Mbah Surip, penyanyi fenomenal yang mendadak terkenal karena lagu "Tak Gendong" itu meninggal dunia hari Selasa (4/8) ini pukul 10.30. Beberapa kenangan atas penyanyi berambut gimbal itu dituliskan oleh wartawan Kompas.com, Jodhi Yudhono. Inilah salah satunya:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;KEMBALI saya “kehilangan” kawan. Jika dulu saya “kehilangan” seorang kawan bernama Iwan Fals, maka kini saya harus ikhlas “kehilangan” Mbah Surip. Hilangnya kedua kawan itu saya kira sama musababnya: popularitas. Makhluk bernama popularitas itu begitu teganya merenggut kawan-kawan saya satu demi satu. Tentu, bukan kepopuleran semata yang membawa pergi kawan-kawan saya. Sekumpulan manusia bernama manajemen artis yang berada di belakang kepopuleran mereka itulah yang menurut saya menjadi pangkal hilangnya kawan-kawan saya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Atas nama profesionalitas, atas nama perlindungan terhadap artis, dan entah atas nama apalagi, manajemen artis yang mengurusi kedua kawan di atas telah menjauhkan mereka dari saya sebagai seorang kawan ngobrol yang mengasyikkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bersama Iwan saya pernah melewati malam-malam Kota Jakarta, bikin lagu bersama, ngomong &lt;em&gt;ngalor ngidul&lt;/em&gt; soal apa saja di sembarang tempat. Pun begitu dengan Mbah Surip. Entah telah berapa malam pernah saya lewati bersama Simbah berambut gimbal itu di Bulungan, Jakarta Selatan, sambil &lt;em&gt;nyruput&lt;/em&gt; kopi, nyanyi bersama, ngobrol hal yang aneh-aneh, bercerita tentang wanita pujaan…. Dan jika ia tak tampak di Bulungan, saya tinggal menelepon dia. Jika tak jauh jaraknya dari Bulungan, Mbah Surip dengan ringan hati segera muncul menemui saya sambil berucap: &lt;em&gt;I love full&lt;/em&gt;… he-he-he….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tapi sejak lagu “Tak Gendong ke Mana-mana” meledak, saya kehilangan jejaknya. Pernah sekali saya telepon, dengan tergesa-gesa dia menjawab, “Aku mau naik panggung, wis yo…” Setelah itu, tiap kali ditelepon, tak pernah lagi ia mengangkatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Neng endi kowe Mbah?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saya kini cuma bisa memandang Mbah Surip yang muncul di hampir semua stasiun televisi. Sekali pernah saya melihat Simbah sedang berkendara mobil baru, lalu di lain waktu dia sedang berada di rumah dan kantor barunya, waktu lainnya dia sedang memberikan &lt;em&gt;statement&lt;/em&gt;, lantas di media saya baca berita lagu Simbah telah menghasilkan Rp 4,5 M lewat RBT. Wah… luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Meski “kehilangan” dirimu Mbah, sungguh aku tetep senang. Itu artinya &lt;em&gt;sampean&lt;/em&gt; tak lagi kepanasan dan kehujanan, seperti waktu kamu menyusuri jalanan Ibu Kota dengan sepeda motormu yang kau kasih nama Harley Davidchiang itu. Dan tidurmu boleh jadi kini lebih tertib lantaran ada rumah yang siap menaungi, tak seperti dulu saat kamu tidur di sembarang tempat di Bulungan. Inget enggak Mbah, waktu itu bukan cuma nyamuk yang membikin tidurmu tak nyaman, tapi juga berebut dengan kawan-kawan untuk mendapatkan tempat tidur yang nyaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku ikut seneng Mbah, sungguh. Pernah pula aku dengar belakangan kamu juga rajin berbagi rezeki kepada kawan-kawan di Bulungan jika kau pergi ke sana. Bagus itu Mbah, itu pertanda hatimu tetap baik, pun ekspresimu yang tetap biasa-biasa saja saban kali muncul di televisi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;O ya Mbah, &lt;em&gt;gimana &lt;/em&gt;dengan Sarinah? Pacarmu yang lulusan SD itu loh…. Ha-ha-ha… lulusan SD di tahun 45 itu loh? Moga-moga kamu tetap setia kepadanya meski wanita-wanita cantik mengitarimu kini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tahu enggak Mbah, tiap kali kamu ngga ngangkat telepon jika kuhubungi, aku cuma bisa menghibur diriku sendiri… ini pasti Mbah Surip sedang sibuk, sedang konser, syuting, promosi album….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tapi aku yakin, Mbah, nanti kalau kamu sudah lega, tentulah kita akan bersama lagi. Ngobrol tentang kopi, rokok, wanita, setan, dan… helikopter yang mau kamu bagikan satu-satu kepada seluruh rakyat Indonesia jika kamu berhasil jadi orang yang amat sangat kaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Wis yo Mbah, aku mau tidur… besok setelah bangun, gosok gigi dan senam pagi, ya tidur lagi… he-he-he.... &lt;em&gt;I love full &lt;/em&gt;Mbah!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Catatan redaksi: Belum sempat Jodhi bertemu kembali dengan Mbah Surip, penyanyi itu telah menghadap Tuhan hari ini.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dicopy dari: http://oase.kompas.com/read/xml/2009/08/04/12313780/kehilangan.mbah.surip&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-6349672176721933534?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/6349672176721933534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=6349672176721933534' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/6349672176721933534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/6349672176721933534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2009/08/kehilangan-mbah-surip.html' title='Kehilangan Mbah Surip'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-354705361130177974</id><published>2009-01-09T00:54:00.000+07:00</published><updated>2009-01-09T00:56:52.714+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seks'/><title type='text'>10 perfect reasons for having frequent sex</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="content-text"&gt;&lt;p class="bodytext"&gt;Active &lt;a href="http://www.intimatemedicine.com/health-and-sex/10-perfect-reasons-for-having-frequent-sex/" target="_blank"&gt;sex life&lt;/a&gt; is one of the major factors for maintaining a healthy body, soul and relationship. Read about 10 perfect health excuses why it is so good to &lt;a href="http://www.intimatemedicine.com/health-and-sex/10-perfect-reasons-for-having-frequent-sex/" target="_blank"&gt;have sex often&lt;/a&gt;. (&lt;a href="http://www.intimatemedicine.com/" target="_blank"&gt;IntimateMedicine.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodytext"&gt; &lt;a href="http://www.intimatemedicine.com/index.php?eID=tx_cms_showpic&amp;amp;file=fileadmin%2FRetna%2Fa03_753_157_RetnaUK.jpg&amp;amp;width=500m&amp;amp;height=500&amp;amp;bodyTag=%3Cbody%20bgColor%3D%22%23ffffff%22%3E&amp;amp;wrap=%3Ca%20href%3D%22javascript%3Aclose%28%29%3B%22%3E%20%7C%20%3C%2Fa%3E&amp;amp;md5=d19fd17c2d46cb095b3953d3472e42d2" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.intimatemedicine.com/typo3temp/pics/a_819a0f66bc.jpg" alt="" title="" height="299" width="440" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong class="news-single-imgcaption"&gt;jlp&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Why is it good to make love?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext"&gt;When you think of sex, such questions probably do not fill your head because you love having sex and you truly do not need to seek the “whys”. However, a plus or two cause no harm. It is scientifically proved that &lt;a href="http://www.intimatemedicine.com/health-and-sex/10-perfect-reasons-for-having-frequent-sex/" target="_blank"&gt;active sex life&lt;/a&gt; has a beneficial effect both on your health and soul. Let us look at 10 perfect reasons to hop into bed. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;10 reasons to make love&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 1. Physical Exercise.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Everyone is probably familiar with the pleasant fatigue after &lt;a href="http://www.intimatemedicine.com/health-and-sex/10-perfect-reasons-for-having-frequent-sex/" target="_blank"&gt;sexual activity&lt;/a&gt; after which you can sleep like a baby. Dr. Michael Cirigliano of the University of Pennsylvania School of Medicine says that making love three times a week burns about 7,500 calories in a year, which is the equivalent of jogging 75 miles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Heavy Breathing.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;An increase in the amount of oxygen in cells caused by heavy breathing during &lt;a href="http://www.intimatemedicine.com/health-and-sex/10-perfect-reasons-for-having-frequent-sex/" target="_blank"&gt;sexual activity&lt;/a&gt; helps keep vital organs and tissues functioning at their peak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Strong Bones and Muscles.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext"&gt; Dr. Karen Donahey, director of the Sex and Marital Therapy Program at Chicago's Northwestern University Medical Centre, says an increase in levels of testosterone is one of the results of active physical activity in sexual intercourse. An increase  in amounts of the male sex hormone thus helps keep bones and muscles strong. &lt;/p&gt;  &lt;p class="bodytext"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.intimatemedicine.com/index.php?eID=tx_cms_showpic&amp;amp;file=fileadmin%2Fsandra%2F0044.jpg&amp;amp;width=500m&amp;amp;height=500&amp;amp;bodyTag=%3Cbody%20bgColor%3D%22%23ffffff%22%3E&amp;amp;wrap=%3Ca%20href%3D%22javascript%3Aclose%28%29%3B%22%3E%20%7C%20%3C%2Fa%3E&amp;amp;md5=6c07b22a8f0c36777067e1ff19c40192" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.intimatemedicine.com/typo3temp/pics/0_e590ce5786.jpg" alt="" title="" height="299" width="447" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;4. Lowered Cholesterol.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Lowering levels of cholesterol is one of the effects of &lt;a href="http://www.intimatemedicine.com/health-and-sex/10-perfect-reasons-for-having-frequent-sex/" target="_blank"&gt;active sex life&lt;/a&gt; as well.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pain Relief.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext"&gt;Lovemaking helps relieve pain, says Dr. Beverly Whipple, president-elect of the American Association of Sex Educators, Counsellors and Therapists, as well as   alleviate headache pain and the pain cause by arthritis. This  is done by the hormones released during sexual arousal and orgasm. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. DHEA – Without Supplements.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;During sexual activity and just before reaching orgasm and ejaculation, DHEA (dehydroepiandrosterone), a supplemental hormone, is released to levels three times higher than usual, without supplemental artificial agents, which contributes to a considerable improvement in your mood. This is also the reason why it is so famous.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Prostate Protection.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext"&gt;Studies show that making love is great for protecting the prostate as regular ejaculation helps wash out the build-up fluid within the gland. &lt;/p&gt;  &lt;p class="bodytext"&gt;&lt;a href="http://www.intimatemedicine.com/index.php?eID=tx_cms_showpic&amp;amp;file=fileadmin%2FRetna%2F02_519_011_RetnaUK.bmp&amp;amp;width=500m&amp;amp;height=500&amp;amp;bodyTag=%3Cbody%20bgColor%3D%22%23ffffff%22%3E&amp;amp;wrap=%3Ca%20href%3D%22javascript%3Aclose%28%29%3B%22%3E%20%7C%20%3C%2Fa%3E&amp;amp;md5=24533725681c990dd6e3a9be8e37d858" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.intimatemedicine.com/typo3temp/pics/0_52138e5ebe.jpg" alt="" title="" height="299" width="206" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong class="news-single-imgcaption"&gt;jlp&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; 8. Stress Relief.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext"&gt;Making love is an effective way of reducing stress levels because it has a positive effect on your mood and it helps keep your distance to external problems. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; 9. Love Will Keep Us Together.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext"&gt;Regular sexual relations are the main element of a relationship as affectionate touch increases levels of Oxytocin, the “bonding hormone” between the partners, which encourages a desire for frequent lovemaking. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; 10. Hormones – Naturally.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext"&gt;Lovemaking increases amounts of estrogen, the female hormone, which protects her heart and helps keep the stamina of your partner. &lt;/p&gt;  &lt;p class="bodytext"&gt;When you think of sexual union with your partner today, tomorrow or perhaps you are thinking of it right now, do not let it be for the purpose of mere satisfaction. You should make love with all your sensuality as in this way you will contribute the lion’s share to your health and relationship.&lt;br /&gt;You should however remember the fact that for healthy sex life you have to be aware of the traps such as unwanted pregnancies and sexually transmitted diseases.&lt;/p&gt;&lt;p class="bodytext"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dicopy dari: http://www.nowpublic.com/health/10-perfect-reasons-having-frequent-sex&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-354705361130177974?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/354705361130177974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=354705361130177974' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/354705361130177974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/354705361130177974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2009/01/10-perfect-reasons-for-having-frequent.html' title='10 perfect reasons for having frequent sex'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-7420809728712693503</id><published>2009-01-09T00:48:00.001+07:00</published><updated>2009-01-09T00:50:30.340+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Terdakwa Kabur dari Persidangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://static.liputan6.com/200901/090108atahanan_kabur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 275px; height: 200px;" src="http://static.liputan6.com/200901/090108atahanan_kabur.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ahmad Mahdi, terdakwa kasus pencabulan kabur saat menunggu giliran sidang di Pengadilan Negeri Tuban, Jawa Timur, Rabu (7/1). Ahmad mengelabui petugas dengan izin minta bertemu keluarganya. Setelah bertemu, dia juga izin ingin membuang hajat. Saat petugas lengah, Ahmad langsung kabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi tidak mau disalahkan karena tanggung jawab sudah ada di pengadilan. Namun pengadilan balik menuding pihak yang bertanggung jawab adalah jaksa yang menghadirkan terdakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, polisi terus berupaya mengejar dan menangkap kembali Ahmad yang diketahui sebagai warga Pasuruan. Kasus ini menjadi bukti kelalaian aparat dalam melakukan pengamanan di ruang sidang.(TOZ/Mohammmad Khodim)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;dicopy dari: http://www.liputan6.com/hukrim/?id=171077&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-7420809728712693503?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/7420809728712693503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=7420809728712693503' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/7420809728712693503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/7420809728712693503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2009/01/terdakwa-kabur-dari-persidangan.html' title='Terdakwa Kabur dari Persidangan'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-2387542152120589554</id><published>2009-01-09T00:44:00.003+07:00</published><updated>2009-01-09T00:47:07.129+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Olah Raga'/><title type='text'>Pacu Sepeda Motor Melewati Rintangan di Ketinggian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://static.liputan6.com/200901/090102dmaut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 275px; height: 200px;" src="http://static.liputan6.com/200901/090102dmaut.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Robbie Knievel mengikuti jejak sang ayah, Evel Knievel. Ayahnya adalah seorang &lt;i&gt;stuntman&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; penantang maut ternama Amerika Serikat. Kali ini Robbie beraksi di atas sepeda motor dengan melompat pada ketinggian 61 meter di atas gunung berapi buatan disertai nyala api.  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Disaksikan banyak penonton, pertunjukan mendebarkan ini pun berhasil diselesaikan Robbie dengan baik. Pentas akhir tahun ini makin dimeriahkan dengan letusan kembang api saat Robbie mendarat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aksi ini disusul Robbie Maddison. Seakan tak mau kalah dari Robbie Knievel, Maddison yang juga pembalap motocross dari Australia, melompati sebuah replika Arc de Triomphe di Paris yang tingginya mencapai 29 meter.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hebatnya saat melakukan lompatan, Maddison sempat setinggi 36 meter di udara, sebelum akhirnya mendarat di Arch de Triomphe. Sayangnya, Maddison mengalami cedera pada tangan sehingga segera dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pecandu adrenalin lain dalam aksi ekstrem ini adalah Rhys Millen. Millen memutar mobil bak terbuka di udara dengan melakukan lompatan. Sebelum beraksi, Millen mengambil ancang-ancang di landasan sejauh 45 meter. Sekalipun sempat membuat kagum, mobil pembalap asal Selandia Baru ini sempat terbalik di udara sehingga tidak mampu mendarat dengan mulus. Hasilnya, mobilnya terbalik dan hancur menabrak landasan. Namun dirinya tidak menderita luka sedikit pun.(ANS)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;dicopy dari: http://www.liputan6.com/olahraga/?id=170798&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-2387542152120589554?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/2387542152120589554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=2387542152120589554' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2387542152120589554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2387542152120589554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2009/01/robbie-knievel-mengikuti-jejak-sang.html' title='Pacu Sepeda Motor Melewati Rintangan di Ketinggian'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-8612614726770426401</id><published>2009-01-09T00:41:00.000+07:00</published><updated>2009-01-09T00:42:50.409+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Bunga dari Limbah Tanaman Beromzet Puluhan Juta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seorang ibu rumah tangga di Denpasar, Bali, memiliki hobi merangkai bunga dari berbagai limbah tanaman. Rien Sutedja yang sudah enam tahun menggeluti bisnisnya, memanfaatkan berbagai jenis biji-bijian, kulit buah, dan aneka batang pohon yang terbuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rien, pembuatan bunga limbah tanaman tak sulit tergantung kreasi pembuatnya. Awalnya, bahan limbah tanaman dijemur hingga kering supaya awet. Selanjutnya aneka biji tanaman dan kulit buah direkatkan dengan lem. Dibantu enam pegawainya, sedikitnya tercipta 230 jenis bunga dari bahan limbah tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target konsumen Rien biasa memanfaatkan kerajinan bunga untuk hiasan rumah atau hiasan acara khusus seperti perkawinan dan ulang tahun. Mengenai harga, kisaran yang dipasang mulai Rp 75 ribu sampai 600 ribu. Semua tergantung ukuran dan banyaknya jenis bunga. Omzet yang diperoleh Rien antara Rp 20-40 juta per bulannya.(OMI/Aries Wicaksono)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dicopy dari: http://www.liputan6.com/ekbis/?id=171101&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-8612614726770426401?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/8612614726770426401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=8612614726770426401' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/8612614726770426401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/8612614726770426401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2009/01/bunga-dari-limbah-tanaman-beromzet.html' title='Bunga dari Limbah Tanaman Beromzet Puluhan Juta'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-7815648322578470459</id><published>2009-01-09T00:35:00.000+07:00</published><updated>2009-01-09T00:37:15.833+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Memerangi Candu Rakyat: Rokok</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rokok adalah candu yang dilegalkan banyak negara. Termasuk Indonesia. Lebih dari 60 juta orang Indonesia adalah pecandu rokok. Terbesar ketiga di dunia setelah Cina dan India. Parahnya, kebanyakan perokok di Tanah Air punya kebiasaan buruk. Merokok di sembarang tempat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tak heran, Pemerintah DKI Jakarta kembali menggencarkan operasi Kawasan Dilarang Merokok (KDM). Sesuai Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005, warga tak dilarang merokok di tempat-tempat umum seperti terminal, perkantoran, atau mal. Perokok disediakan tempat khusus yang terpisah dari orang-orang yang tidak merokok. Kampanye hidup sehat tanpa tembakau juga terus disuarakan berbagai pihak. Bahkan fatwa haram rokok mengemuka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perang terhadap rokok bukan tanpa alasan. Di berbagai negara beradab, rokok memang menjadi musuh utama setelah obat-obatan dan narkotik. Maklum pada setiap batang rokok terkandung lebih dari 4.000 racun mematikan bagi tubuh. Penelitian menunjukkan 9 dari 10 penderita kanker memiliki riwayat perokok. WHO menghitung, setiap tahun lima juta penduduk dunia meninggal akibat rokok. Parahnya, di Indonesia, para perokok pemula justru dimulai ketika masih sangat belia. Ironisnya lagi, para pecandu rokok kebanyakan justru dari keluarga miskin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Celakanya, Indonesia belum memiliki undang-undang tentang pengendalian tembakau. Akibatnya, Rancangan Undang-undang Pengendalian Produk Tembakau bagi Kesehatan yang digagas sejak 2003 teronggok di Gedung Dewan. Apalagi, kalangan industri rokok di indonesia sudah punya peta jalan lima tahunan yang sudah disepakati dengan pemerintah. Jadilah perang melawan ketergantungan pada candu legal ini bak memburu angin belaka. Ikuti selengkapnya dalam Sigi 30 Menit edisi 23 November 2008.(TOZ/Tim Sigi SCTV)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dicopy dari: http://www.liputan6.com/progsus/?id=168656&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-7815648322578470459?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/7815648322578470459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=7815648322578470459' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/7815648322578470459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/7815648322578470459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2009/01/memerangi-candu-rakyat-rokok.html' title='Memerangi Candu Rakyat: Rokok'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-967440014557178567</id><published>2009-01-09T00:27:00.002+07:00</published><updated>2009-01-09T00:38:37.456+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'>Kejahatan dengan Modus Pijat Refleksi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Transportasi darat memang sudah menjadi kebutuhan penting bagi warga Jakarta. Tak heran jika setiap hari bus besar maupun kecil hingga angkutan kota dibanjiri penumpang. Angkutan umum menjadi salah satu alternatif untuk memudahkan sampai ke tempat tujuan.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sayangnya kondisi ini ternyata juga dibaca oleh sejumlah pelaku kejahatan. Ramainya penumpang di sejumlah kendaraan umum membuat mereka mencari modus kejahatan baru. Modus yang belakangan marak terjadi adalah dengan berpura-pura pijat refleksi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Salah satu korbannya adalah Firman. Pria ini kerap naik angkot ke tempat kerjanya di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Belum lama ini, saat Firman berada di angkot tiba-tiba didekati tukang pijat. Mereka kemudian menawarkan jasa pijat, namun ditolak Firman. "Ada empat sampai lima orang. Salah satunya menawarkan pijat," kata Firman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penolakan Firman tak menyurutkan niat pemijat untuk terus memijat. Pemijat refleksi gadungan ini bahkan sempat menawarkan sebuah brosur. Usai menawarkan brosur, si pemijat refleksi langsung turun. Tiba-tiba celetukan penumpang angkot yang berada disebelahnya mendorong Firman untuk segera turun. Usai kejadian Firman baru menyadari jika para pelaku sudah berkomplot. "Ketika mau bayar, uang saya sudah hilang," ujar Firman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kejadian hampir serupa juga pernah dialami Mia. Usai menerima telepon saat berada di angkot tiba-tiba ada orang yang membagi-bagikan brosur pijat refleksi. Orang tersebut juga mengingatkan Mia untuk berhati-hati. Diperingati seperti itu, Mia pun segera memasukkan telepon genggamnya ke dalam tas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saat itulah pelaku beraksi. Tangan Mia mulai dipijat. Mia pun marah karena merasa diperlakukan tidak sopan. Akhirnya pelaku pun turun. Beberapa orang yang berada di angkot dan diduga kuat komplotan pelaku juga ikut turun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sesampainya di kantor Mia menyadari jika telepon genggamnya telah raib. Jika melihat posisi duduk di angkot saat kejadian Mia menduga jika peristiwa yang dialaminya sudah direncanakan sedemikian rupa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sejumlah pengemudi angkot sebenarnya tahu jika banyak pencurian telepon genggam yang menggunakan modus pijat refleksi. Tapi mereka mengaku tidak berkutik karena para pelaku biasanya berkomplot. "Saya pikir mereka juga penumpang," kata Asep, salah satu sopir angkot.