Hi Mommy... I Can See U From The Satellite.

Sarana komunikasi bagi teman, rekan kerja, keluarga, dan orang-orang lain yang memiliki penghargaan atas pentingnya sebuah informasi

Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 September 2012

If You Care Indonesia, Spread This Video

· 0 komentar


Fakta mengenai Industri dan bisnis rokok di Indonesia, penetrasi rokok dalam masyarakat Indonesia

Tahu ga? 
  • kalo harga rokok Marlboro di Amerika itu sekitar Rp 110.000,- ($ 12) per bungkus?
  • kalo ternyata pemilik Sampoerna saat ini adalah orang yang sama dengan Pemilik Marlboro?
  • kalo di Indonesia diperkirakan 400.000 orang per tahun meninggal oleh penyakit yang disebabkan oleh rokok?
Dalam Konferensi Dunia untuk Tembakau 2010 di Jakarta, Koresponden Christof Putzel pergi menyelinap dan melakukan pembicaraan dengan karyawan perusahaan tembakau. Ia juga melakukan wawancara dan investigasi langsung mengenai bocah perokok terkecil di Dunia.

Ia juga memaparkan mengenai fakta-fakta cengkraman bisnis tembakau global di Indonesia.


Jika anda berpikir boleh mendukung rokok untuk membantu membantu mereka yang bekerja dalam industri tembakau, maka datanglah ke Rumah sakit Jantung Harapan Kita dan pikirkan siapa yang bersedia membatu para pasien?

Tolak! World Tobacco Asia 2012

You Worry About Me. But Why Not About Your Self?

Read More......

Rabu, 05 Agustus 2009

Badan Kereta Menyatu, Banyak Penumpang Tergencet

· 0 komentar


Selasa, 4 Agustus 2009 | 11:41 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Tabrakan kereta api antara Kereta Rel Listrik (KRL) Pakuan Express jurusan Bogor-Jakarta dan kereta ekonomi di Bogor menyebabkan badan kedua kereta menyatu. Banyak penumpang yang sempat tergencet di antaranya.

"Kereta Pakuan lengket dengan kereta ekonomi. Bagian depan Kereta Pakuan nempel dengan kereta ekonomi yang ditabrak," ujar Danang kepada Radio Sonora. Danang adalah saksi mata yang saat itu menumpang Kereta Pakuan tersebut.

Ia mengatakan, akibat tabrakan tersebut bagian depan gerbong Pakuan rusak parah dan sampai hampir terangkat ke atas. Begitu pula dengan gerbong paling belakang kereta ekonomi.

Akibat benturan yang sangat keras, ia mengaku sampai terpental berkali-kali dari posisi duduk hingga terjatuh. Namun, ia ada di gerbong tengah sehingga tidak mengalami luka parah meski lecet dan masih shock.

"Paling parah penumpang yang ada di antara gerbong. Banyak korban yang tergencet di antara gerbong Pakuan dan kereta ekonomi," ujar Danang.

Evakuasi terhadap korban, kata Danang, sudah dilakukan. Terutama banyak dibantu penumpang kereta Pakuan dari Jakarta yang akan masuk Bogor dan kebetulan melintas. Sejauh ini belum dilaporkan korban jiwa dan seluruh korban yang mengalami luka-luka.

Sedangkan badan kereta belum dilakukan evakuasi. Saat ini banyak warga yang berkerumun untuk menyaksikan peristiwa tersebut.

Danang menceritakan kereta ekonomi mula-mula bergerak dari stasiun. Selang lima menit kemudian kereta Pakuan menyusul dan menabrak dari belakang. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.20 tepatnya di belakang pabrik Good Year.

dicopy dari: http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/08/04/11412440%20/badan.kereta.menyatu.banyak.penumpang.tergencet

Read More......

Ini Lho Jatah Mbah Surip di Bisnis RBT

· 0 komentar

Mbah Surip

Selasa, 4 Agustus 2009 | 17:31 WIB

KOMPAS.com — Pentingkah CD dan kaset album lagu laris manis? Atau lebih penting ring-back tone (RBT) laris? Kalau buat si artis mah dua-duanya tentu akan lebih baik. Tapi kini, barometer takaran finansial bisa saja dari RBT karena