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tindak kejahatan memang tidak pernah mengenal tempat dan waktu. Sipapun bisa menjadi korbannya. Karena itu jika Anda bepergian menggunakan angkot sebisa mungkin hindari penggunaan telepon genggam dan barang-barang berharga lainnya. Apabila ada orang-orang mencurigakan yang menawarkan jasa atau produk, segeralah turun dan cari alternatif angkutan lain.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;dicopy dari: http://www.liputan6.com/buser/?id=171088&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-967440014557178567?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/967440014557178567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=967440014557178567' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/967440014557178567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/967440014557178567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2009/01/kejahatan-dengan-modus-pijat-refleksi_09.html' title='Kejahatan dengan Modus Pijat Refleksi'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-2099653916056709893</id><published>2009-01-09T00:27:00.000+07:00</published><updated>2009-01-09T00:28:35.370+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'>Kejahatan dengan Modus Pijat Refleksi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Transportasi darat memang sudah menjadi kebutuhan penting bagi warga Jakarta. Tak heran jika setiap hari bus besar maupun kecil hingga angkutan kota dibanjiri penumpang. Angkutan umum menjadi salah satu alternatif untuk memudahkan sampai ke tempat tujuan.&lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sayangnya kondisi ini ternyata juga dibaca oleh sejumlah pelaku kejahatan. Ramainya penumpang di sejumlah kendaraan umum membuat mereka mencari modus kejahatan baru. Modus yang belakangan marak terjadi adalah dengan berpura-pura pijat refleksi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Salah satu korbannya adalah Firman. Pria ini kerap naik angkot ke tempat kerjanya di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Belum lama ini, saat Firman berada di angkot tiba-tiba didekati tukang pijat. Mereka kemudian menawarkan jasa pijat, namun ditolak Firman. "Ada empat sampai lima orang. Salah satunya menawarkan pijat," kata Firman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penolakan Firman tak menyurutkan niat pemijat untuk terus memijat. Pemijat refleksi gadungan ini bahkan sempat menawarkan sebuah brosur. Usai menawarkan brosur, si pemijat refleksi langsung turun. Tiba-tiba celetukan penumpang angkot yang berada disebelahnya mendorong Firman untuk segera turun. Usai kejadian Firman baru menyadari jika para pelaku sudah berkomplot. "Ketika mau bayar, uang saya sudah hilang," ujar Firman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kejadian hampir serupa juga pernah dialami Mia. Usai menerima telepon saat berada di angkot tiba-tiba ada orang yang membagi-bagikan brosur pijat refleksi. Orang tersebut juga mengingatkan Mia untuk berhati-hati. Diperingati seperti itu, Mia pun segera memasukkan telepon genggamnya ke dalam tas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saat itulah pelaku beraksi. Tangan Mia mulai dipijat. Mia pun marah karena merasa diperlakukan tidak sopan. Akhirnya pelaku pun turun. Beberapa orang yang berada di angkot dan diduga kuat komplotan pelaku juga ikut turun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sesampainya di kantor Mia menyadari jika telepon genggamnya telah raib. Jika melihat posisi duduk di angkot saat kejadian Mia menduga jika peristiwa yang dialaminya sudah direncanakan sedemikian rupa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sejumlah pengemudi angkot sebenarnya tahu jika banyak pencurian telepon genggam yang menggunakan modus pijat refleksi. Tapi mereka mengaku tidak berkutik karena para pelaku biasanya berkomplot. "Saya pikir mereka juga penumpang," kata Asep, salah satu sopir angkot.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tindak kejahatan memang tidak pernah mengenal tempat dan waktu. Sipapun bisa menjadi korbannya. Karena itu jika Anda bepergian menggunakan angkot sebisa mungkin hindari penggunaan telepon genggam dan barang-barang berharga lainnya. Apabila ada orang-orang mencurigakan yang menawarkan jasa atau produk, segeralah turun dan cari alternatif angkutan lain.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;dicopy dari: http://www.liputan6.com/buser/?id=171088&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-2099653916056709893?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/2099653916056709893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=2099653916056709893' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2099653916056709893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2099653916056709893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2009/01/kejahatan-dengan-modus-pijat-refleksi.html' title='Kejahatan dengan Modus Pijat Refleksi'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-2913261078459937866</id><published>2009-01-08T10:08:00.001+07:00</published><updated>2009-01-09T00:21:08.750+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Internasional'/><title type='text'>Usai Jeda Tiga Jam, Israel Lanjutkan Serangan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Usai memberikan jeda selama tiga jam guna memberikan kesempatan kepada bantuan kemanusiaan untuk masuk ke wilayah Gaza, militer Israel melanjutkan serangan. Serangan dimulai pada pukul 16.30 waktu setempat, Rabu (7/1). Pesawat-pesawat tempur Israel kembali membombardir Kota Gaza.Sebelumnya serangan juga terjadi di Kota Rafah. Dua rumah hancur akibat serangan udara Israel. Serangan sempat terhenti sebelum diberlakukannya jeda selama tiga jam. Namun Israel langsung membombardir wilayah tersebut usai jeda dicabut. Warga setempat sebelumnya sempat diberi peringatan sebelum serangan berlangsung.Pejuang Hamas juga tidak mau kalah. Mereka terus melancarkan serangan roket ke wilayah Israel. Dua roket mendarat di Kota Beersheva. Meskipun sempat menimbulkan kepanikan, serangan roket ini tidak mamakan korban jiwa.Roket Hamas juga menyerang Kota Ashkelon. Pemimpin Partai Likud, Benyamin Netanyahu, yang sedang melakukan kunjungan pun terpaksa dievakuasi untuk menghindari serangan roket.Sementara itu, prosesi pemakaman berlangsung di Kota Jebaliya, Palestina. Pemakaman dilakukan bagi 39 korban, kebanyakan anak-anak, yang terkena serangan mortar Israel yang menerpa sebuah sekolah yang didirikan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Serangan pada Selasa itu juga melukai 59 orang lainnya.(TOZ)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dicopy dari: liputan6.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-2913261078459937866?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/2913261078459937866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=2913261078459937866' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2913261078459937866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2913261078459937866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2009/01/usai-jeda-tiga-jam-israel-lanjutkan.html' title='Usai Jeda Tiga Jam, Israel Lanjutkan Serangan'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-7922853868597361667</id><published>2009-01-08T10:04:00.001+07:00</published><updated>2009-01-08T10:07:23.690+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Internasional'/><title type='text'>Wilayah Gaza Terus Digempur Israel</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Liputan6.com, Gaza: Pesawat tempur Israel menyasar kawasan dekat sebuah sekolah milik PBB di Jebaliya, tempat warga mengungsi, Selasa (6/1). Akibatnya, sedikitnya 34 orang tewas dan puluhan lainnya cidera. Serangan ke sekolah itu merupakan yang kedua kali dilancarkan Israel sejak Senin lalu. Sebelumnya serangan dilancarkan ke sekolah di kamp pengungsi Shaati yang menewaskan tiga orang. Insiden ini menambah jumlah korban tewas menjadi 600 orang dan tiga ribu lainnya terluka.&lt;br /&gt;Namun, perlawanan tetap dikobarkan pejuang Hamas. Tak hanya menembakkan roket ke wilayah Israel, tembakan turut dilepaskan ke arah pasukan darat Israel yang terus merangsek masuk mendekati Kota Gaza. Lima tentara Israel tewas sejak dimulainya serangan darat ke Gaza, Sabtu lalu.&lt;br /&gt;Sementara itu, tuduhan penggunaan rudal fosfor dilontarkan organisasi hak asasi manusia Human Rights Watch terhadap militer Israel. Ini setelah melihat serangan militer zionis itu sepanjang Ahad lalu. Penggunaan rudal fosfor sebagai senjata utama dinilai telah melanggar hukum internasional karena dapat menyebabkan luka bakar hebat jika terkena kulit manusia. Israel sendiri mengklaim tak menggunakan rudal fosfor sebagai senjata, meski menggunakannya sebagai pengalih perhatian.&lt;br /&gt;Upaya diplomasi untuk menghentikan konflik Israel-Palestina semakin giat diupayakan Uni Eropa. Organisasi Uni Eropa menggelar pertemuan dengan Presiden Israel Shimon Peres untuk membicarakan kemungkinan gencatan senjata. Sedangkan Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, meneruskan usahanya berdialog dengan para pemimpin negara Timur Tengah, antara lain Suriah dan Lebanon untuk mencari solusi bagi krisis di Gaza.&lt;br /&gt;Di tempat lain, untuk pertama kalinya presiden terpilih Amerika Serikat Barack Obama mengeluarkan pernyataan terkait krisis di Gaza. Selain merasa prihatin Obama kembali menegaskan niatnya menggolkan perdamaian di Timur Tengah selama ia menjabat sebagai Presiden AS.(IAN)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dicopy dari: &lt;a href="http://www.liputan6.com/luarnegeri/?id=171015"&gt;http://www.liputan6.com/luarnegeri/?id=171015&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-7922853868597361667?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/7922853868597361667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=7922853868597361667' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/7922853868597361667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/7922853868597361667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2009/01/wilayah-gaza-terus-digempur-israel.html' title='Wilayah Gaza Terus Digempur Israel'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-2061138399292602365</id><published>2009-01-05T22:44:00.002+07:00</published><updated>2009-01-05T22:53:16.752+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni dan Sastra'/><title type='text'>Bercinta</title><content type='html'>&lt;div class="post-body entry-content"&gt; kadang kita tak menyadari betapa kepenuhan saat kita bersama orang tercinta&lt;br /&gt;saat -saat penuh cinta,saat-saat cinta begitu nyata&lt;br /&gt;berwujud pada diri seseorang yang kita cintai dan mencintai kita&lt;br /&gt;bahkan di kala hanya bersisisan kita tetap sedang bercinta&lt;br /&gt;bersentuhan menjadi hal terlembut yang kita rasakan&lt;br /&gt;berpelukan menjadikan kita merasa damai&lt;br /&gt;berciuman membuat kita merasa hidup&lt;br /&gt;dan bercinta menjadi satu bahasa sempurna yang berasal dari hati&lt;br /&gt;tak ada kata2 tapi kita mengerti&lt;br /&gt;tak perlu bicara tapi kita memahami&lt;br /&gt;sentuhan membuat kita mrasa dimengerti&lt;br /&gt;belaian menjadikan kita mrasa berharga&lt;br /&gt;dan tatapan menjadi bahasa yang menyentuh dasar hati&lt;br /&gt;semuanya membuat kita menjadi sempurna&lt;br /&gt;penuh dan utuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun dikala keinginan untuk terpuaskan menjadi yang utama&lt;br /&gt;keinginan untuk melampiaskan menjadi keharusan&lt;br /&gt;kesempurnaan itu menjadi nafsu&lt;br /&gt;dan bercinta menjadi ajang pemuasan&lt;br /&gt;menjadi sekedar melayani&lt;br /&gt;akhirnya kempurnaan bahasa menjadi hilang&lt;br /&gt;dan kita akan menemukan hanya kepuasan sesaat&lt;br /&gt;bukan kepenuhan hakiki&lt;br /&gt;dari lubuk hati yang terdalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu di mana cinta&lt;br /&gt;bila yang dilakukan sekedar pemuas&lt;br /&gt;bila hanya untuk memenuhi hati yang kosong&lt;br /&gt;kadang orang melakukannya tanpa mengerti&lt;br /&gt;sehingga dia terus mencari&lt;br /&gt;pemenuhan hati&lt;br /&gt;dari kepuasan nafsu&lt;br /&gt;begitu tipis batasnya&lt;br /&gt;tapi sangat berbeda&lt;br /&gt;dan hidup kita tak pernah sama&lt;br /&gt;saat kita bercinta dengan cinta&lt;br /&gt;dan bercinta dengan nafsu pemuasan  &lt;/div&gt;   &lt;span class="post-author vcard"&gt; Posted by &lt;span class="fn"&gt;cindhepuspito&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; at &lt;a class="timestamp-link" href="http://cindhepuspito.blogspot.com/2008/12/bercinta.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2008-12-19T07:55:00+07:00"&gt;7:55 AM&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="reaction-buttons"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="star-ratings"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-backlinks post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;span class="item-action"&gt; &lt;a href="email-post.g?blogID=7828391996533395468&amp;amp;postID=6159034750020980434" title="Email Post"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="post-timestamp"&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Cindhe Puspito, dr.&lt;br /&gt;Dokter sekaligus Pelaku Seni&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;dicopy dari: www.cindhepuspito.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-2061138399292602365?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/2061138399292602365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=2061138399292602365' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2061138399292602365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2061138399292602365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2009/01/bercinta.html' title='Bercinta'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-3496627220538613813</id><published>2008-12-18T15:20:00.001+07:00</published><updated>2008-12-18T15:31:57.356+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>KISAH POHON APEL</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Selasa, September 19, 2006&lt;br /&gt;&lt;a name="115866789979925474"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran diketeduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih."Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu."Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi." jawab anak lelaki itu."Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang...tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan egemaranmu." Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi.Pohon apel itu kembali sedih. Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang."Ayo bermain-main denganku lagi." kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu."Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?""Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu." kata pohon apel.Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang,tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya."Ayo bermain-main lagi deganku." kata pohon apel."Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?""Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah". Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian."Maaf anakku," kata pohon apel itu."Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.""Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu." Jawab anak lelaki itu."Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat." Kata pohon apel."Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu." jawab anak lelaki itu."Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini." Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata."Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang." kata anak lelaki."Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.""Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun,orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan. Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: unknown; taken from: cix97milis@...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;dicopy dari &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.cixers.co.cc/2006/09/kisah-pohon-apel.html"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;http://www.cixers.co.cc/2006/09/kisah-pohon-apel.html&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-3496627220538613813?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/3496627220538613813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=3496627220538613813' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/3496627220538613813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/3496627220538613813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/kisah-pohon-apel.html' title='KISAH POHON APEL'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-2305924462774928227</id><published>2008-12-18T15:17:00.001+07:00</published><updated>2008-12-18T15:19:47.542+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>7%</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Jumat, Desember 12, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sejenak,,,,Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata, "Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu".Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam.Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya. Meja tersebut dikelilingi orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan.Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi.Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil.Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu.Tuhan berkata, "Kamu sudah melihat NERAKA"Lalu mereka menuju ke pintu kedua yang ternyata berisi meja beserta sup dan orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama. Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut.Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata "Apa yang terjadi ? kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira ?"Tuhan kemudian menjelaskan, "Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik""Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri"Diperkirakan bahwa 93% penerima tidak akan memforward cerita ini. Bila anda termasuk sisa 7% yang akan memforwardnya, lakukanlah dengan memberi judul 7% pada titlenya.Saya termasuk yang 7% tadi, ingatlah saya akan selalu ada untuk berbagi sendok dengan anda!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Salam,CIX-ers&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;dicopy dari &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.cixers.co.cc/2008/12/7.html"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;http://www.cixers.co.cc/2008/12/7.html&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-2305924462774928227?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.cixers.co.cc/2008/12/7.html' title='7%'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/2305924462774928227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=2305924462774928227' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2305924462774928227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2305924462774928227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/7.html' title='7%'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-2965981993971510196</id><published>2008-12-10T20:39:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T20:41:54.903+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Ini baru presiden....yang takut ALLAH,bukan takut USA,bukan takut kehilangan jabatan,takut kehilangan harta,hedonis..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="post-body entry-content"&gt;Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:"Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan.&lt;br /&gt;Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden? Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipulikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka Mudah-mudahan di pemilu yang akan datang kita akan memiliki Presiden seperti itu dunia ditalak tiga oleh pemimpin seperti ini...subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="post-author vcard"&gt; Diposkan oleh &lt;span class="fn"&gt;islam defenders&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; di &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" class="timestamp-link" href="http://islamdefenders.blogspot.com/2008/08/ini-baru-presidenyang-takut-allahbukan.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2008-08-14T02:29:00-07:00"&gt;02:29&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dicopy dari: http://islamdefenders.blogspot.com/2008/08/ini-baru-presidenyang-takut-allahbukan.html&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-2965981993971510196?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/2965981993971510196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=2965981993971510196' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2965981993971510196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2965981993971510196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/ini-baru-presidenyang-takut-allahbukan.html' title='Ini baru presiden....yang takut ALLAH,bukan takut USA,bukan takut kehilangan jabatan,takut kehilangan harta,hedonis..'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-8378475336065290431</id><published>2008-12-10T20:36:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T20:37:24.882+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Harga Bensin di AS Hanya Rp 4.300</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="tanggal"&gt;Rabu, 10 Desember 2008 | 10:06 WIB&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;NEW YORK, SELASA &lt;/strong&gt;— Harga bensin di Amerika Serikat terus melorot, bahkan ada yang hanya Rp 4.300 per liter, jauh lebih murah dibandingkan dengan harga premium di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rata-rata harga bensin nasional AS hanya 1,698 dollar AS per galon atau sekitar Rp 4.900 per liter (kurs Rp 11.000 per dollar AS). Posisi itu merupakan harga terendah sejak 1 Maret 2004. Demikian hasil survei dari AAA, Selasa (9/12) waktu setempat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Harga bensin di negera Paman Sam terus turun dalam 83 hari berturut-turut sehingga lebih murah 2 dollar AS sejak menyentuh rekor termahal di posisi 4,114 dollar AS per galon pada 17 Juli 2008.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada Selasa harga rata-rata bensin yang masih di atas 2 dollar hanya di tiga negara bagian, yakni Alaska (2,714 dollar AS), Hawaii (2,526 dollar AS), dan New York (2,051 dollar AS).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, harga bensin termurah ada di Missouri yang hanya 1,484 dollar AS per galon atau sekitar Rp 4.300 per liter.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penurunan harga bensin AS ini seiring dengan melorotnya harga minyak mentah lebih dari 100 dollar AS dibandingkan dengan rekor tertingginya di atas 147 dollar AS per barrel, pertengahan Juli 2008.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;EDJ&lt;/b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                         &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber : CNN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Dicopy dari: http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/10/10061588/harga.bensin.di.as.hanya.rp.4.300&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-8378475336065290431?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/8378475336065290431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=8378475336065290431' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/8378475336065290431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/8378475336065290431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/harga-bensin-di-as-hanya-rp-4300.html' title='Harga Bensin di AS Hanya Rp 4.300'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-6523322202926228582</id><published>2008-12-10T20:31:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T20:34:02.688+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Internasional'/><title type='text'>Jadi Perempuan untuk Merampok, Kepergok karena Brewok</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="tanggal"&gt;Rabu, 10 Desember 2008 | 04:38 WIB&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang pria merampok bank dengan mengubah penampilannya seperti perempuan, mengenakan gaun hitam, &lt;em&gt;stocking &lt;/em&gt;hitam, dan wig pirang panjang. Dengan pistol, pria tadi sukses merampok Bank Commonwealth di Sydney, Australia, Selasa (9/12).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya, penyamaran ini tidak sempurna karena pria itu tidak mencukur jenggotnya. ”Ini perampok tunggal, mengenakan pakaian perempuan, tetapi jelas dia seorang pria,” ujar Hans Rupp dari kepolisian. Perampok berhasil mengikat tiga pekerja yang ada dan kemudian kabur dengan sejumlah uang yang belum diketahui nilainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi tadinya tidak menyadari ke mana perginya pria perampok bank tadi. Namun, seorang pekerja kantor di sekitar bank tadi mengatakan, dia melihat seorang pria duduk di bangku di seberang jalan saat dia tiba di tempat kerjanya pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dia tampaknya pria yang mengenakan pakaian perempuan,” ujarnya. Pria tadi mengenakan baju hitam, &lt;em&gt;stocking &lt;/em&gt;hitam, wig pirang sebahu, dan berjenggot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria ini mengaku, dia duduk di sana sambil melihat pria aneh tadi. Dan, selang 10 sampai 15 menit kemudian sebuah mobil polisi datang dan membawa pergi pria tadi. Rupanya pria perampok ini kurang jeli dalam penyamaran. Brewoknya membuatnya cepat dikenal dan terlacak polisi.&lt;strong&gt; (ppg)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b style="font-family: arial; font-style: italic; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dicopy dari: http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/10/0438129/jadi.perempuan.untuk.merampok.kepergok.karena.brewok&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-6523322202926228582?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/6523322202926228582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=6523322202926228582' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/6523322202926228582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/6523322202926228582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/jadi-perempuan-untuk-merampok-kepergok.html' title='Jadi Perempuan untuk Merampok, Kepergok karena Brewok'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-1000647084468649992</id><published>2008-12-10T20:23:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T20:25:43.159+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Lima Tepat Dalam Penggunaan Obat yang Rasional</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="tanggal"&gt;Sabtu, 6 Desember 2008 | 19:06 WIB&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, SABTU &lt;/strong&gt;— Penggunaan obat yang baik harus memenuhi lima tepat yaitu, tepat sesuai klinis atau diagnosis, tepat dosis, tepat jangkau waktu, tepat informasi, dan tepat harga. Jika tidak memenuhi beberapa unsur itu, pasien sebagai konsumen akan dirugikan karena harus mengonsumsi obat secara tidak rasional dan mengeluarkan biaya pengobatan yang lebih mahal.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikian benang merah seminar bertema "Penggunaan Obat yang Rasional di Masyarakat" dalam rangkaian acara Weekend at Kemang Medical Care (KMC), Sabtu (6/12), di Kemang Medical Care, Jalan Ampera Raya, Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dokter spesialis anak Purnamawati S Pujiarto menekankan pentingnya orangtua atau pasien memakai haknya untuk menanyakan penyakit serta pengobatannya kepada dokter. Hubungan dokter dan pasien harus interaktif layaknya hubungan antara konsumen dan konsultan. Konsultasi medis adalah perundingan antara penerima dan pemberi jasa layanan kesehatan untuk mencari penyebab penyakit serta penanganannya, ujarnya menegaskan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian, prinsip keselamatan pasien yang menempatkan pasien sebagai subyek layanan kesehatan dapat tercapai, kata Purnamawati yang juga merupakan Direktur Medik Kemang Medical Care ini. Atas dasar itu, pasien dianjurkan untuk selalu menanyakan tiga hal kepada dokternya yaitu apa masalah yang saya hadapi dan penyebabnya, apa yang harus dilakukan dan mengapa, serta kapan saya harus menjadi lebih cemas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diakui, saat ini sering kali dijumpai praktik penggunaan obat yang tidak rasional di kalangan masyarakat, termasuk di dalamnya polifarmasi atau penggunaan obat secara berlebihan jenisnya. Sebagai contoh, pada sediaan puyer, penggunaan antibiotika yang tidak pada tempatnya, pemakaian obat non-generik, penyuntikan serta pemberian suplemen yang tidak perlu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Promosi dan pemasaran produk sangat agresif yang pada akhirnya menciptakan konsumen tidak rasional, kata Purnamawati menambahkan. Hal ini mencerminkan keinginan pasien untuk selalu memperoleh obat bagi setiap keluhan. Padahal, bukan keluhan yang harus diatasi, tetapi penyakitnya yang hanya bisa didapatkan dari penegakan diagnosis yang tepat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, banyak konsumen menginginkan obat yang bekerja secara instan atau mengejar obat yang harganya mahal lantaran mengira bahwa semakin mahal suatu obat akan semakin pasti juga khasiatnya. "Penggunaan antibiotik secara berlebihan dan tidak tepat merupakan masalah klasik yang masih terus berlangsung. Jika hal ini terus terjadi, malah akan membuat bakteri jadi kebal atau resisten," ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai institusi kesehatan dengan fokus pada kesehatan ibu dan anak, Kemang Medical Care secara aktif menggalakkan program penggunaan obat yang rasional. "Hal ini secara nyata kami terapkan dengan dukungan penuh dari jajaran dokter yang bergabung bersama kami," kata Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran Kemang Medical Care Chairani Jusuf Kalla menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;EVY&lt;br /&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-size:78%;"&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/06/1906109/lima.tepat.dalam.penggunaan.obat.yang.rasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-1000647084468649992?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/1000647084468649992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=1000647084468649992' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/1000647084468649992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/1000647084468649992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/lima-tepat-dalam-penggunaan-obat-yang.html' title='Lima Tepat Dalam Penggunaan Obat yang Rasional'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-2819185219636979441</id><published>2008-12-10T20:20:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T20:21:00.503+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'>Siti Musdah Mulia Raih Yap Thiam Hien Award 2008</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rabu, 10 Desember 2008 | 19:21 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, RABU — Siti Musdah Mulia (50) berhasil meraih penghargaan Yap Thiam Hien Award 2008 atas usahanya dalam menegakkan hak asasi manusia atau HAM. Selain pernah menawarkan gagasan baru di dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dengan pendekatan jender, hak asasi manusia, dan demokrasi, doktor di bidang Pemikiran Politik Islam ini giat mengadvokasi kelompok minoritas, seperti Ahmadiyah, dan kelompok gay dan lesbian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap Thiam Hien Award merupakan anugerah yang diberikan bagi tokoh atau institusi yang gigih memperjuangkan hak asasi manusia. Gagasan ini dirintis pada tahun 1992 oleh sejumlah tokoh, seperti Jakob Oetama, Goenawan Mohammad, Dhaniel Dhakidae, serta pengacara Todung Mulya Lubis. Penghargaan ini diambil dari nama seorang pejuang HAM, Yap Thiam Hien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap, mantan anggota DPR dan Konstituante 1955, dikenal sebagai pejuang gigih, dan menginspirasikan setiap orang untuk senantiasa menegakkan HAM tanpa membeda-bedakan status agama, keyakinan politik, maupun latar belakang budaya. Sejumlah tokoh yang pernah memenangkan penghargaan ini adalah Haji Muhidin, Jhony Simanjuntak, dan HJC Princen (1992), Marsinah (1993), Trimoelja D Soerijadi (1994), Jenggawah dan Ade Rostina Sitompul (1995), Sandyawan Sumardi SJ (1996), KontraS dan Farida Hariyani (1998), Sarah Lery Mboeik dan Mama Yosepha Alomang (1999), The Urban Poor Consortium (2000), Suraiya Kamaruzaman dan Ester Jusuf Purba (2001), Widji Tukul (2002), Maria Hartiningsih (2003), dan Maria Catarina Sumiarsih (2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siti tidak dapat menghadiri acara pemberian penghargaan yang dilangsungkan malam ini karena sedang menjalankan ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;HIN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/10/19214911/siti.musdah.mulia.raih.yap.thiam.hien.award.2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-2819185219636979441?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/2819185219636979441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=2819185219636979441' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2819185219636979441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2819185219636979441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/siti-musdah-mulia-raih-yap-thiam-hien.html' title='Siti Musdah Mulia Raih Yap Thiam Hien Award 2008'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-4759141840916100063</id><published>2008-12-09T23:55:00.002+07:00</published><updated>2008-12-09T23:57:52.032+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Keutamaan Puasa Sepuluh Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;23 Februari 08 oleh Wira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rahimahullah ditanya, “Apa pendapat anda tentang pandangan orang yang mengatakan berpuasa di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah bid’ah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;Beliau menjawab, “Orang ini jahil, patut diajari. Karena Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam telah memotivasi untuk beramal shalih padanya, dan puasa termasuk amal shalih. Berdasarkan hadits sabda Nabi,”Tidak ada hari-hari dimana amal shalih padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari sepuluh ini”. Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah tidak pula Jihad Fi Sabilillah?” Beliau menjawab, “Tidak pula jihad fi sabilillah, kecuali seseorang berjihad dengan jiwanya dan hartanya dan tidak kembali membawa apa-apa lagi”.Hadits riwayat Al Bukhari dalam shahihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Nabi tidak pernah berpuasa pada hari-hari ini, telah diriwayatkan dari beliau bahwa beliau berpuasa padanya, dan diriwayatkan pula dari beliau bahwa beliau tidak berpuasa padanya. Akan tetapi yang jadi pegangan adalah ucapan karena ucapan lebih kuat daripada perbuatan. Dan apabila terkumpul ucapan dan perbuatan maka ini lebi kuat untuk dikatakan sunnah. Maka ucapan adalah dalil tersendiri sebagaimana perbuatan dan taqrir (persetujuan) demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Nabi mengatakan suatu ucapan atau melakukan suatu perbuatan atau mempersetujuinya maka seluruhnya adalah sunnah. Akan tetapi ucapan lebih kuat kemudian perbuatan dan setelahnya persetujuan. Dan dalam hal ini Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam berkata, “Tidak ada hari-hari dimana amal shalih padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini”. Yakni sepuluh hari (pertama), maka apabila seseorang ingin berpuasa padanya atau bersedekah berarti ia di atas kebaikan yang besar. Demikian pula disyariatkan pada hari-hari tersebut bertakbir (membaca Allahu Akbar), bertahmid (membaca Alhamdulillah), dan bertahlil (membaca Laa ilaha ilallah) berdasarkan sabda Nabi, “Tidak ada hari-hari yang lebih mulia di sisi Allah dan dicintai oleh-Nya untuk beramal shalih padanya daripada hari-hari yang sepuluh ini, maka perbanyaklah oleh kalian padanya tahlil, takbir, dan tahmid”. Semoga Allah menganugrahkan taufiq-Nya kepada kita semua.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Diterjemahkan oleh Al Ustadz Abdul Barr dari:&lt;br /&gt;Majmu Fatawa Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz&lt;br /&gt;Sumber: Majalah As Salaam No IV/Th II 2006M/1426H&lt;br /&gt;Dicopy dari:&lt;br /&gt;http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/23/keutamaan-puasa-sepuluh-hari-pertama-di-bulan-dzulhijjah/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-4759141840916100063?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/4759141840916100063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=4759141840916100063' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/4759141840916100063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/4759141840916100063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/keutamaan-puasa-sepuluh-hari-pertama-di.html' title='Keutamaan Puasa Sepuluh Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-4656493857072292542</id><published>2008-12-09T23:52:00.001+07:00</published><updated>2008-12-09T23:54:10.934+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Qurban Untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="posttitle"&gt;&lt;p class="post-info"&gt;  &lt;/p&gt;23 Februari 08 oleh &lt;a href="http://ulamasunnah.wordpress.com/author/wiramandiri/" title="Tulisan oleh Wira"&gt;Wira&lt;/a&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berqurban disyariatkan untuk yang hidup sebab tidak terdapat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak pula dari para sahabat yang aku ketahui, mereka berqurban untuk orang-orang yang sudah meninggal secara khusus / tersendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Putra-putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah meninggal saat beliau masih hidup, demikian pula telah meninggal istri-istri dan kerabat-kerabatnya, Rasulullah tidak berkurban untuk satu orangpun dari mereka. Beliau tidak berqurban untuk pamannya (Hamzah), tidak juga untuk istrinya (Khodijah dan Zainab binti Khuzaimah), tidak pula untuk ketiga putrinya, dan seluruh anak-anaknya. Seandainya ini termasuk perkara yang disyariatkan, niscaya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menerangkannya dalam sunnahnya baik itu ucapan maupun perbuatan, akan tetapi hendaknya seseorang berqurban untuk dirinya dan keluarganya.&lt;span id="more-145"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan adapun mengikutsertakan mayit / orang yang sudah meninggal, maka telah dijadikan dalil untuknya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berqurban untuknya dan untuk keluarganya, sedangkan keluarganya mencakup istri-istrinya yang telah meninggal dan istri-istrinya yang masih hidup, dan juga beliau berqurban untuk umatnya yang di antara mereka ada yang sudah meninggal dan juga yang belum ada. Akan tetapi berqurban untuk mereka (orang-orang yang sudah meninggal) secara khusus / tersendiri, aku tidak mengetahui ada asalnya dalam sunnah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dinukil dari Syarhul Mumti’ 7/455, Ibnu Utsaimin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Judul Asli: Berqurban Untuk Mayit&lt;br /&gt;Sumber: Buletin Al Wala’ Wal Bara’ Bandung&lt;br /&gt;Edisi ke-9 Tahun ke-1 / 14 Februari 2003 M / 12 Dzul Hijjah 1423 H &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Dicopy dari: www.ghuroba.blogsome.com&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber: http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/23/qurban-untuk-orang-yang-sudah-meninggal-dunia/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-4656493857072292542?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/4656493857072292542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=4656493857072292542' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/4656493857072292542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/4656493857072292542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/qurban-untuk-orang-yang-sudah-meninggal.html' title='Qurban Untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-5323554064283885066</id><published>2008-12-09T22:53:00.004+07:00</published><updated>2008-12-09T23:01:19.771+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Keterbatasan Sanksi Pidana Dalam Merubah Prilaku Masyarakat (Law As Tool For Social Engineering)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0in; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Dalam kerangka pembicaraan mengenai akibat hukum, maka sanksi dapat diartikan sebagai suatu sarana untuk memperkuat suatu aturan, norma, ketentuan, kebiasaan atau perikatan, sehingga tidak boleh dilanggar.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=5323554064283885066#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;1 &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Dengan adanya sanksi tersebut, maka suatu norma akan berlaku sedemikian rupa, sehingga mereka yang diatur oleh norma tersebut akan terdorong untuk berprilaku sesuai dengan kaidah yang berlaku baginya itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Penerapan dari sanksi tersebut ditandai dengan suatu ciri yang menyangkut paksaan untuk mentaati, atau melarang terjadinya suatu perilaku tertentu. Di mana ciri terpenting dari hukum pidana merupakan konkretisasi dari larangan resmi yang sifatnya memaksa dan berisikan penderitaan tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Namun ketika dihubungkan dengan prilaku manusia, maka akan terlihat bahwa terdapat beberapa keterbatasan sanksi pidana termasuk efektivitas hukuman yang diberikan kepada pelaku tindak pidana. Sebagai contoh efektivitas pemidanaan bagi pelaku tindak pidana narkoba atau mungkin contoh yang lebih jelas lagi yakni pemidanaan terhadap seseorang yang membunuh disebabkan karena amok atau pun dorongan daya paksa (&lt;i style=""&gt;overmacht&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Hukum sebagai sarana perubahan prilaku masyarakat (&lt;i style=""&gt;law as a tool for social engineering&lt;/i&gt;) yang dikemukakan oleh Roscoe Pound, ternyata ketika dikaitkan dengan sanksi pidana dalam merubah prilaku masyarakat memiliki keterbatasan ketika dihadapkan pada fenomena penyimpangan hukum tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Hukum yang dipergunakan sebagai sarana pembaruan ini dapat berupa undang-undang dan yurisprudensi atau kombinasi keduanya, namun di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang lebih menonjol adalah tata perundangan.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=5323554064283885066#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Hukum sebagai alat perubahan sosial, mengubah prilaku masyarakat dimulai dengan proses di mana masyarakat harus &lt;i style=""&gt;mengetahui&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;memahami&lt;/i&gt;, kemudian &lt;i style=""&gt;menghargai&lt;/i&gt; yang akhirnya &lt;i style=""&gt;mentaati&lt;/i&gt; peraturan.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=5323554064283885066#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Perumusan dari suatu peraturan pidana selain terdiri dari fakta hukumnya juga terdapat akibat hukumnya yakni sanksi bagi penyimpangan dari hal yang telah ditentukan oleh fakta hukum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sanksi pada umumnya adalah alat pemaksa agar seseorang mentaati norma-norma yang berlaku, serta merupakan akibat hukum bagi seseorang yang melanggar norma hukum.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=5323554064283885066#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Sanksi pidana ditentukan dengan dasar pada benar-benar diperlukannya alat pemaksa tertinggi (&lt;i style=""&gt;ultimum remedium&lt;/i&gt;) untuk menjamin suatu norma. Oleh karena itulah maka hukum pidana sering disebut sebagai benteng dari hukum (&lt;i style=""&gt;Het straftrecht is het citadel van het recht&lt;/i&gt;).&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=5323554064283885066#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pelaksanaan dari sanksi pidana atau lazim disebut pemidanaan, memiliki dasar-dasar yang harus diinsyafi dengan baik oleh semua pihak yang terkait di dalamnya sehingga dapat tercapai tujuan dari hukum pidana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pemidanaan memiliki arti yang umum, yakni merupakan gangguan normaliter serta merupakan suatu penderitaan yang dialami secara subjektif (&lt;i style=""&gt;malum pasionis&lt;/i&gt;), yang mungkin berbentuk larangan secara verbal yang mengakibatkan penderitaan sampai dengan pencabutan nyawa.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=5323554064283885066#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tujuan pertama dari pemidanaan adalah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari kejahatan. Yang kedua adalah bermaksud untuk meresosialisasikan narapidana dan mengintegrasikan narapidana ke dalam masyarakat, yaitu untuk mengembalikan keseimbangan di dalam masyarakat yang telah terganggu karena terjadinya tindak pidana selain itu juga ditujukan sebagai pembebasan rasa bersalah bagi petindak/ pelaku pidana.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=5323554064283885066#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dari tujuan yang hendak dicapai oleh suatu pemidanaan dikaitkan dengan adanya keterbatasan hukum yang erat hubungannya dengan efektifitas hukuman yang diberikan, maka sejauh mana suatu pemidanaan dapat dikatakan efektif? Pemidanaan dianggap efektif apabila narapidana tidak lagi melakukan tindak pidana setelah selesai menjalani pidananya.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=5323554064283885066#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Namun apabila ditelaah lebih lanjut, mengenai seorang pelaku tindak pidana yang melakukan perbuatan pidana lebih karena ia ingin mencapai suatu tujuan tertentu dalam hal ini kepuasan bathin (prilaku ekspresif), tampaknya hukum tak dapat mencegah hal tersebut. Untuk lebih jelasnya, sebagai contoh ialah seorang suami yang memergoki istrinya sedang berselingkuh dengan orang lain, lalu karena dipenuhi dengan amarah yang begitu besar (amok) seketika itu pula ia membunuh istri beserta teman selingkuhnya. Si suami melakukan perbuatan pidana lebih karena keinginan melampiaskan kemarahannya sehingga terpuaskan sakit hatinya. Tanpa menghiraukan akibat dari perbuatannya, padahal ia sangat menyadari akibat dari perbuatannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Keterbatasan hukum menjangkau suatu kondisi seperti tersebut di atas, erat pula hubungan dengan efektivitas hukuman yang diberikan. Pelaku pidana seperti itu biasanya tidak menyesali perbuatannya karena dengan begitu ia dapat merasa terpuaskan dan tak &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; lagi melakukan perbuatannya karena pada dasarnya mereka bukanlah penjahat. Dengan demikian seseorang yang tidak melakukan lagi suatu tindak pidana bukanlah semata-mata karena pembinaan yang diberikan selama ia menjalani pidananya. Sangat mungkin juga disebabkan oleh faktor-faktor lainnya yang menyebabkan ia tidak melakukan tindak pidana lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pidana yang dijatuhkan bukanlah ukuran dalam menentukan seseorang tidak akan lagi melakukan tindak pidana. Dan pemidanaan juga bukanlah semata-mata faktor yang menyebabkan seseorang tidak akan lagi melakukan tindak pidana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Hal yang lebih penting dalam suatu pemidanaan sehingga dapat dikatakan ideal adalah pemidanaan yang sesuai dengan pribadi narapidana. Pemidanaan akan efektif apabila dijatuhkan sesuai dengan faktor serta keadaan narapidana.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=5323554064283885066#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;9 &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Yang dengan demikian itu maka setiap narapidana akan merasa bahwa ia tidak hanya dihukum tetapi juga dibina sekaligus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;font-size:78%;"  width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="font-style: italic;" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=5323554064283885066#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt;1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt; Loebby Loqman, Pidana dan Pemidanaan, (&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;: Datacom, 2001), hlm.6.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-style: italic;" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=5323554064283885066#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt;2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt; Rendi Tanamo, Keterbatasan Hukum Sebagai Alat Perubahan Prilaku Masyarakat Dalam Pencegahan Peredaran Narkotika dan Obat-obatan Terlarang, Makalah Sosiologi Hukum, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;: Program Magister Ilmu Hukum Universitas Pancasila, 2006. hlm.3.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-style: italic;" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=5323554064283885066#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt;3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt;Baca: Ibid, hlm. 4. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-style: italic;" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=5323554064283885066#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt;4&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt;Lihat: E.Y. Kanter dan S.R. Sianturi, Asas-asas Hukum Pidana Di Indonesia dan Penerapannya, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;: Penerbit Storia Grafika, 2002.hlm. 29.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-style: italic;" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=5323554064283885066#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt;5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt; Ibid&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt;, hlm. 31.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-style: italic;" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=5323554064283885066#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt;6&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt; Baca: Isi, Dasar dan Tujuan Pemidanaan, Loebby Loqman, Op. Cit., hlm. 11. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-style: italic;" id="ftn7"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=5323554064283885066#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt;7&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt; Ibid.&lt;span style=""&gt;                                                         &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-style: italic;" id="ftn8"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=5323554064283885066#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt;8&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt; Ibid, hlm. 57.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div id="ftn9"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=5323554064283885066#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt;9&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt; Baca: Loebby Loqman, Op. Cit., hlm. 57&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-5323554064283885066?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/5323554064283885066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=5323554064283885066' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/5323554064283885066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/5323554064283885066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/keterbatasan-sanksi-pidana-dalam.html' title='Keterbatasan Sanksi Pidana Dalam Merubah Prilaku Masyarakat (Law As Tool For Social Engineering)'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-6929844940079092583</id><published>2008-12-09T11:04:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T11:05:56.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Membaca Cepat</title><content type='html'>&lt;p&gt;Di sebuah barak militer, Kopral Jono sedang ngobrol dengan Kopral Iwan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Iwan: Apa yang sedang kamu kerjakan, Jon?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jono: Menulis surat buat istri saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Iwan: Tapi, koq kamu menulisnya lambat?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jono: Sebab dia tidak bisa membaca cepat.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: http://www.malau.net/2008-06-24/membaca-cepat/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-6929844940079092583?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/6929844940079092583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=6929844940079092583' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/6929844940079092583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/6929844940079092583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/membaca-cepat.html' title='Membaca Cepat'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-1123572716043670975</id><published>2008-12-09T10:58:00.001+07:00</published><updated>2008-12-09T11:00:14.322+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>WTO Tunda Pertemuan Soal Kesepakatan Perdagangan Global</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="tanggal"&gt;Selasa, 9 Desember 2008 | 10:24 WIB&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;JENEWA, SENIN &lt;/strong&gt;- Pimpinan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Pascal Lamy Senin (8/12) petang waktu setempat, memutuskan menunda selama sepekan pertemuan tingkat menteri untuk membahas kesepakatan perdagangan global, sebagai masalah kunci yang tersisa, katanya dalam surat kepada para perunding.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lamy mengambil keputusan itu setelah bertemu selama lebih dari dua jam dengan 30 perwakilan WTO untuk membicarakan teks yang disetujui bersama mengenai produk pertanian dan industri yang akan menjadi dasar bagi perundingan di tingkat yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Tiga subyek tampaknya menjadi hal yang sulit selama pertemuan pada Senin itu, kata Lamy dalam surat yang dikirimkan kepada pimpinan delegasi pada Senin petang dan disiarkan kepada pers.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Saya yakin bahwa ada tiga area -- sektoral, SSM (special safeguard mechanism) dan kapas yang perlu dilakukan percobaan politis yang serius sebelum kita dapat melaksanakan pertemuan tingkat menteri ... tanpa solusi yang meluas pada tiga masalah ini, kita tidak akan menstabilkan modalitas teks secara keseluruhan," kata Lamy.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Inilah mengapa ia memutuskan untuk menunda pertemuan tingkat menteri yang awalnya dilaksanakan pada 13-15 Desember, dengan konsultasi lebih jauh direncanakan untuk sementara waktu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Dengan tergantung pada hasil konsultasi ini, pertemuan tingkat menetri dapat dilaksanakan di sini di Jenewa dari 17 hingga 19 Desember."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber di WTO sebelumnya mengatakan bahwa masalah-masalah kunci yang masih ada antara negara-negara berkembang dan negara-negara maju memusat ke kapas, sebuah upaya yang bertujuan melindungi petani miskin dari lonjakan impor -- yang disebut sebagai "special safeguard mechanism" -- dan prakarsa sektoral, yang mengusulkan sektor-sektor tertentu untuk diserahkan guna menajamkan pemangkasan tarif.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;WTO selama akhir pekan lalu menerbitkan teks terbaru rancangan kesepakatan baik di bidang pertanian maupun komponen industri yang dimaksudkan untuk mengamankan konsensus.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun para diplomat menekankan bahwa banyak perbedaan yang perlu untuk dijembatani untuk menghindari terjadinya kegagalan lagi. "Jelas bahwa kita makin dekat ke modalitas hari ini dibandingkan dengan Juli lalu. Pada saat bersamaan risiko jika kita tidak berhasil mencapai itu lebih tinggi hari ini dibandingkan dengan Juli lalu. Biaya potensial dari kegagalan kedua dalam kurang dari enam bulan dan situasi ekonomi yang makin memburuk menyerukan kehati-hatian," kata Lamy.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;EDJ&lt;/b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                         &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber : Ant&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/09/10244954/wto.tunda.pertemuan.soal.kesepakatan.perdagangan.global&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-1123572716043670975?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/1123572716043670975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=1123572716043670975' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/1123572716043670975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/1123572716043670975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/wto-tunda-pertemuan-soal-kesepakatan.html' title='WTO Tunda Pertemuan Soal Kesepakatan Perdagangan Global'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-3290809146487034357</id><published>2008-12-09T10:46:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T10:48:20.790+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Olah Raga'/><title type='text'>Istri-istri Pebola Haus Seks</title><content type='html'>&lt;div style="float: left; width: 304px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 10px; margin-right: 10px; text-align: justify;"&gt;  &lt;div id="imheadlinerubrik"&gt;  &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;       &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;      &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/25/005152p.jpg" border="0" width="298" /&gt;   &lt;/div&gt;              &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://bola.kompas.com/read/xml/2008/11/25/00521466/istri-istri.pebola.haus.seks#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none; text-transform: lowercase;"&gt;GETTY IMAGES/Peter Macdiarmid&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;      &lt;div id="boxtitle" style="margin-top: 5px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Istri Joe Cole, Carly Zucker, mengaku sering kesepian karena lama tak bersama suaminya.&lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;        &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="haritanggalheadline"&gt;Selasa, 25/11/2008 | 00:52 WIB&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;" id="article_body"&gt; &lt;p&gt;MENJADI istri pemain sepak bola memang banyak enaknya. Terutama di Inggris, gaji suami besar dan bisa ikut tenar. Namun, bukan berarti segalanya nyaman dan nikmat. Terkadang ada sisi yang membuat istri pebola tersiksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu? Salah satunya hubungan seks yang tak bisa rutin. Sebab, jadwal pemain sepak bola begitu padat dan sering kali mereka harus pergi ke luar kota untuk bertanding. Akibatnya, jadwal hubungan intim pun menjadi terganggu. Apalagi jika sang istri termasuk gampang panasan seperti istri Joe Cole, Carly Zucker. Hal sama juga dialami istri Tommy Williams, Nicola McLean.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joe Cole adalah gelandang Chelsea yang memiliki jadwal pertandingan sangat padat. Sedangkan Tommy Williams defender klub Peterborough United.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua istri mereka mengaku sering kesepian. Di saat membutuhkan kehangatan, sang suami malah di luar kota atau kelelahan karena pertandingan yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku sampai tak sabar untuk melompat ke tempat tidur dan rebah bersama Joe Cole. Kulitnya begitu lembut dan aku sering rindu untuk menyentuh dan menciumnya," aku istri Joe Cole, Carly Zucker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instruktur senam berumur 24 tahun itu dinikahi Joe Cole pada Juni 2008 lalu. Mereka dikenal begitu mesra dan dinilai sama-sama berorientasi kepada keluarga yang normal. Bahkan, Carly mengaku ingin cepat memiliki anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Segera setelah kami menikah Juni lalu, aku ingin hamil. Aku suka hamil pada hari terakhir bulan madu. Aku sudah tak sabar untuk mengandung anaknya," keluh Carly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan yang sama juga sering dialami Nicola McLean. Cuma, untungnya dia sudah punya anak berumur dua tahun, Rocky, hasil perkawinan mereka. Namun, untuk berhubungan seks saja, dia sering menunggu terlalu lama. Bahkan, dia sering putus asa karena di saat butuh, sang suami tak ada di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia melayaniku dengan sangat baik. Tapi, kami sering jarang bertemu. Saat ini, malah aku mengalami waktu terlama tak berhubungan intim dengannya dan aku benar-benar sangat merindukannya. Saking rindunya, dia mengekspresikannya dengan foto saat dia mandi bersama sepatu sang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan gadis Page 3 ini juga kenal Carly. Kepada sahabatnya itu dia mengatakan, "Aku benar-benar ingin memiliki anak darinya, maka kami merencanakan untuk berbulan madu kedua. Ini akan menjadi saat romantis dan rasanya hal terbaik untuk dilakukan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, kasihan juga, ya? &lt;strong&gt;(SUN)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;HPR&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://bola.kompas.com/read/xml/2008/11/25/00521466/istri-istri.pebola.haus.seks&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-3290809146487034357?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/3290809146487034357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=3290809146487034357' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/3290809146487034357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/3290809146487034357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/istri-istri-pebola-haus-seks.html' title='Istri-istri Pebola Haus Seks'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-3094444433729761122</id><published>2008-12-09T10:43:00.002+07:00</published><updated>2008-12-09T10:49:33.934+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'>Saatnya Utamakan Kejujuran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="tanggal"&gt;Selasa, 9 Desember 2008 | 09:35 WIB&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Laporan wartawan Kompas Wisnu Nugroho&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, SELASA&lt;/strong&gt; - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri peringatan Hari Antikorupsi se-Dunia di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Selasa (9/12). Peringatan ditandai dengan seruan kampanye kejaksaan "Saatnya Utamakan Kejujuran".&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jaksa Agung Hendarman Supandji dalam laporan kepada Presiden dan seluruh undangan yang berjumlah sekitar 10.000 orang mengemukakan, "Sudah saatnya utamakan kejujuran. Bersama kita tegakkan keadilan. Bersama kita ciptakan keadilan."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seruan Hendarman disambut tepuk tangan meriah. Pada Pemilu Presiden 2004, SBY-JK menggunakan slogan kampanye "Bersama Kita Bisa".&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wisnu Nugroho A&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/09/09350772/saatnya.utamakan.kejujuran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-3094444433729761122?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/3094444433729761122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=3094444433729761122' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/3094444433729761122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/3094444433729761122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/saatnya-utamakan-kejujuran.html' title='Saatnya Utamakan Kejujuran'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-1015539937328828815</id><published>2008-12-09T10:37:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T10:41:45.580+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Mengendalikan Inflasi, Ciptakan Stabilitas Upah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="tanggal"&gt;Selasa, 2 Desember 2008 | 11:37 WIB&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setiap ada guncangan pada dunia usaha, buruh menjadi ”sasaran” pertama yang diutak-atik. Dua bulan terakhir, rencana mengendalikan upah minimum demi mencegah agar perusahaan berorientasi ekspor tidak kolaps telah memicu polemik. Upaya itu sulit diterima, apalagi jika inflasi terus membubung dan rupiah melemah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seharusnya, pemerintah menjadikan pengendalian tingkat inflasi sebagai kunci utama untuk memenuhi permintaan pengusaha agar upah buruh tidak naik setiap tahun.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Badan Pusat Statistik, Senin (1/12), inflasi Januari-November mencapai 11,1 persen. Adapun untuk periode November 2008 dibandingkan November 2007 sudah 11,6 persen.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Inflasi terutama didorong oleh naiknya harga kebutuhan pokok, seperti beras atau minyak goreng. Ini faktor yang memengaruhi kenaikan nilai kebutuhan hidup layak (KHL).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Peraturan Mennakertrans Nomor Per-17/Men/VIII/2005 tentang Komponen dan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak, yang ditetapkan 26 Agustus 2005, KHL merupakan standar kebutuhan yang harus dipenuhi seorang pekerja atau buruh lajang untuk dapat hidup layak, baik fisik, nonfisik, dan sosial, selama satu bulan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang pekerja dianggap hidup layak jika upahnya mampu memenuhi kebutuhan 3.000 kalori per hari. Oleh karena itu, KHL menjadi salah satu pertimbangan dalam penetapan upah minimum, selain produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada tujuh komponen KHL yang selalu dihitung, yaitu makanan dan minuman, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan, transportasi, serta rekreasi dan tabungan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Makanan dan transportasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Komponen utama yang selalu berubah dan menyebabkan nilai UMP selalu naik adalah makanan, minuman, dan transportasi. Inflasi menjadi penyebab ketiga faktor ini selalu berubah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apabila tingkat inflasi tetap, nilai KHL tentu relatif stabil dari tahun ke tahun. Dengan demikian, nilai KHL tahun berjalan yang dihitung dewan pengupahan sebelum menentukan upah minimum tahun berikutnya pun menjadi relatif stabil.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Presiden Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Yanuar Rizky, persoalan krusial saat ini adalah pemerintah tidak mampu mengendalikan inflasi. Harga kebutuhan pokok selalu naik.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Pemerintah seharusnya menyentuh inti masalah, yaitu pengendalian inflasi. Upah hanyalah anak masalah, yang ditahan bagaimana pun kalau inflasi tinggi tak akan menyelesaikan konflik,” tutur Yanuar.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Inflasi yang terkendali akan membuat tujuh komponen penentu KHL menjadi lebih stabil.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah sebenarnya memang sudah berupaya mengendalikan harga beras lewat operasi pasar dan instrumen pelayanan umum Perum Bulog. Namun, inflasi karena kenaikan ongkos transportasi telah membuat nilai KHL tetap tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu, pemerintah sebaiknya terus mencari jalan mengendalikan KHL lewat harga pasar.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Upaya mengendalikan kenaikan upah minimum hanya akan membentur tembok. Bukan rahasia lagi kalau sejak krisis 1998 buruh belum pernah menikmati upah sesuai KHL.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahun 2008, baru tiga provinsi yang menetapkan upah minimum sesuai KHL, yakni Sumatera Utara (105 persen), Kalimantan Selatan (104 persen), dan Sulawesi Tenggara (109,3 persen). Masih banyak provinsi yang menetapkan upah minimum di bawah KHL, seperti Sumatera Selatan (67,5 persen) dan Jawa Timur (98,6 persen).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kondisi ini membuat buruh selalu menantikan besaran kenaikan upah minimum provinsi setiap akhir tahun. Walau secara riil nilai upah mereka tidak naik, kenaikan nominal upah yang diterima sudah cukup melegakan hati kaum buruh.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (K-SBSI) Rekson Silaban mengatakan, wakil serikat buruh di dewan pengupahan daerah selalu memperjuangkan agar upah minimum disetarakan dengan nilai KHL. Namun, kondisi perekonomian yang belum menggembirakan seperti sekarang menyebabkan kenaikan upah minimum yang disepakati belum sesuai harapan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Itu sebabnya kami minta agar jangan upah buruh yang dikurangi bila ada masalah ekonomi. Lebih baik pemerintah konsentrasi memperbaiki berbagai hal yang menyebabkan iklim investasi terganggu,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pengawasan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kondisi itu membuat buruh sulit merelakan upah minimum mereka yang di bawah KHL dipotong lagi di saat krisis.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kepercayaan buruh terhadap pengusaha pun rendah karena sebagian pengusaha tidak membayar utuh dan enggan menyertakan mereka dalam Jamsostek.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Rekson, lemahnya pengawasan ketenagakerjaan menyebabkan banyak praktik penyimpangan terhadap hak-hak buruh, terutama pembayaran upah dan kepesertaan Jamsostek. Padahal, dua hal itu diatur undang-undang. Pihak yang melanggar dapat dikenai sanksi pidana.&gt;w 9738m&lt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Jika selama ini buruh dikhianati hak-haknya, bagaimana mereka mau ikut berkorban di saat sulit seperti sekarang. Sekarang tinggal bagaimana sikap pemerintah saja,” kata Rekson.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Buruh melihat upah minimum sebagai harga mati karena implementasinya sering menyalahi aturan. Semestinya, upah minimum hanya untuk buruh lajang yang baru bekerja. Namun, ada pengusaha yang menjadikan upah minimum sebagai acuan penetapan gaji buruh.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika buruh tersebut berstatus karyawan tetap, tentu lambat laun sesuai masa kerja dia seharusnya mengalami kenaikan upah, mengikuti inflasi. Namun, bagaimana jika dia hanya buruh kontrak yang harus siap tak dipakai lagi tahun depan?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lemahnya pengawasan menyebabkan buruh selalu menjadi bulan-bulanan. Meski demikian, buruh tak mampu berbuat banyak karena potensi menjadi penganggur baru selalu ”mengancam” setiap saat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut laporan ketenagakerjaan Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organization/ILO), berjudul ”Tren Ketenagakerjaan dan Sosial di Indonesia 2008”, sedikitnya 52,1 juta orang dari 108 juta pekerja tak mampu keluar dari jurang kemiskinan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka menerima upah kurang dari 2 dollar AS per hari, atau hanya kurang dari Rp 20.000 per hari. Ini tentu jauh dari mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, mereka harus menerima keadaan itu karena tak ada pilihan pekerjaan lain yang lebih layak.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi, menurut Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton Supit, perusahaan yang masih memiliki kemampuan selama krisis global saat ini tetap memberikan upah yang layak kepada buruh.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hanya saja, kata Anton, kondisi krisis sudah ada di depan mata. Semua orang harus segera mempersiapkan diri agar tidak menjadi korban.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anton mengatakan, pengusaha industri berorientasi ekspor dengan bahan baku impor meminta sedikit kerelaan buruh agar bersedia menunda atau tidak menaikkan sama sekali upah minimum tahun 2009.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Kalau industri yang kekurangan order pun dipaksa menaikkan upah minimum, bisa-bisa mereka kolaps dan terjadi PHK. Kondisi sekarang sudah demikian parah. Data resmi PHK memang belasan ribu, tetapi kami yakin yang riil di lapangan sudah ratusan ribu orang,” ujar Anton.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kini, buruh bagai makan buah simalakama. ”Dimakan mati ayah, tak dimakan mati ibu”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;Hamzirwan&lt;/b&gt;        &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/02/11374318/mengendalikan.inflasi.ciptakan.stabilitas.upah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-1015539937328828815?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/1015539937328828815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=1015539937328828815' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/1015539937328828815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/1015539937328828815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/mengendalikan-inflasi-ciptakan.html' title='Mengendalikan Inflasi, Ciptakan Stabilitas Upah'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-2127666030816936841</id><published>2008-12-09T10:34:00.001+07:00</published><updated>2008-12-09T10:35:29.810+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Andai Tubuh Bisa Bicara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="tanggal"&gt;Selasa, 9 Desember 2008 | 10:12 WIB&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apa yang terjadi pada tubuh, memberi dampak langsung pada diri Anda. Ketika Anda lalai memperhatikannya, dia akan memberikan sinyal-sinyal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cepat Lupa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyakit  pikun yang terjadi pada usia muda salah satu penyebabnya adalah kurang tidur. Matt Walker, Ph.D., asisten profesor psikiatri dari Harvard Medical School mengatakan bahwa kemampuan memori Anda untuk mengingat suatu informasi akan meningkat 20-30% apabila Anda menyempatkan diri untuk tidur selama 8 jam setelah menerima informasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedutan pada Kelopak Mata&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Para ahli kesehatan sepakat bahwa 99% kedutan pada mata disebabkan tubuh didera stres dan kelelahan. Cara untuk menghentikan kedutan pada mata ini hanyalah membiarkan tubuh dan mata beristirahat. Mengompres mata dengan air hangat selama beberapa saat juga bisa membantu meredakan lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sulit Konsentrasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan memfokuskan pikiran bisa pertanda bahwa Anda kekurangan asupan protein dan karbohidrat. Pasalnya, konsumsi kedua zat makanan tersebut dalam jumlah cukup bisa membantu menggenjot kadar zat dopamine di dalam otak, yang berhubungan dengan peningkatan fungsi konsentrasi dan kemampuan seseorang untuk memfokuskan diri pada sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menguap Terus-Menerus&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menguap tidak selalu berarti Anda tengah merasa ngantuk. Menguap juga merupakan sinyal dari alam bahwah sadar bahwa tubuh Anda kurang bergerak. Misalnya, Anda kelewat serius bekerja sehingga menghabiskan lebih dari lima jam duduk di depan komputer. Solusinya, hentikan pekerjaan Anda dan berjalan-jalanlah sejenak untuk menghirup udara segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lekas Lelah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kondisi lekas lelah yang Anda alami selama berbulan-bulan bisa menjadi pertanda bahwa Anda sedang mengidap &lt;em&gt;Chronic Fatigue Syndrome&lt;/em&gt; atau Sindrom Lelah Kronik (SLK).  Munculnya SLK berhubungan dengan aktivitas fisik berlebihan seperti olahraga yang terlalu dipaksakan atau akibat stres. Tanda-tanda yang tampakjelas antara lain adalah cepat merasa lelah, tidur tidak nyenyak, nyeri otot, serta perasaan lemas berlebihan setelah melakukan aktivitas fisik yang minim sekalipun. Jika Anda mengalami hal ini, maka segeralah berkonsultasi pada dokter untuk mencari pemecahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cegukan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda tidak sedang melahap apa pun, namun mengalami cegukan, itu pertanda tubuh Anda sedang stres. Hormon stres yang dilepas ke dalam aliran darah kemudian merangsang serat saraf secara berlebihan. Akibatnya, terjadi kontraksi otot tak sadar yang terletak di dekat pita suara sehingga menimbulkan bunyi. Redakan cegukan dengan cara menelan sedikit gula pasir. Butiran gula pasir mampu menstimulir ujung saraf di balik kerongkongan sehingga menghambat impuls saraf lainnya dan meredakan cegukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kaki Kram&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kaki kram bisa menjadi sinyal bahwa tubuh mengalami dehidrasi serta kekurangan asupan kalsium dan magnesium. Untuk mengatasinya, minumlah air putih lebih banyak dari biasanya. Konsumsi susu yang kaya kalsium juga amat baik Anda lakukan, terlebih bagi Anda yang berusia di atas 30 tahun dan membutuhkan tabungan kalsium yang lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nyeri perut&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit pada perut bisa muncul akibat kebiasaan makan ticlak teratur sehingga timbul gangguan pada lambung. Namun, nyeri perut yang tidak terjadi karena penyakit maag atau penyakit lain, berdasarkan penelitian yang dilakukan di University of Colorado Health Sciences Center, Amerika, bisa jadi menandakan Anda sedang mengidap depresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sakit Kepala&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sakit kepala karena tegang diawali dengan ketegangan di otot leher, bahu, dan tengkorak. Sakitnya selalu berawal dari kepala belakang, merambat ke depan, lalu ke kedua sisi kepala. Jika ini Anda alami, berarti tubuh Anda sedang mengirimkan sinyal untuk beristirahat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/09/10120836/Andai.Tubuh.Bisa.Bicara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-2127666030816936841?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/2127666030816936841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=2127666030816936841' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2127666030816936841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2127666030816936841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/andai-tubuh-bisa-bicara.html' title='Andai Tubuh Bisa Bicara'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-2500753410490984990</id><published>2008-12-09T10:26:00.002+07:00</published><updated>2008-12-09T10:29:35.983+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni dan Sastra'/><title type='text'>Sahabat</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sahabat, teman, kawan, mitra, kolega&lt;br /&gt;Semuanya mempunyai arti satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguatkan dengan doanya&lt;br /&gt;Memberkati dengan cintanya&lt;br /&gt;Memberi semangat dengan harapannya&lt;br /&gt;Menolong dengan usahanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu diberikan dengan tulus&lt;br /&gt;Itulah ati sahabat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;ditujukan kepada seorang sahabat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-2500753410490984990?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/2500753410490984990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=2500753410490984990' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2500753410490984990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2500753410490984990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/sahabat.html' title='Sahabat'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-3424317977552393847</id><published>2008-12-08T11:57:00.002+07:00</published><updated>2008-12-08T12:12:47.880+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seks'/><title type='text'>Soal Ukuran Mr.P, Prancis Paling OK se-Eropa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Selasa, 2 Desember 2008 | 05:12 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;DALAM hal ukuran alat vital pria,  Prancis boleh membanggakan diri.  Suatu riset menyebutkan, rata-rata pria Prancis memiliki ukuran panjang dan lingkar penis lebih besar dibandingkan negara-nagara Eropa lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Penelitian yang dilakukan Institut fuer Kondom-Beratung  (Institut Konsultasi Kondom) di Jerman menyebutkan, Prancis mengungguli 24 negara uni Eropa lainnya dalam hal ukuran organ vital pria.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dalam riset yang melibatkan 10.477 pria dewasa dari 25 negara Eropa ini, terungkap bahwa pria Prancis rata-rata memiliki ukuran  panjang 15,48 cm dengan lingkarnya sekitar 13,63 cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Peringkat kedua ditempati para pria Swedia dengan rata-rata panjang 15,48 cm dengan lingkar 13,63 cm, disusul Estonia 15,17 cm dengan lingkar 12,54 cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Inggris yang diyakini sebelumnya akan menjadi pesaing Prancis justru mengenaskan. Kaum Adam di negara ini rata-rata memiliki panjang penis sekitar 13,32 cm dengan lingkar 11,32 cm atau menempati peringkat 23 dari 25 negara.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sedangkan para pria Italia masih cukup bisa berbangga karena menempati peringkat 5 besar dengan panjang 14,95 cm dengan lingkar 11,95 cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Berikut hasil riset selengkapnya :  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;1. Prancis, panjang :15.48cm, lingkar : 13.63cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;2. Swedia, panjang : 15.36cm, lingkar : 12.78cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;3. Estonia, panjang: 15.17cm, lingkar : 12.54cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; 4. Hongaria, panjang : 14.99cm, lingkar: 11.81cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;5. Italia, panjang: 14.95cm, lingkar: 11.95cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;6. Austria, panjang: 14.89cm, lingkar : 12.10cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;7. Denmark, panjang: 14.88cm, lingkar : 11.75cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;8. Belgia, panjang: 14.77cm, lingkar: 13.19cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;9. Jerman, panjang: 14.61cm, lingkar: 11.80cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; 10. Latvia, panjang: 14.69cm, lingkar: 11.93cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;11. Lithuania, panjang: 14.55, lingkar: 11.27cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;12. Romania, panjang: 14.30cm, lingkar: 12.25cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; 13. Belanda, panjang: 14.28cm, lingkar: 11.35cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;14. Polandia, panjang: 14.21cm, lingkar: 11.62cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;15. Slovakia, panjang: 14.19cm, lingkar : 11.54cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; 16. Czech Republic, panjang: 14.17cm, lingkar : 11.65cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;17. Bulgaria, panjang: 14.09cm, lingkar: 11.69cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;18. Slovenia, panjang: 14.01cm, lingkar: 11.72cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; 19. Portugal, panjang: 13.91cm, lingkar: 10.45cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;20. Luxemburg, panjang: 13.82cm, lingkar: 11.40cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;21. Spanyol, panjang: 13.58cm, lingkar : 10.43cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; 22. Finlandia, panjang: 13.52cm, lingkar : 11.13cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;23. Inggris: panjang 13.32cm, lingkar: 11.32cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;24. Irlandia, panjang: 12.78cm, lingkar : 10.94cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;25. Yunani, panjang: 12.18cm, lingkar : 10.19cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;AC&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b   style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);font-family:arial;font-size:11px;"&gt;Sumber : BILD&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b face="arial" size="11px" style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Kompas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b face="arial" size="11px" style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/02/0512374/soal.ukuran.mr.p.prancis.paling.ok.se-eropa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-3424317977552393847?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/3424317977552393847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=3424317977552393847' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/3424317977552393847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/3424317977552393847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/soal-ukuran-mrp-prancis-paling-ok-se.html' title='Soal Ukuran Mr.P, Prancis Paling OK se-Eropa'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-4503895459871676693</id><published>2008-12-08T11:51:00.000+07:00</published><updated>2008-12-08T11:54:19.191+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Gara-gara Pengobatan Alternatif, Kaki Harus Amputasi</title><content type='html'>&lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/21/220745p.jpg" border="0" width="298" /&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/03/16473813/gara-gara.pengobatan.alternatif.kaki.harus.amputasi#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;TPGIMAGES&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;               &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/03/16473813/gara-gara.pengobatan.alternatif.kaki.harus.amputasi" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                               &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;                                  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="tanggal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Rabu, 3 Desember 2008 | 16:47 WIB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;BANDUNG, RABU -&lt;/strong&gt; Akibat berobat di tempat pengobatan alternatif, Ade Peri Hidayat (31), warga Kampung Sukasari Cebek Soreang, Kabupaten Bandung, harus merelakan kaki sebelah kirinya diamputasi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;"Saat ini, kondisi kaki sebelah kiri milik Ade telah berwarna hitam dan mengeluarkan bau daging busuk," ucap istrinya, Ida (28), di Ruang Perawatan Ortopedi Lantai 2, Rumah sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS), Selasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Awalnya suami saya jatuh dari motor, terus kakinya terkilir. Lalu saya bawa berobat di tempat urut di daerah Cikalong Wetan dan ternyata bukannya sembuh malah jadi busuk," katanya kepada para wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, setelah dibawa ke tukang urut di daerah Cikalong Wetan, kaki suaminya dibalut oleh perban serta dilakukan pembebatan dengan menggunakan bambu di bagian kaki yang mengalami luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, tujuan dilakukan pembebatan dengan menggunakan bambu untuk mengembalikan posisi tulang kaki suami supaya kembali pada keadaan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setelah dilakukan pembebatan dengan menggunakan kayu tersebut, selama 10 hari, dari tanggal 1 hingga 10 Oktober 2008,bukanlah kesembuhan yang diterima oleh suaminya, melainkan tulang kering kaki sebelah kiri suaminya berubah berwarna hitam serta dagingnya menjadi busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang dokter spesialis ortopedi RSHS Bandung, dr Widya A Sp OT, mengatakan, sebenarnya kaki Ade dapat diselamatkan tanpa melakukan amputasi jika ditangani dengan baik dan sesuai prosedur medis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Widya mengemukakan, kasus yang dialami Ade sebenarnya dapat diatasi dengan cepat jika tahu cara penanganan yang tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyatakan, penyebab pembusukan pada kaki Ade karena proses pembebatan yang dilakukan terlalu berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bisa saja, pas dilakukan pembebatan dengan kayu tadi, diikatnya terlalu kencang, lalu darah tidak mengalir ke bagian tersebut sehingga otot kakinya berwarna hitam dan busuk," kata Widya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari peristiwa tersebut, ia berpesan supaya masyarakat lebih berhati-hati jika ingin berobat dengan metode pengobatan alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ia juga menyatakan, bukan berarti semua pengobatan alternatif akan berdampak negatif. "Tidak semua pengobatan alternatif berakibat buruk" tegasnya.   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;ABD&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : Antara&lt;br /&gt;Kompas&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/03/16473813/gara-gara.pengobatan.alternatif.kaki.harus.amputasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-4503895459871676693?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/4503895459871676693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=4503895459871676693' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/4503895459871676693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/4503895459871676693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/gara-gara-pengobatan-alternatif-kaki.html' title='Gara-gara Pengobatan Alternatif, Kaki Harus Amputasi'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-1011449029889854465</id><published>2008-12-08T11:47:00.001+07:00</published><updated>2008-12-08T11:48:56.179+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'>Jemaah Haji Masih Bisa Jajan Bakso di Padang Arafah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="tanggal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Minggu, 7 Desember 2008 | 16:51 WIB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;MEKAH, MINGGU&lt;/strong&gt; - Jauh dari Tanah Air, para jemaah haji yang sudah berada di Padang Arafah masih bisa menikmati makanan khas Indonesia sebab, di bagian luar perkemahan jemaah haji Indonesia, banyak pedagang makanan menggelar dagangannya, dari gado-gado, minuman hangat, hingga bakso.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Harga setiap porsi makanan rata-rata lima riyal atau sekitar Rp 15.000. Semangkuk bakso hanya berisi tiga bulatan bakso. Sebagian jemaah haji memanfaatkan keberadaan mereka untuk mendapatkan makanan tambahan lain di sela-sela waktu ibadah selain makanan prasmanan dari penyelenggara haji.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Tadi sudah makan. Makanannya lumayan enak. Ini saya iseng saja, cuma &lt;em&gt;pingin&lt;/em&gt; &lt;em&gt;ngemil &lt;/em&gt;yang hangat-hangat," kata Siti Fatimah (45), jemaah asal Gresik yang tinggal di Maktab 46.&lt;br /&gt;Bersama dua rekannya, ia membeli semangkuk bakso hangat di depan Maktab 33.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Di sana, dua pemukim asal Madura dengan sedandang bakso dan satu loyang sayur-mayur matang tengah dikelilingi jemaah yang semuanya telah berbaju ihram, dua lembar kain putih tak berjahit untuk pria dan baju putih untuk perempuan. Pemandangan serupa juga terlihat di luar maktab jemaah haji Indonesia yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Makanan memuaskan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Penyediaan makanan bagi jemaah haji di Padang Arafah termasuk lancar. Jemaah haji Indonesia antre mengambil makanan yang disediakan secara prasmanan terkendali tak jauh dari tenda-tenda jemaah yang berada di Maktab Nomor 1-71 di kawasan Maktab Asia Tenggara di Padang Arafah, padang luas di sebelah selatan Kota Mekah, pada Minggu pagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Di Maktab 45, jemaah haji kelompok terbang 46 dari embarkasi Jakarta mengantre dengan tertib untuk mengambil makanan yang pagi itu menunya nasi kuning, orek kacang, teri, telur rebus, sebuah apel merah, dan sebotol air mineral, serta teh. Panjang antrean tak sampai 10 orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pemandangan serupa juga terlihat pada kantin tempat jemaah dari kelompok terbang 14 embarkasi Balikpapan, kelompok terbang 50 embarkasi Jakarta, serta kelompok terbang 11, 15, dan 43 embarkasi dari Surabaya yang letaknya tak jauh dari kantin untuk kelompok terbang 46 embarkasi Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Alhamdulilah lancar. Menunya juga lumayan enak. Di setiap kloter ada kantinnya," kata Sumarni, seorang jemaah dari kelompok terbang 14 embarkasi Balikpapan. Jumlah anggota dalam satu kelompok terbang sendiri antara 270 orang dan 450 orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Berbeda dengan jemaah tersebut, anggota jemaah haji kelompok terbang tiga dari embarkasi Medan, Sumatera Utara, yang tinggal di Maktab 33 harus lebih sabar untuk mendapatkan makanan dengan menu yang sama. Di sana, antrean jemaah sampai beberapa meter. Barisan pengantri sampai lebih dari 70 orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Saya sudah ke sini dari pukul 06.00 tadi, tetapi belum dapat juga. Mungkin sebentar lagi," kata Mubin Sarbini (65), yang pada pukul 07.30 waktu Arab Saudi masih menunggu antrean sambil menyaksikan lima petugas katering setempat menanak nasi kuning. Ia berharap, panitia menyediakan lebih banyak tempat pengambilan makanan agar jemaah tidak perlu terlalu lama mengantre untuk mendapatkan makanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Penyediaan katering bagi jemaah selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina dilakukan secara prasmanan terkendali serta dilayani perusahaan katering yang ditunjuk pemerintah dan perusahaan katering dari Muasasah (pemilik penginapan). Jemaah yang tinggal di Maktab 1-32 dilayani perusahaan katering yang ditunjuk pemerintah, sedangkan jemaah yang tinggal di Maktab 33-71 dilayani oleh katering yang ditunjuk Muasasah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber : Antara&lt;br /&gt;Kompas&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/07/16512377/jemaah.haji.masih.bisa.jajan.bakso.di.padang.arafah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-1011449029889854465?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/1011449029889854465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=1011449029889854465' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/1011449029889854465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/1011449029889854465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/jemaah-haji-masih-bisa-jajan-bakso-di.html' title='Jemaah Haji Masih Bisa Jajan Bakso di Padang Arafah'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-6616428447437301952</id><published>2008-12-08T11:36:00.003+07:00</published><updated>2008-12-08T11:50:39.804+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Internasional'/><title type='text'>Hujan Bom Molotov Warnai Kerusuhan Yunani</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/08/101849p.jpg" border="0" width="298" /&gt;     &lt;/div&gt;        &lt;a title=" " href="http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/08/101849p.jpg" rev="loadarea::#" rel="enlargeimage::mouseover"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/08/101849t.jpg" onmouseover="" href="#" /&gt;(Getty Images/ARIS MESSINIS) &lt;/a&gt;');" border="0" height="52" hspace="2" width="70"&gt;&lt;a title=" " href="http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/08/101948p.jpg" rev="loadarea::#" rel="enlargeimage::mouseover"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/08/101948t.jpg" onmouseover="" href="#" /&gt; (Getty Images/ARIS MESSINIS)&lt;/a&gt;');" border="0" height="52" hspace="2" width="70"&gt;&lt;a title=" " href="http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/08/102135p.jpg" rev="loadarea::#" rel="enlargeimage::mouseover"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/08/102135t.jpg" onmouseover="" href="#" /&gt; (Getty Images/LOUISA GOULIAMAKI)&lt;/a&gt;');" border="0" height="52" hspace="2" width="70"&gt;&lt;a title=" " href="http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/08/102259p.jpg" rev="loadarea::#" rel="enlargeimage::mouseover"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/08/102259t.jpg" onmouseover="" href="#" /&gt;(Getty Images/ ARIS MESSINIS)&lt;/a&gt;');" border="0" height="52" hspace="2" width="70"&gt;            &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/08/10231399/Hujan.Bom.Molotov.Warnai.Kerusuhan.Yunani#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;(Getty Images/ARIS MESSINIS) &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Seorang petugas pemadam kebakaran berbicara melalui radio komunikasinya di luar Politeknik Athena pada 7 Desember 2008 saat ribuan demonstran melempari sejumlah jendela toko dan bank dengan bom bom molotov. &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/08/10231399/Hujan.Bom.Molotov.Warnai.Kerusuhan.Yunani" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                               &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;                              &lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="tanggal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Senin, 8 Desember 2008 | 10:23 WIB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;ATHENA, SENIN&lt;/strong&gt; - Ratusan pemuda terlibat dalam aksi kerusuhan di 2 kota terkemuka Yunani. Aksi kerusuhan yang dipicu oleh kemarahan publik terhadap penembakan polisi hingga menewaskan seorang remaja itu merupakan kerusuhan terburuk dalam beberapa tahun terakhir di Yunani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah pemuda yang tergabung dalam beberapa kelompok menghujani sejumlah toko dengan lemparan bom molotov, membakar beberapa kendaraan serta membuat beberapa barikade dengan kobaran api di jalan-jalan kota Athena dan Thessaloniki. Polisi antihuru-hara Yunani terpaksa berhadapan beberapa kelompok pemuda yang sebagian besar bertindak anarkis dengan melempar bom molotov, batu serta botol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepulan gas air mata terlihat di lokasi bentrokan antara polisi dan beberapa gerombolan pemuda. Aksi kerusuhan juga terlihat di beberapa kota, termasuk Hania di Crete dan beberapa kota lain di Yunani utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah bar, klub musik serta restoran menjadi sasaran luapan kemaharan gerombolan pelaku tindak anarkis di Athena. Luapan amarah massa tersebut ditumpahkan beberapa jam setelah seorang remaja pria berusia 15 tahun tewas tertembak Sabtu (6/12) oleh polisi di Exarchia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua polisi yang terlibat penembakan telah diringkus dan dikenai gugatan penganiayaan berencana serta kepemilikan senjata secara ilegal. Kedua polisi akan diadili Rabu (10/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua anggota polisi ini dilaporkan melepaskan tembakan setelah beberapa pemuda melemparkan beberapa benda ke kendaraan dari salah satu anggota polisi. Saat terhimpit menghadapi perlawanan dari beberapa pemuda itu, salah satu anggota polisi melepaskan 3 tembakan dan polisi lainnya melemparkan sebuah granat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi kekerasan sering terjadi antara polisi antihuru-hara dan pelaku tindak anarkis dalam beberapa unjuk rasa yang berlangsung di Yunani. Peristiwa penembakan terhadap seorang remaja hingga tewas oleh seorang polisi pada unjuk rasa tahun 1985 membekas dengan aksi kerusuhan selama beberapa pekan. Pada tahun 1999, kunjungan Presiden AS yang saat itu dijabat oleh Bill Clinton telah mengundang unjuk rasa bernuansa kekerasan di Athena sehingga berujung pada pembakaran beberapa toko.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;JIM&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sumber : AP&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                        &lt;b   style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);font-family:arial;font-size:11px;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kompas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic;"&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/08/10231399/Hujan.Bom.Molotov.Warnai.Kerusuhan.Yunani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-6616428447437301952?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/6616428447437301952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=6616428447437301952' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/6616428447437301952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/6616428447437301952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/hujan-bom-molotov-warnai-kerusuhan.html' title='Hujan Bom Molotov Warnai Kerusuhan Yunani'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-1588459158561162857</id><published>2008-12-07T17:16:00.002+07:00</published><updated>2008-12-07T17:18:52.286+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni dan Sastra'/><title type='text'>Thx God</title><content type='html'>&lt;div class="note_header"&gt;&lt;div class="byline"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;19 Oktober 2008 jam 11:30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="note_content clearfix"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;sekarang aku tau bahwa Tuhan ingin aku jadi manusia&lt;br /&gt;bukan dewa atau dewi&lt;br /&gt;Dia menuntunku memahami hidup&lt;br /&gt;yang menjadikannku manusia&lt;br /&gt;bahagia rasanya saat aku menyadari bahwa diri aku dicintai apa adanya&lt;br /&gt;tidak perlu menjadi orang lain&lt;br /&gt;tidak perlu menjadi sesuai standard orang lain&lt;br /&gt;just became my self&lt;br /&gt;dan aku bahagia karenanya&lt;br /&gt;karena aku diberi waktu untuk mengenal&lt;br /&gt;dan melihat cinta Tuhan dalam bentuk nyata&lt;br /&gt;di perjalanan hidupku sehari-hari&lt;br /&gt;bahkan di hal yang paling buruk di mata manusia&lt;br /&gt;aku bisa melihat&lt;br /&gt;Tangan Tuhan bekerja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Cindhe Puspito, dr.&lt;br /&gt;Dokter sekaligus Pencinta Seni &amp;amp; Sastra&lt;br /&gt;www.cindhepuspito.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-1588459158561162857?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/1588459158561162857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=1588459158561162857' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/1588459158561162857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/1588459158561162857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/thx-god.html' title='Thx God'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-4926340511804972680</id><published>2008-12-07T17:12:00.003+07:00</published><updated>2008-12-07T17:19:20.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni dan Sastra'/><title type='text'>diam</title><content type='html'>&lt;div class="note_header"&gt;&lt;div class="byline"&gt;29 Oktober 2008 jam 10:51&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="note_content clearfix"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;kadang aku berpikir mungkin aku lebih baik diam&lt;br /&gt;meski slama ini aku merasa sudah banyak diam&lt;br /&gt;aku tak bisa menentukan kapan aku mati,atau bagaimana aku mati&lt;br /&gt;aku cuma bisa memustuskan bagaimana aku menjalani hidupku sekarang&lt;br /&gt;tidak mungkin semua menerimaku apa adanya&lt;br /&gt;meski aku ingin&lt;br /&gt;kadang aku bertanya&lt;br /&gt;apa memang harus ada yang salah&lt;br /&gt;sehingga orang slalu sibuk mencari siapa yang salah&lt;br /&gt;aku tidak mengerti&lt;br /&gt;dan mungkin&lt;br /&gt;lebih baik&lt;br /&gt;aku diam&lt;br /&gt;karena aku tak kan pernah cukup bagi orang lain&lt;br /&gt;kecuali bagi diriku sendiri&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Cindhe Puspito, dr.&lt;br /&gt;Dokter sekaligus pencinta seni &amp;amp; sastra&lt;br /&gt;www.cindhepuspito.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-4926340511804972680?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/4926340511804972680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=4926340511804972680' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/4926340511804972680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/4926340511804972680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/diam.html' title='diam'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-7181923932455262007</id><published>2008-12-07T17:10:00.003+07:00</published><updated>2008-12-07T17:19:43.128+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni dan Sastra'/><title type='text'>CINTA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt; &lt;div class="byline"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;09 Oktober 2008 jam 10:54&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  cinta tak bisa disebut cinta bila kemudian kita mengklaim bahwa orang yang kita cintai adalah milik kita&lt;br /&gt;karena saat itulah kemudian kita akan membuat pasangan kita dan diri kita sendiri mati karena tidak membiarkannya berkembang menjadi manusia yang utuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta akan menjadi cinta bila kita sanggup membebaskan membiarkan orang yang kita cintai dan diri kita menjadi manusia, dengan segala perasaan , sgala peristiwa yang terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencintai berarti hadir tanpa syarat dengan ketulusan hati, menjadi teman hidup untuk berbagi, saling menghargai dan tidak menghakimi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita lupa bahwa pasangan kita dan kita adalah 2 pribadi yang berbeda, dan masing-masing akan menggenapi dan menemukan dirinya dengan cara yang berbeda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita lupa bahwa ada bersama berarti ada dalam keadaan apapun, smua perasaan dan smua peristiwa yang terjadi dalam hidpnya, dia boleh menangis, marah, sedih, bahkan bila tertarik dengan orang lain.. dan kebersamaan berarti melalui semuanya bersama- sama , dan itu berarti perlu keterbukaan dan kepercayaan penuh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa itu smua yang ada hanya akan ketakutan&lt;br /&gt;dan mulailah cinta itu menjadi suatu keterikatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;padahal di dalam cinta seharusnya orang akan bebas, dan tidak ada rasa takut... karena apapun yang terjadi kita akan diterima sebagaimana apa adanya diri kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bila kita diterima sebagai mana apa adanya yang pasangan kita inginkan, itu bukan cinta namanya&lt;br /&gt;tapi cinta diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan cinta selalu bertindak karena hati bukan atas dasar standard yang dibangun dalam diri kita, keluarga atau masyarakat, bukan juga karena ketakutan dan kekhawatiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bebas lepas seperti merpati&lt;br /&gt;dan memeluk seperti menadah air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta tak pernah memilih&lt;br /&gt;bila cinta sudah memiliki kriteria itu bukan cinta namanya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Cindhe Puspito, dr.&lt;br /&gt;Dokter sekaligus pecinta seni &amp;amp; sastra&lt;br /&gt;www.cindhepuspito.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-7181923932455262007?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/7181923932455262007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=7181923932455262007' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/7181923932455262007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/7181923932455262007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/cinta.html' title='CINTA'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-6860681188576290617</id><published>2008-12-07T15:43:00.004+07:00</published><updated>2008-12-07T17:26:10.299+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Kedudukan Hukum Adat Sebelum dan Sesudah Berlakunya UUPA</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;(Sebuah Tinjauan Singkat)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Tanah merupakan tempat manusia menjalani dan melanjutkan kehidupannya. Di dalam Hukum Adat, tanah ini merupakan masalah yang sangat penting. Tanah sebagai tempat mereka berdiam, tanah yang memberi makan mereka, dan tanah tempat mereka dimakamkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tanah adat merupakan milik dari masyarakat hukum adat yang telah dikuasai sejak dulu. Pemanfaatannya dilakukan untuk sebesar–besar kemakmuran rakyat. Untuk mencapat tujuan itu, diperlukan campur tangan penguasa yang berkompeten dalam urusan tanah, khususnya mengenai lahirnya, berpindah dan berakhirnya hak milik atas tanah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di lingkungan hukum adat, mengenai lahirnya, berpindah dan berakhirnya hak milik atas tanah dilakukan oleh kepala berbagai persekutu hukum, seperti kepala atau pengurus desa. Jadi, jika timbul permasalahan yang berkaitan dengan tanah adat ini, maka pengurus-pengurus yang telah ada itulah yang akan menyelesaikannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam hukum tanah adat ini terdapat kaedah–kaedah hukum. Keseluruhan kaedah hukum yang tumbuh dan berkembang di dalam pergaulan hidup antar sesama manusia sangat berhubungan erat dengan pemanfaatan antar sesama manusia sekaligus guna menghindari perselisihan dan pemanfaatan tanah dengan cara yang sebaik–baiknya.Hal inilah yang diatur di dalam hukum tanah adat. Dari ketentuan–ketentuan hukum tanah ini akan timbul hak dan kewajiban yang berkaitan erat dengan hak–hak yang ada diatas tanah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sistem hukum tanah pada saat kolonial berkuasa mengandung dualisme hukum.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=6860681188576290617#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;"  lang="IN"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Pertama bagi penduduk pribumi berlaku hukum adat, sedangkan yang kedua bagi golongan lainnya berlaku hukum Barat, karena pada masa penjajahan, sistem hukum pertanahan yang dijalankan pemerintah menganut dan berorientasi pada sistem hukum Belanda dan Eropa. Akan tetapi, pada kenyataan kepentingan golongan Bumi Putera selalu dalam posisi yang lemah bahkan tidak menjamin adanya kepastian hukum bagi hak-hak rakyat atas tanah dan mengabaikan keberadaan hukum (masyarakat) adat termasuk hak kepemilikan tanah adat (&lt;i&gt;ulayat&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam Konsepsi hukum tanah adat yang merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur kehidupan masyarakat Indonesia, yang mengedepankan keseimbangan antara “kepentingan bersama” dengan “kepentingan perseorangan”. Pemilikan dan pemanfaatan tanah harus memperhatikan keselarasan.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=6860681188576290617#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;"  lang="IN"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Menurut Sumantri, konsepsi hukum tanah adat berbeda dengan konsepsi hukum tanah Barat, dalam hukum tanah Barat dasarnya adalah “Individualisme” dan “liberalisme”. Secara harfiah individualisme merupakan suatu ajaran yang memberikan nilai utama pribadi, sehingga masyarakat hanyalah suatu sarana untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi. Dalam sistem hukum Belanda hak perorangan dinamakan “&lt;i&gt;Hak Eigendom&lt;/i&gt;” dimana &lt;i&gt;Eigem&lt;/i&gt;/orang-nya dapat berbuat apa saja dengan tanah itu baik menjual, menggadaikan, menghibahkan, menggunakan atau menelantarkan, dan bahkan merusaknya asal tidak bertentangan dengan undang-undang atau hak-hak orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam konsepsi komunis yang berkembang sejak pertengahan abad ke-19 melalui manifesto komunis oleh Karl Max dan Frederick Engels sangat berbeda dengan konsepsi individualisme dan liberalisme. Menurut konsepsi ini terjadinya kemelaratan sebagian besar rakyat karena hasil produksi tidak terbagi secara merata. Dan hal ini disebabkan karena tanah dan alat-alat produksi lain yang dimiliki orang perorangan. Dengan demikian, maka tanah dan alat-alat produksi yang lain harus dimiliki bersama oleh rakyat supaya hasil produksi terbagi secara merata. Sedangkan dalam sistem hukum tanah yang berkonsepsi feodal, hak penguasaan yang tertinggi adalah “Hak Milik Raja”. Semua tanah di seluruh wilayah negara adalah milik raja. Tidak ada lagi penguasaan atas tanah yang setingkat hak milik, karena hak-hak penguasaan yang lain bersumber pada Hak Milik raja dan mereka hanya sebagai pemakai/ penggarap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sebelum lahirnya hukum agraria kolonial, di Indonesia telah berlaku hukum tanah adat dan hukum tanah swapraja. Kebutuhan akan hukum agraria yang menjamin kepastian dan perlindungan hukum hak-hak masyarakat dirasakan sangat mendesak, dan sejak 24 September 1960 ditetapkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria atau sering disebut Undang-undang Pokok Agraria (UUPA). Undang-undang ini lahir setelah melalui proses yang cukup lama, menganut unifikasi hukum dan berdasarkan hukum adat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  lang="IN" &gt;Menurut Boedi Harsono, hukum adat dijadikan sumber utama dan merupakan hukum aspiratif, dalam arti jika sesuatu hal belum diatur dalam peraturan maka yang berlaku hukum adat, sepanjang tidak bertentangan dengan jiwa dan ketentuan UUPA.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  lang="IN" &gt;Hukum tanah adat merupakan hukum asli, mempunyai sifat yang khas, dimana hak-hak perorangan atas tanah merupakan hak pribadi akan tetapi didalamnya mengandung unsur kebersamaan, yang dalam istilah modern disebut &lt;span style=""&gt;“fungsi sosial”&lt;/span&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=6860681188576290617#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;"  lang="IN"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Hukum adat merupakan sumber utama hukum undang-undang pokok agrarian atau hukum pertanahan Indonesia, walaupun hukum adat merupakan dasar dari Undang-undang Pokok Agraria tetapi permasalahan terhadap hak kepemilikan atas tanah dalam masyarakat adat di Indonesia telah ada sejak jaman penjajahan Belanda.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=6860681188576290617#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;"  lang="IN"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Hal ini membawa kita kepada suatu pemahaman bahwa tanah adat atau hukum tanah adat di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam pola hidup dalam persekutuan masyarakat hukum adat.&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px; height: 4px;font-size:78%;"  width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=6860681188576290617#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt; Zulfikar, Opini: &lt;i style=""&gt;Nasib Tanah Hak Ulayat Aceh&lt;/i&gt;, terdapat di situs resmi LBH Banda Aceh. Dijelaskan juga pada: Ahmad Fauzie Ridwan, &lt;i style=""&gt;“Hukum Tanah Adat – Multi Disiplin Pembudayaan Pancasila”&lt;/i&gt;, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;: Dewaruci Press, 1982, hal. 12.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=6860681188576290617#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt; &lt;i style=""&gt;Ibid&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=6860681188576290617#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt; &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;i style=""&gt;Undang-Undang Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria&lt;/i&gt;, UU No. 5 LN. No. 104 Tahun 1960, Tanggal 24 September 1960, Pasal 6.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=6860681188576290617#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt; Zulfikar, &lt;i style=""&gt;Op. Cit.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-6860681188576290617?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/6860681188576290617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=6860681188576290617' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/6860681188576290617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/6860681188576290617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/kedudukan-hukum-adat-sebelum-dan.html' title='Kedudukan Hukum Adat Sebelum dan Sesudah Berlakunya UUPA'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-7372072251293490402</id><published>2008-12-07T15:35:00.002+07:00</published><updated>2008-12-07T15:39:58.133+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seks'/><title type='text'>Do You Know???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f3/Image-Vagina-anatomy-labelled1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 425px; height: 475px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f3/Image-Vagina-anatomy-labelled1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;WATCH AND LEARN...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-7372072251293490402?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/7372072251293490402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=7372072251293490402' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/7372072251293490402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/7372072251293490402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/do-you-know.html' title='Do You Know???'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-2276726307852190688</id><published>2008-12-07T15:28:00.002+07:00</published><updated>2008-12-07T15:30:45.518+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seks'/><title type='text'>4 Teknik Perlambat Orgasme</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="98%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;         &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                                &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;p&gt;Setiap pria atau wanita pasti menghendaki munculnya orgasme saat melakukan hubungan seksual. Karena kondisi ini merupakan puncak rasa dimana kenikmatan betul-betul membuat kita semua yang pernah melakukan ingin mengulanginya terus.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Tentu saja, tidak mudah untuk mencapai kondisi orgasme yang betul-betul rasanya nikmat luar biasa. Dalam hal ini foreplay sangat mempengaruhi. Namun di samping itu kebiasaan memperlambat orgasme bisa jadi merupakan strategi tersendiri supaya orgasme yang kita rasakan benar-benar nikmat tiada tara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Berikut ini empat petunjuk bagaimana memperlambat orgasme menurut Joel. D.  Block, PhD.:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;strong&gt;1. Variasikan pola gerakan&lt;/strong&gt;. Selang seling gerakan Anda saat melakukan penetrasi. Kadang cepat, kadang lambat. Bisa juga dengan mengubah posisi penis yang dimasukkan, kadang dalam, kadang hanya ujung saja yang masuk vagina. Bisa juga secara berkala, hentikan gerakan saat penetrasi selama beberapa detik. Rasailah nikmat yang luar biasa itu dalam-dalam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;strong&gt;2. Lakukan tekanan pada perineum.&lt;/strong&gt; Perineum adalah daerah antara skrotum dan anus. Sebelum ejakulasi, gunakan tiga jari Anda untuk menekan daerah tersebut. Mintalah pasangan Anda melakukannya. Teknik ini sederhana dan sudah dipraktekkan selama lima ribu tahun di negeri China.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;strong&gt;3. Kencangkan otot sekitar kemaluan.&lt;/strong&gt; Saat penetrasi berlangsung, sekali-sekali tarik penis sehingga hanya ujungnya saja yang berada dalam vagina. Berhentilah sebentar, kemudian kencangkan otot sekitar kemaluan dan dubur selama beberapa detik. Lakukan langkah ini beberapa kali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;strong&gt;4. Mengubah-ubah rangsangan.&lt;/strong&gt; Pada saat Anda sangat terangsang, usahakan agar tidak langsung menuruti hasrat tersebut. Tahan untuk tidak segera melakukan penetrasi. Lakukan gerakan lain yang kira-kira membuat Anda merasa benar-benar mengasyikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber: Senior&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;http://www.solusisehat.net/tips_kesehatan.php?id=1082&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-2276726307852190688?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/2276726307852190688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=2276726307852190688' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2276726307852190688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2276726307852190688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/4-teknik-perlambat-orgasme.html' title='4 Teknik Perlambat Orgasme'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-4792546473563238497</id><published>2008-12-07T15:19:00.002+07:00</published><updated>2008-12-07T15:24:30.395+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Olah Raga'/><title type='text'>Ronaldo Ganti Dirinya Sendiri</title><content type='html'>&lt;span class="judul"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="reporter"&gt;&lt;strong&gt;Andi Abdullah Sururi&lt;/strong&gt; - detiksport&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;             &lt;div class="illustrasi"&gt;   &lt;img src="http://www.detiksport.com/images/content/2008/12/07/72/Ronaldo-meringis.jpg" border="0" hspace="0" vspace="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;color:#000000;"&gt;&lt;small&gt;Ronaldo (AFP/Ian Kington)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;         &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Manchester&lt;/strong&gt; - Ada satu cerita dari penampilan Cristiano Ronaldo dalam laga Manchester United versus Sunderland di Old Trafford, Sabtu (6/12/2008) malam, ketika ia terlihat mengganti dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kehilangan mencetak sebuah gol, Ronaldo terlibat benturan dengan Andy Reid di menit 65. Ia tampak kesakitan di bagian rusuk, dan tak lama setelah itu ia seperti tak bisa melanjutkan permainan. Ia menaruh bola di luar garis lapangan, lalu berjalan keluar arena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, saat itu belum ada pemain MU yang melakukan pemanasan dan bersiap menggantikan Ronaldo. Manajer &lt;em&gt;Sir &lt;/em&gt;Alex Ferguson yang duduk di bangku penonton karena sedang menjalani skorsing, tampak langsung menelepon stafnya di &lt;em&gt;bench&lt;/em&gt; untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini langsung menimbulkan tafsiran macam-macam di kalangan media setempat. Penyebab Ronaldo "menyerah" pun masih samar-samar, apakah memang cederanya parah, atau dia sudah frustasi karena MU tak kunjung berhasil menjebol gawang lawan -- dan baru memperolehnya di menit-menit terakhir lewat gol Nemanja Vidic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang dipertanyakan adalah kenapa Ronaldo ngeloyor begitu saja dan mengganti dirinya sendiri, sebelum ada instruksi lebih lanjut dari timnya. Tak heran jika attitude pemain yang baru dinobatkan sebagai pemenang &lt;em&gt;Ballon d'Or 2008&lt;/em&gt; itu kembali disoroti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu, misalnya, ia dikartu merah karena menggunakan tangannya saat menyambut sebuah bola lambung di kotak penalti Manchester City. Ketika itu ia berdalih mendengar wasit meniup peluitnya sehingga gerakannya menjadi tanggung dan "terpaksa" menggerakannya tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua pekan sebelumnya Ronaldo juga terlibat insiden kecil dengan suporter Aston Villa yang mengejeknya ketika meninggalkan lapangan di Villa Park, saat kedua tim bermain 0-0. Ronaldo waktu itu merespons ejekan fans tersebut dengan menunjuk nomor tujuh di celananya, lalu mengacungkan telunjuknya ke atas, seakan-akan ia mengingatkan bahwa dia adalah yang nomor satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga belum lama ini, ketika Portugal kalah 3-6 dari Brasil dalam laga ujicoba, gelandang 'Tim Samba' Thiago Silva mengkritik sebuah tabiat Ronaldo. Ia menyebut Ronaldo "pendendam" karena berbalik menekel keras dirinya setelah lebih dulu mendapat hal serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, Ferguson menjelaskan bahwa Ronaldo memang cedera. Dan sang manajer tidak terkesan marah atas kelakuan anak buahnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia bahkan tidak perlu menghampiri bench lagi. Hal terbaik buat dia adalah langsung mendapat perawatan," tukas Ferguson seperti dikutip dari &lt;em&gt;Daily Mail.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sejauh ini sang bos masih baik-baik saja, tapi Ronaldo disarankan lebih berhati-hati pada sikapnya. Ferguson sudah dikenal sebagai figur yang tak mau dikalahkan anak buahnya sendiri. Jaap Stam, David Beckham, dan Ruud van Nistelrooy tahu betul bagaimana jadinya jika lelaki 66 tahun itu marah dan merasa tidak senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi Ronaldo pernah membuat kesibukan di markas MU ketika berkali-kali menyatakan keinginannya pindah ke Real Madrid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;  ( a2s / din )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2008/12/07/123026/1049546/72/ronaldo-ganti-dirinya-sendiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-4792546473563238497?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/4792546473563238497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=4792546473563238497' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/4792546473563238497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/4792546473563238497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/ronaldo-ganti-dirinya-sendiri.html' title='Ronaldo Ganti Dirinya Sendiri'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-3796146027999417295</id><published>2008-12-07T15:13:00.002+07:00</published><updated>2008-12-07T15:15:27.538+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Perawatan Organ Reproduksi Cowok</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 99, 255);font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;Dibanding dengan vagina, penis cenderung lebih "kuat" terhadap infeksi dan iritasi karena sebagian besar penis dilindungi kulit yang cukup tebal. Kalaupun ada infeksi, cowok biasanya akan lebih mudah dan cepat tahu, karena biasanya ditandai dengan rasa sakit saat kencing. Meski demikian, banyak juga yang mesti kita ketahui untuk menjaga agar organ seksual kita selalu sehat dan tidak terserang penyakit yang dapat merugikan diri kita atau pasangan kita. Yuk, kita simak!Pada umumnya, perawatan kesehatan organ reproduksi cowok hampir sama dengan perawatan organ reproduksi cewek, diawali dengan menjaga kebersihan secara umum. Begitu pula dengan organ seksual kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Berikut ini tips untuk menjaga kebersihan alat kelamin kita:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah buang air kecil. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Penis harus dicuci dengan air dan sabun lembut minimal sehari   sekali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Kalau tidak disunat, harus lebih teliti dalam membersihkan daerah kelamin. Mengapa? Karena, kelenjar-kelenjar di sekitar ujung penis kita setiap hari menghasilkan &lt;i&gt;smegma&lt;/i&gt;, suatu zat berwarna putih dan agak lengket. Bila tidak dibersihkan, &lt;i&gt;smegma&lt;/i&gt; akan membusuk, bercampur keringat dan bakteri, sehingga menimbulkan bau tak sedap serta dapat menimbulkan infeksi. Pada penis yang disunat, kepala penis ada dalam keadaan terbuka sehingga mudah membersihkannya. Pada penis yang tidak disunat, masih ada kulit yang menutupi sebagian kepala penis, disebut kulup (&lt;i&gt;foreskin&lt;/i&gt;). Biasanya &lt;i&gt;smegma&lt;/i&gt; menumpuk di balik kulit ini. Untuk membersihkannya, tariklah kulup ke arah belakang, dan cuci bersih permukaan kepala penis dan juga kulit serta lipatan-lipatannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Sesudah mencuci alat kelamin kita, jangan lupa mengeringkannya dengan handuk atau lap sebelum memakai celana kembali. Hal ini penting untuk mencegah timbulnya jamur yang menimbulkan rasa gatal di sekitar alat kelamin, karena jamur sangat mudah tumbuh di daerah yang lembab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Pakaian dalam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Sebaiknya kita memilih dan mengenakan pakaian dalam yang terbuat dari katun, karena bahan ini menyerap keringat sehingga tidak membuat daerah kelamin kita kepanasan dan lembab. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Hindari memakai celana dalam (maupun luar, misalnya, celana jins) yang terlalu ketat, karena selain membuat peredaran darah tidak lancar juga akan membuat penis dan testis kita kepanasan. Panas berlebihan, yang disebabkan oleh suhu udara, keringat, dan pakaian yang terlalu ketat, akan menurunkan kualitas sperma sehingga menurunkan kemampuannya untuk membuahi sel telur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Pemeriksaan sendiri &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Pemeriksaan testis dapat dilakukan sendiri untuk memastikan tidak ada benjolan atau gumpalan yang bisa jadi merupakan tanda-tanda awal kanker testis. Kanker testis merupakan kanker yang sering terjadi pada cowok berusia 25 tahun-30 tahun, dan dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain. Karena itu, amat penting untuk mendeteksinya sejak dini sehingga dapat diobati sebelum lebih parah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Pemeriksaan testis dilakukan dengan cara: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Sebelum pemeriksaan, mandilah dengan air hangat, untuk membuat kulit skrotum relaks dan lunak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Kenalilah bentuk, ukuran, dan berat testis kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Dengan menggunakan kedua belah tangan, pegang dan balikkan/gulingkan masing-masing testis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Kenali adanya&lt;i&gt; epididymis&lt;/i&gt;, yaitu semacam struktur berbentuk seperti tali tambang yang ada di atas dan di belakang masing-masing testis. Hal ini sangat normal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Waspadai adanya benjolan kecil di bawah kulit, di bagian depan atau sepanjang testis. Benjolan ini mungkin sebesar butiran beras atau kacang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Bila ada pembengkakan atau benjolan, segera periksakan diri ke dokter.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Lakukan/ulangi pemeriksaan pada tanggal yang sama setiap bulan. Bila pada testis kita ada benjolan atau pembengkakan, kamu jangan panik! Benjolan tidak serta merta berarti terkena kanker, tetapi untuk memastikan apa yang sedang terjadi pada diri kita, tentunya kita harus segera periksa ke dokter. Apabila dideteksi dan diobati sejak dini, kanker testis biasanya dapat disembuhkan dengan sempurna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Hal-hal yang harus segera diwaspadai adalah bila kamu menemukan salah satu testis membengkak atau terasa lebih berat dari biasanya, dada (buah dada) membesar dan terasa lunak, timbul luka yang tidak kunjung sembuh, ada benjolan kecil pada testis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Bila kita menemukan salah satu atau lebih dari hal-hal ini, jangan tunggu lama-lama, segera memeriksakan diri ke dokter. Enggak &lt;i&gt;usah&lt;/i&gt; malu diperiksa dan berkonsultasi. Ingat, malu bertanya sesat di jalan. Lebih baik sedikit menahan rasa malu untuk mendapat informasi yang jelas daripada menyesal di kemudian hari, ya enggak?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Pemeriksaan ke dokter&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Sayangnya, tidak ada dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi untuk cowok. Namun, kita bisa memeriksakan diri ke dokter umum. Sebaiknya datangi dokter langganan kita sekali setahun untuk pemeriksaan menyeluruh, termasuk pemeriksaan organ reproduksi. Bila dalam pemeriksaan itu ada ketidaknormalan di sekitar alat kelamin, namun dokter tidak dapat mendiagnosanya, ia akan merujuk ke dokter spesialis urology atau klinik kesehatan seksual.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Selain pemeriksaan rutin setahun sekali, kita harus segera memeriksakan diri ke dokter bila menemui atau mengalami hal-hal sebagai berikut pada alat kelamin kita: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; terdapat luka, lecet, atau ruam, atau kutil di daerah testis,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; terasa gatal terus-menerus, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; uretra atau saluran kencing mengeluarkan cairan yang tidak biasa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Jujurlah pada dokter yang memeriksa, supaya ia dapat memeriksa kesehatan kita dengan sebaik-baiknya. Beritahukan pada dokter apakah kita pernah melakukan hubungan seks, termasuk apakah hubungan seks itu dilakukan dengan aman atau tidak, menggunakan obat bius, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan kesehatan kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Seputar sunat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Banyak dan sering orang menanyakan, apakah sunat atau khitan harus dilakukan dan untuk apa. Seperti diketahui, sunat merupakan operasi kecil yang membuang kulup dan membiarkan kepala penis dalam keadaan terbuka. Tindakan ini biasanya dilakukan saat seorang cowok masih kecil. Banyak orang melakukan ini untuk alasan kebersihan, atau karena faktor agama. Orang yang tidak disunat pun dapat menjaga kebersihan penisnya dengan cara seperti yang sudah kita bahas di atas. Dari segi medis, dalam keadaan tertentu, sunat harus dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada, seperti misalnya kulup yang terlalu ketat dan tidak dapat ditarik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Beberapa kalangan medis yakin, sunat dapat mengurangi risiko infeksi saluran kencing, kanker penis, dan risiko penularan penyakit menular seksual (PMS), namun hal ini belum dapat dibuktikan. Yang lebih sering terjadi, orang melakukan sunat karena alasan tradisi, agama, kepercayaan, dan standar budaya tertentu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Nah &lt;i&gt;temen-temen cowok&lt;/i&gt;, itulah seputar perawatan kesehatan organ reproduksi kita. Kalau masih ada yang kurang jelas atau ingin ditanyakan, jangan ragu untuk tanya ke klinik dan dokter terdekat atau datang ke Youth Center PKBI yang ada di kota kalian. &lt;i&gt;Okay&lt;/i&gt;?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:78%;"  &gt;On: http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0110/05/dikbud/pera40.htm&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-3796146027999417295?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/3796146027999417295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=3796146027999417295' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/3796146027999417295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/3796146027999417295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/perawatan-organ-reproduksi-cowok.html' title='Perawatan Organ Reproduksi Cowok'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-2037035500855201841</id><published>2008-12-07T12:31:00.006+07:00</published><updated>2008-12-08T11:51:16.496+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Internasional'/><title type='text'>Pesta Rp 235 Miliar Tandai Pembukaan Hotel Rp 19 Triliun</title><content type='html'>&lt;h2 style="font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Di tengah krisis dunia, Dubai malah ‘membuang’ uang jutaan dollar AS hanya dalam semalam. Sebuah pesta mewah digelar untuk menandai launching &lt;a href="http://www.atlantisthepalm.com/" target="_blank"&gt;hotel mewah Atlantis&lt;/a&gt;, Kamis (20/11). Tak kurang dari 20 juta dollar AS (sekitar Rp 235 miliar) dihamburkan dalam semalam. Sekitar 1,5 juta dollar AS (Rp 18 miliar) di antaranya hanya untuk membayar penyanyi Australia Kyle Minoque.&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="entry"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span id="more-165"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="width: 467px; height: 285px;" src="http://seattletimes.nwsource.com/ABPub/2008/11/20/2008416521.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Pesta pembukaan hotel yang berlokasi di pucuk pulau buatan Palm Jumeirah itu dihadiri lebih dari 2.000 selebriti dunia. Di antara tamu tampak ratu talk show Oprah Winfrey, aktor Robert De Niro dan Denzel Washington, aktris Charlize Theron dan Lindsay Lohan, serta mantan pebasket NBA Michael Jordan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mereka bersanding dengan pebisnis papan atas seperti Sir Richard Branson dan para elite di keemiran Dubai. Kalangan VIP dunia itu dihibur dengan penampilan si seksi Kylie Minogue selama acara pembukaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Para undangan dilayani oleh 1.000 orang dan 500 koki, sebagian besar dari India. Hidangan untuk para tamu menghabiskan 4.000 ekor kalkun, 300 kg ikan salmon, 5.000 potong sushi, dan yang paling mengejutkan adalah 1,7 ton lobster.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada juga sampanye premium Veuve Clicquot yang jumlahnya disebut-sebut cukup untuk menenggelamkan pulau buatan Palm Jumeirah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Puncak pesta adalah diluncurkannya kembang api raksasa yang besarnya lebih besar daripada kembang api yang digunakan dalam pembukaan Olimpiade 2008 Beijing lalu. Panita mengklaim kembang api itu bisa dilihat dari luar angkasa. Sebuah satelit yang sedang melintas dilaporkan mengabadikan pesta kembang api itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bintang terbesar dalam pesta itu adalah Hotel Atlantis sendiri yang biaya pembangunannya menelan 1,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 19 triliun). Hotel itu dirampungkan dalam waktu 2,5 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hotel ini berkapasitas 1.539 kamar. Salah kamar dibangun di jembatan yang menghubungkan dua menara. Kamar bertarif 35.000 dolar AS (Rp 422 juta) semalam. Kamar paling eksklusif ini disewa pertama oleh bintang Bollywood Shah Rukh Khan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sol Kerzner, pemilik hotel, mengatakan pesta perlu digelar besar-besaran karena mereka ingin seluruh dunia tahu. Kelzner menolak tuduhan yang menyebutnya berlebihan dalam menjamu tamu-tamu kelas A itu pada peluncuran hotelnya. “Saya tidak mencarterkan pesawat-pesawat pribadi untuk mereka. Mereka datang dengan pesawat sendiri atau penerbangan komersial lainnya,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Saat ini kami menghadapi tantangan. Perekonomian dalam resesi dan kami harus menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah ini. Kami juga harus berhati-hati dengan tingkat pengeluaran,” imbuh pengusaha hotel dan kasino asal Afrika Selatan itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelzner didukung Colin Cowie, perancang pesta malam itu. Dia menyamakan logistik pesta pantai itu dengan pendaratan pasukan di Normandia. “Saya ditanya mengapa menggelar pesta seperti ini di tengah perekonomian yang sulit. Dananya sudah disiapkan sejak tahun lalu. Anda harus bermimpi besar untuk mendapatkan hasil besar,” jawab Cowie.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.kompas..com/read/xml/2008/11/22/09525660/Pesta.Rp.235.Miliar.Tandai.Pembukaan.Hotel.Rp.19.Triliun" target="_blank"&gt;kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas..com/read/xml/2008/11/22/09525660/Pesta.Rp.235.Miliar.Tandai.Pembukaan.Hotel.Rp.19.Triliun" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;http://www.beritaunik.com/luar-negeri/public/pesta-rp-235-miliar-tandai-pembukaan-hotel-rp-19-triliun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-2037035500855201841?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/2037035500855201841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=2037035500855201841' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2037035500855201841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2037035500855201841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/pesta-rp-235-miliar-tandai-pembukaan.html' title='Pesta Rp 235 Miliar Tandai Pembukaan Hotel Rp 19 Triliun'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-4752501428049773522</id><published>2008-12-07T12:12:00.003+07:00</published><updated>2008-12-07T12:17:52.472+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Larangan minum Antibiotik campur Susu ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak dari kita menerka nerka tentang larangan minum Antibiotik dengan susu, berikut beberapa informasi dan keterangan terkait yang bisa menjadi pemecahan pertanyaan ini, sebaiknya kita simak dan cermati agar tidak menjadi rancu dan merasa terjebak dengan larangan ini &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Antibiotik&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Antibiotik berasal dari kata yunani tua, yang merupakan gabungan dari kata anti (lawan) dan bios (hidup). Kalau diterjemahkan bebas menjadi “melawan sesuatu yang hidup”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Antibiotika di dunia kedokteran &lt;strong&gt;digunakan sebagai obat untuk memerangi infeksi yang disebabkan oleh BAKTERI atau oleh PROTOZOA.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cara kerja obat antibiotik ini dapat dibedakan menjadi tiga:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;- bakteri akan dicegah tingkat pertumbuhannya&lt;br /&gt;- bakteri dimusnahkan, tetapi secara secara materi(physical) masih ada&lt;br /&gt;- bakteri dimusnahkan dan selnya dihancurkan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Sejarah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Antibotik pertama ditemukan tahun 1910 dan  dinamakan Arsphenamin. Paul Ehrlich, penemu Arsphenamin yang diabadikan dalam mata uang Jerman, kemudian tahun 1935 ditemukan Sulfonamid, digunakan negara Jerman semasa PD II.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebelumnya  ditemukan antibiotik yang paling dikenal, yaitu&lt;strong&gt; Penicillin&lt;/strong&gt; tahun 1928 oleh Alexander Fleming, ilmuan dari Skotlandia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penicillin ini berbeda dengan pendahulunya, yang tidak terdapat di alam, sehingga dalam produksinya di sintesis secara laboratorium.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penicillin &lt;strong&gt;hanya dapat dihasilkan dari mikroorganisme (jamur) tertentu&lt;/strong&gt;, tepatnya dari molekul hasil respirasi (pertukaran gas) jamur atau bakteri. Sehingga hanya dapat dihasilkan dalam jumlah (dosis) yang sedikit.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini menyebabkan sulitnya menghasilkan penicillin dalam jumlah yang memadai, sehingga &lt;strong&gt;baru tahun 1942 pertama kali digunakan pada pasien&lt;/strong&gt;, setelah penicillin berhasil diproduksi banyak melalui proses fementasi!!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penicillin menjadi obat yang teramat penting dimasa  perang PD II.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penemuan penicillin kemudian disusul oleh penemuan antibiotik lainnya, seperti Streptomycin, Chloramphenicol, Aureomycin, Tetracyclin, dll.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kebanyakan antibiotik yang terdapat sekarang berasal dari alam dan diperoleh dari hasil sintesis (laboratory).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekarang penicillin diproduksi secara bioteknologi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Resisten&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam pengobatannya antibiotik memerlukan waktu hari hingga minggu lamanya, agar bakteri dapat dimusnahkan sepenuhnya.&lt;br /&gt;Dalam masa pengobatan ini antibiotik harus diminum secara teratur,&lt;br /&gt;sesuai dengan resep yang diberikan dokter.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penghentian pengobatan antibiotik yang terlalu cepat akan menyebakan bakteri menjadi resisten!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bakteri yang resisten ini akan menular dan &lt;strong&gt;menyebabkan antibiotik yang ada di pasaran menjadi tidak berguna!!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Larangan minum obat Antibiotik campur Susu&lt;br /&gt;Benarkah???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Larangan ini tidak sepenuhnya benar!! dan bukan berarti juga Salah !?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Hanya sebanyak 15% &lt;/strong&gt;dari antibiotik oral (pil) yang akan bermasalah jika di minum bersama dengan susu.&lt;br /&gt;Termasuk di antaranya ialah Tetrazykline (seperti Doxycyclin dan Minocyclin) dan beberapa Fluorchinolone (terutama Ciprofloxacin dan Norfloxacin).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Antibiotik jenis ini &lt;strong&gt;akan membentuk semacam gumpalan bundar apabila bercampur dengan kalsium ion yang terdapat dalam susu&lt;/strong&gt;. Ukuran gumpalan ini akan telalu besar untuk melewati  dinding usus.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Akibatnya antibiotik bukannya masuk ke dalam peredaran darah, tetapi akan dicerna oleh usus, sehingga efek pengobatannya menjadi tidak ada!!!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk menghindari efek tersebut, mengkonsumsi susu dapat dilakukan sekurangnya &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt; 2 jam  sesudah meminum obat. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kebanyakan antibiotika yang umumnya digunakan untuk mengobati infeksi pada saluran pernafaan dan pada saluran air seni tidak bermasalah jika diminum dengan susu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena sulitnya bagi orang biasa ( bukan dokter) untuk membedakan antibiotik mana yang bermasalah mana yang tidak bila diminum dengan susu, untuk menghindari efek tersebut maka keluarlah “larangan” semacam ini !&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt; Untuk meminum obat, air putih adalah pilihan TERBAIK!!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: italic;"&gt;http://www.beritaunik.com/perlu-kita-ketahui/larangan-minum-antibiotik-campur-susu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-4752501428049773522?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/4752501428049773522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=4752501428049773522' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/4752501428049773522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/4752501428049773522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/larangan-minum-antibiotik-campur-susu.html' title='Larangan minum Antibiotik campur Susu ?'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-2216549718763519609</id><published>2008-12-07T11:54:00.002+07:00</published><updated>2008-12-07T11:56:46.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Olah Raga'/><title type='text'>Event Olahraga Unik dengan Boneka Seks</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Losevo, Rusia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebuah event olahraga unik, diselenggarakan di Losevo, Rusia, dengan memanfaatkan boneka seks. Boneka tersebut digunakan perserta untuk mengapung, mengarungi sungai Vuoksi, yang sering digunakan untuk kayak dan rafting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga ini dinamakan "bubble baba challenge". Lebih dari 450 orang ikut berpartisipasi dalam event olahraga ini. Baba berarti wanita, itulah yang membuat olahraga itu dinamakan "bubble baba challenge".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Event ini dibilang unik, karena setiap peserta harus memiliki satu boneka, yang biasa digunakan sebagai alat bantu seks. Kebanyakan pesernyanya adalah pria, namun panitia juga mengizinkan wanita ikut dalam event ini. Peraturan perlombaan cukup mudah. Dimulai dari pinggir sungai Vuoksi, tempat yang biasanya digunakan untuk kayak dan rafting, dan peserta berenang bersama boneka. Boneka hanya digunakan sebagai alat untuk mengapung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pria, sepertinya tidak sulit untuk mengendalikan boneka plastik itu. Namun beberapa peserta wanita mengaku agak sulit mengendalikannya. Tiap tahunnya, panitia menargetkan 500 orang terlibat dalam event ini dengan hadiah-hadiah menarik. Selain itu, tentunya akan menjadi bisnis yang menggiurkan bagi produsen boneka seks.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;on: http://www.tvone.co.id/index.php/cp/newsdetail/2196&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-2216549718763519609?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/2216549718763519609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=2216549718763519609' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2216549718763519609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2216549718763519609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/event-olahraga-unik-dengan-boneka-seks.html' title='Event Olahraga Unik dengan Boneka Seks'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-6443596843694190013</id><published>2008-12-07T11:25:00.000+07:00</published><updated>2008-12-07T11:26:21.600+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Plesetan Iklan Lucu Extra Boss</title><content type='html'>&lt;h1 style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Category: &lt;a href="http://ketawa.com/humor-lucu/cat/1/gambar_lucu.html" title="Gambar Lucu"&gt;Gambar Lucu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="story"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img alt="" src="http://ketawa.com/gambar/extraboss.jpg" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;On: http://ketawa.com/humor-lucu/det/4300/plesetan_iklan_lucu_extra_boss.html&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-6443596843694190013?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/6443596843694190013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=6443596843694190013' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/6443596843694190013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/6443596843694190013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/plesetan-iklan-lucu-extra-boss.html' title='Plesetan Iklan Lucu Extra Boss'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-2620513330728851492</id><published>2008-12-07T11:21:00.002+07:00</published><updated>2008-12-07T11:23:46.065+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Foto yang Jauh Dekat Nampak Lain</title><content type='html'>&lt;h1&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Category: &lt;a href="http://ketawa.com/humor-lucu/cat/12/foto_lucu.html" title="Foto Lucu"&gt;Foto Lucu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="story"&gt;Ini trik serius! Kalau dilihat dari dekat, foto ini kelihatan seperti Albert Einstein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu cobalah menjauh dari layar monitor. Berdirilah pada jarak 3 meter dari monitor. Fotonya akan terlihat seperti Marilyn Monroe. Coba praktekin, deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://ketawa.com/gambar/jauhdekat.jpg" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;On: http://ketawa.com/humor-lucu/det/4605/foto_yang_jauh_dekat_nampak_lain.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-2620513330728851492?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/2620513330728851492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=2620513330728851492' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2620513330728851492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2620513330728851492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/foto-yang-jauh-dekat-nampak-lain.html' title='Foto yang Jauh Dekat Nampak Lain'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-7534565961455641080</id><published>2008-12-07T11:12:00.004+07:00</published><updated>2008-12-07T11:19:52.767+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Pantat yang Semakin Membesar</title><content type='html'>&lt;h1 style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Category: &lt;a href="http://ketawa.com/humor-lucu/cat/7/humor_dewasa.html" title="Humor Dewasa"&gt;Humor Dewasa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="story"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suatu hari om Suryo lagi bekerja di kebun rumah dengan istri'nya... Sembari bekerja, si om ngliat ke istri'nya lalu bilang: "Pantat kamu tambah besar ya, bener bener tambah besar... pasti itu lebih besar dari panggangan kita ini.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak lama selesai ngomong, om Suryo masuk ke rumah, ambil meteran, ngukur lebar'nya panggangan lalu keluar lagi, ngukur pantat istri'nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wah, bener kan, pantatmu lebih besar 15 cm.." Istrinya diem diem aja selama om bikin segala macem...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malem'nya, om Suryo merasa gelisah gk bisa tidur, lagi pengen main sama istrinya, dia pun ngedekatin istri'nya sambil ngeraba-raba. Istrinya dengan sigap'nya meminggirkan tangan om Suryo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan muka mupeng om nanya, "Loh ma? Kenapa?" Istrinya jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emang lu kira gua mau manasin panggangan segini gede buat sosis sekecil itu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;$%#^&amp;amp;*$@#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;on http://ketawa.com/humor-lucu/det/5394/pantat_yang_semakin_membesar.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-7534565961455641080?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/7534565961455641080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=7534565961455641080' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/7534565961455641080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/7534565961455641080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/pantat-yang-semakin-membesar.html' title='Pantat yang Semakin Membesar'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-1877236610228403533</id><published>2008-12-07T11:04:00.000+07:00</published><updated>2008-12-07T11:06:36.996+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Ini Dia, Putusan Serta Merta di Pengadilan Hubungan Industrial</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Majelis hakim Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta menjatuhkan putusan serta merta. Jauh sebelumnya, PHI Palembang sudah menjatuhkannya terlebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style=""&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt;Tak perlu menunggu lama-lama bagi pengusaha atau pekerja untuk &lt;a href="http://hukumonline.com/detail.asp?id=20590&amp;amp;cl=Fokus"&gt;menunggu putusan serta-merta di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI)&lt;/a&gt;. Akhir November lalu, hakim PHI &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; menjatuhkan putusan serta merta. Adalah majelis hakim yang diketuai Makmun Masduki, beranggotakan Juanda Pangaribuan dan Dudy Hidayat yang menjatuhkan putusan itu dalam perkara antara Fao Aro Zendrato melawan PT Bina Sinar Amity. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt;Majelis hakim menegaskan putusan serta merta dengan amar putusan yang berbunyi, ‘&lt;i style=""&gt;menyatakan putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu meskipun Tergugat mengajukan upaya hukum kasasi (uitvoerbaar bij voorraad)’.&lt;/i&gt; Pada pertimbangan hukumnya, putusan serta-merta dikabulkan karena penggugat tak menuntut pesangon dan didukung dengan bukti-bukti hukum yang sah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt;Perkara ini berawal ketika perusahaan memberhentikan sementara (skorsing) Fao Aro dari pekerjaannya pada Desember 2007. Sanksi dijatuhkan karena Fao dinilai melawan atasan atau tidak mengikuti petunjuk dan perintah atasan. Mengacu pada Perjanjian Kerja Bersama, tindakan Fao masuk dalam kategori pelanggaran tata tertib. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt;Di dalam &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; skorsing, ditegaskan niat perusahaan memutus hubungan kerja Fao. Selain itu, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; skorsing juga menentukan bahwa Fao berhak atas upah selama proses yang besarnya adalah 75 persen upah yang biasa diterima Fao tiap bulannya. Tak terima, Fao menggugat perusahaan. Ia menuntut perusahaan untuk mempekerjakannya kembali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt;Setelah melalui pemeriksaan di pengadilan, hakim menyatakan bahwa Fao memang bersalah karena menolak perintah atasan. Namun merujuk pada Perjanjian Kerja Bersama, pelanggaran tata tertib Fao tidak diancam dengan sanksi PHK. Melainkan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; peringatan pertama. Atas dasar itu, hakim mengabulkan tuntutan Fao untuk dipekerjakan kembali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt;Mengenai upah selama proses yang hanya 75 persen, hakim menilai tindakan perusahaan tak berdasar. Karenanya, hakim menghukum perusahaan untuk membayar sisa kekurangan upah selama proses sejak Desember 2007 hingga putusan hakim dibacakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt;Dengan putusan serta merta, artinya perusahaan harus segera mempekerjakan Fao kembali pada jabatan dan kedudukan semula. Selain itu, perusahaan juga harus segera membayar upah selama proses kepada Fao. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Di Palembang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt;Putusan serta-merta ternyata juga pernah dijatuhkan jauh sebelum putusan perkara Fao. Adalah PHI &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Palembang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang melakukannya pada November 2006. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt;Sebagaimana dikutip dari &lt;a href="http://hukumonline.com/detail.asp?id=20603&amp;amp;cl=Resensi"&gt;Kompilasi Putusan Pengadilan Hubungan Industrial Terseleksi 2006-2007&lt;/a&gt;, majelis hakim yang diketuai Suba’ie Syarif, beranggotakan Jilun dan Muljanto, &lt;i style=""&gt;sang pengadil &lt;/i&gt;yang menjatuhkan putusan serta-merta itu. Saat itu, trio hakim sedang mengadili perkara antara Eti Neni, Indah Farasanti dan Nurmeilah melawan Rumah Sakit Islam Siti Khodijah, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Palembang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt;Eti, Indah dan Nurmeilah adalah kasir dan perawat di rumah sakit itu. Ketiganya bekerja sebagai karyawan kontrak sejak 2002. Sampai 2006, rumah sakit terus menerus memperpanjang kontrak mereka. Hingga akhirnya pada Maret 2006, rumah sakit memutuskan hubungan kerja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt;Tak puas dengan perlakuan rumah sakit, Eti dkk menggugatnya ke pengadilan. Mereka menuntut agar dipekerjakan kembali dengan status sebagai pegawai tetap. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt;Dalam putusannya, hakim menyatakan bahwa jenis pekerjaan Eti dkk bersifat tetap dan terus menerus ada selama rumah sakit berdiri. Selain itu, tindakan rumah sakit mengontrak Eti dkk selama 4 tahun dinilai melanggar UU Ketenagakerjaan. Alhasil, hakim menetapkan bahwa Eti dkk adalah pegawai tetap. Namun karena perusahaan menghalang-halangi bekerja, hakim lebih memilih mem-PHK Eti dkk dengan pesangon. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt;Hakim juga melihat fakta dan bukti yang terungkap di persidangan yang menyatakan bahwa rumah sakit telah melakukan PHK secara sewenang-wenang. Oleh karena itu mengacu pada Pasal 108 UU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI), hakim menyatakan putusan perkara Eti dkk ini dilakukan secara serta-merta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt;Dari dua contoh perkara di atas, ada kesamaan fakta yang dapat ditarik, yaitu, putusan serta merta dijatuhkan atas gugatan perselisihan PHK. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt;Gunawan Oetomo, salah seorang dari tim penyusun UU PPHI mengatakan bahwa pada awalnya putusan serta-merta hanya bisa dijatuhkan atas gugatan perselisihan hak. “Karena perselisihan hak lebih jelas dan mudah diperiksa hakim. Hakim cukup melihat pada undang-undang dan peraturan lainnya termasuk perjanjian kerja atau PKB. Tapi entah kenapa kemudian itu tidak dicantumkan dalam Pasal 108 UU PPHI dan penjelasannya.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt;PHI &lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt; dan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Palembang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sudah pernah memutus secara serta-merta, bagaimana PHI yang lain?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;[5/12/08] &lt;i&gt;(IHW)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Disalin dari http://www.hukumonline.com/detail.asp?id=20652&amp;amp;cl=Berita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-1877236610228403533?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/1877236610228403533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=1877236610228403533' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/1877236610228403533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/1877236610228403533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/ini-dia-putusan-serta-merta-di.html' title='Ini Dia, Putusan Serta Merta di Pengadilan Hubungan Industrial'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-2678957441045786006</id><published>2008-12-07T09:39:00.003+07:00</published><updated>2008-12-07T09:45:41.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni dan Sastra'/><title type='text'>GENERASI BIROE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aku ingin berbuat sesuatu pada generasiku,&lt;br /&gt;Agar kelak bila tiba saatnya aku jadi abu,&lt;br /&gt;Akupun tak perlu malu,&lt;br /&gt;Karena aku telah berbuat sesuatu,&lt;br /&gt;Pada generasiku...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;                         ---"S L 4 N K"---&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-2678957441045786006?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/2678957441045786006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=2678957441045786006' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2678957441045786006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/2678957441045786006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/generasi-biroe.html' title='GENERASI BIROE'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-1023160752719645392</id><published>2008-12-05T21:27:00.001+07:00</published><updated>2008-12-05T21:35:04.966+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Melirik Alternative Dispute Resolustion Sebagai Pilihan Utama Dalam Penyelesaian Sengketa.</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Perkembangan usaha perdagangan dan perindustrian di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; telah membawa pada suatu segi yang lain dari hal itu sendiri, yaitu harapan agar dapat menyelesaikan setiap sengketa yang timbul dengan cepat, murah dan sebaik-baiknya. Dengan kata lain, bahwa penyelesaian sengketa tersebut tidak akan mengganggu iklim bisnis antara pihak yang bersengketa di samping terjaminnya relasi bisnis dari para pihak karena dipegang teguhnya kerahasiaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam arti kata sehari-hari “sengketa” dimaksudkan sebagai kedudukan di mana pihak-pihak yang melakukan upaya perniagaan mempunyai masalah, yaitu menghendaki pihak lain untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu tetapi pihak lainnya menolak untuk berbuat demikian.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=1023160752719645392#_edn1" name="_ednref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;[i]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Saat ini dunia bisnis telah melirik bahkan cenderung memilih alternatif penyelesaian sengketa, karena kebutuhan akan penyelesaian sengketa yang cepat dan tidak mengganggu iklim bisnis yang telah tercipta. Hal yang lain yang juga mempengaruhi adalah dirasakannya lembaga penyelesaian sengketa yang telah ada –pengadilan- tidak dapat mengakomodir kebutuhan pelaku bisnis dalam menyelesaikan sengketanya dengan sebaik-baiknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Demikianlah, maka alternatif untuk menghindari kemacetan penyelesaian sengketa ini banyak menjadi pilihan. Timbullah lembaga-lembaga yang dikenal sebagai “good offices” sebagai bentuk penyertaan pihak ketiga yang membawa pihak yang bersengketa ke meja perundingan apabila negosiasi sudah tidak mungkin lagi. Good offices inilah sebetulnya yang merupakan bentuk penyertaan pihak ke-3 yang paling awal sebagai penyedia fasilitas.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=1023160752719645392#_edn2" name="_ednref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;[ii]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pengertian Umum APS/ADR&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt; (&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Alternatif Penyelesaian Sengketa atau Alternative Dispute Resolution) adalah suatu cara penyelesaian sengketa di samping cara yang pada umumnya ditempuh oleh masyarakat (pengadilan). APS disebut juga alternatif penyelesaian di luar pengadilan (out-of-court dispute settlement).&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=1023160752719645392#_edn3" name="_ednref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;[iii]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Adapun mengenai bentuk dari pada upaya APS tersebut antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Negosiasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Dengan kata lain upaya ini dapat dipersamakan dengan musyawarah untuk mufakat. Cara ini merupakan yang paling umum dilakukan oleh pihak-pihak untuk mengawali penyelesaian terhadap sengketa yang mereka hadapi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Pendapat Mengikat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Mekanisme ini dilakukan oleh para pihak dengan menunjuk pihak ketiga yang netral dan ahli untuk memberikan pendapatnya mengenai suatu sengketa atau perbedaan penafsiran ketentuan dalam suatu perjanjian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Mediasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Mekanisme penyelesaian sengketa ini dilakukan dengan melibatkan pihak ketiga dalam perundingan penyelesaian suatu sengketa, akan tetapi pihak ketiga tersebut tidak dapat memberikan pendapat atau keputusan mengenai sengketa melainkan hanya bertindak sebagai fasilitator perundingan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="4" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Arbitrase&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Mekanisme penyelesaian sengketa ini hampir mirip dengan proses peradilan, hanya saja para pihak yang bersengketalah yang menunjuk hakim yang independent dan netral dalam hal ini disebut sebagai Arbiter, yang memeriksa dan mengadili pada tingkat pertama dan terakhir dengan sifat putusannya yang final dan mengikat para pihak yang bersengketa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS) lebih di dorong sebagai akibat kebutuhan pelaku usaha akan penyelesaian sengketa yang efisien baik dari segi waktu maupun biaya, disamping adanya keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki pengadilan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Hanya saja perkembangan Alternatif Penyelesaian Sengketa antara negara satu dengan negara yang lainnya berbeda-beda, yang bukan tidak mungkin disebabkan faktor-faktor sosial, ekonomi, sejarah, politik. Di Indonesia sendiri praktek seperti hal tersebut di atas sebenarnya sudah dikenal cukup lama, hanya pemahaman masyarakat dan tidak adanya keyakinan akan manfaat mekanisme tersebut membuat kurang popular di tengah-tengah masyarakat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=1023160752719645392#_edn4" name="_ednref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;[iv]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Alternatif Penyelesaian Sengketa dari segi manfaat dapat dikatakan memiliki keunggulan dalam mekanisme dan produk yang dihasilkan –putusan- dibanding upaya penyelesaian melalui pengadilan. Undang-undang mengamanatkan agar peradilan di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dilakukan dengan sederhana, cepat dan biaya ringan. Namun amanat itu nampak masih belum dapat terlaksana, karena pada kenyataannya berperkara di pengadilan bisa memakan waktu yang sangat lama karena prosesnya sangat panjang (banding, kasasi, PK) dan menumpuknya perkara di tingkat banding dan kasasi. Akibatnya biaya berperkara menjadi sangat tinggi. Proses penyelesaian yang berlarut-larut dan mahal menimbulkan risiko bagi masyarakat karena ada inefisiensi waktu dan biaya serta ada sebagian usaha/kegiatan menjadi terhalang untuk dikerjakan hingga kasusnya selesai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di samping itu, proses beracara di pengadilan terasa sangat kompleks dan kaku. Keadaan tersebut mengakibatkan keterbatasan pengadilan memberikan layanan keadilan kepada masyarakat. Akses masyarakat kepada keadilan menjadi semakin jauh, tidak hanya dirasakan oleh masyarakat kecil tapi juga bagi hampir semua lapisan masyarakat. Dalam keadaan seperti itu masyarakat mencari alternatif selain pengadilan untuk menyelesaikan masalahnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportEndnotes]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="edn1"&gt;  &lt;p class="MsoEndnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=1023160752719645392#_ednref1" name="_edn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[i]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:8;"  &gt;Yudha Bhakti, Makalah: &lt;i style=""&gt;Beberapa Catatan Tentang Badan Penyelesaian Sengketa; Arbitrase&lt;/i&gt;, disampaikan pada Kuliah Umum Hukum Internasional di Fakultas Hukum UMY, April, 2001.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="edn2"&gt;  &lt;p class="MsoEndnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=1023160752719645392#_ednref2" name="_edn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[ii]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:8;"  &gt;Ibid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:8;"  &gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="edn3"&gt;  &lt;p class="MsoEndnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=1023160752719645392#_ednref3" name="_edn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[iii]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:8;"  &gt;Bacelius Ruru, Artikel: &lt;i style=""&gt;Penyelesaian Sengketa Di Pasar Modal Melalui Mekanisme Penyelesaian Di Luar Pengadilan&lt;/i&gt;, terdapat di situs &lt;a href="http://www.badanarbitrasepasarmodalindonesia.id/"&gt;www.badanarbitrasepasarmodalindonesia.id&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="edn4"&gt;  &lt;p class="MsoEndnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1492621470981206747&amp;amp;postID=1023160752719645392#_ednref4" name="_edn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[iv]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:8;"  &gt;Ibid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:8;"  &gt;, mengutip Soedikno Mertokusumo, &lt;i style=""&gt;“Hukum Acara Perdata &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;”&lt;/i&gt;, 1981.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-1023160752719645392?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/1023160752719645392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=1023160752719645392' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/1023160752719645392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/1023160752719645392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/perkembangan-usaha-perdagangan-dan.html' title='Melirik Alternative Dispute Resolustion Sebagai Pilihan Utama Dalam Penyelesaian Sengketa.'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-8160342864819810084</id><published>2008-12-05T11:09:00.000+07:00</published><updated>2008-12-05T11:12:48.559+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Perkembangan Tata Hukum di Indonesia Pada Masa Pendudukan Jepang (1942-1945).</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Pemerintahan militer Jepang membagi 3 wilayah komando, yaitu Jawa dan Madura, Sumatera serta Indonesia bagian timur. Untuk wilayah Jawa dan Madura berlaku Osamu Sirei 1942 No.1, yang mengatur bahwa seluruh wewenang badan pemerintahan dan semua hukum dan peraturan yang selama ini berlaku tetap dinyatakan berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan-peraturan militer Jepang. Terhadap 2 wilayah lainnya juga diatur dengan peraturan yang serupa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kitab undang-undang dan ketentuan perundangan yang semula berlaku hanya untuk orang-orang Belanda, kini juga berlaku untuk orang-orang Cina. Hukum adat tetap dinyatakan berlaku untuk orang-orang pribumi. Pemrintah militer Jepang juga menambah beberapa peraturan militer ke dalam peratuturan perundangan pidana, dan memberlakukannya untuk semua golongan penduduk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Namun kontribusi penting yang diberikan Jepang ialah dengan menghapuskan dualisme tata peradilan, sehingga Indonesia hanya memiliki satu sistem peradilan. Sebagaimana juga pada institusi pengadilan, jepang juga mengunifikasi badan kejaksaan dengan membentuk &lt;i style=""&gt;Kensatzu Kyoku&lt;/i&gt;, yang diorganisasi menurut 3 tingkatan pengadilan. Reorganisasi badan peradilan dan kejaksaan ditujukan untuk meniadakan kesan khusus bagi golongan Eropa di hadapan golongan Asia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam situasi lebih mementingkan keperluan perangnya, pemerintah militer Jepang tidak banyak merubah ketentuan administratif yang telah berlaku melainkan hanya beberapa ketentuan dianggap perlu untuk dirubah. Untuk menjamin jalannya roda pemerintahan dan penegakan tertib hukum, Jepang merekrut pejabat-pejabat dari kalangan Indonesia untuk melaksanakan hal tersebut. Namun setelah Indonesia berhasil merebut kemerdekaan dan berpemerintahan, banyak peraturan yang dibuat oleh pemerintah militer Jepang dinyatakan tidak berlaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Disarikan dari buku, “&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;“Dari Hukum Kolonial Ke Hukum Nasional Dinamika Sosial-Politik dalam Perkembangan Hukum di Indonesia”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;"&gt;, oleh Soetandyo Wignjosoebroto, Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 1995, hlm. 183-187.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-8160342864819810084?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/8160342864819810084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=8160342864819810084' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/8160342864819810084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/8160342864819810084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/perkembangan-tata-hukum-di-indonesia.html' title='Perkembangan Tata Hukum di Indonesia Pada Masa Pendudukan Jepang (1942-1945).'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1492621470981206747.post-7142278153204315515</id><published>2008-12-02T19:47:00.000+07:00</published><updated>2008-12-02T19:49:03.279+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lain-lain'/><title type='text'>Bikin Blog</title><content type='html'>Asyik coyyy.. gw dah bisa bikin blog sendiri, hehehehe....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1492621470981206747-7142278153204315515?l=tanamo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamo.blogspot.com/feeds/7142278153204315515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1492621470981206747&amp;postID=7142278153204315515' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/7142278153204315515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1492621470981206747/posts/default/7142278153204315515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamo.blogspot.com/2008/12/bikin-blog.html' title='Bikin Blog'/><author><name>RENDI TANAMO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04460532136825741862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_JdQMMCCcFB8/STi3RgFzLeI/AAAAAAAAABM/4F_JX9OZ8aQ/S220/DSC_0004c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
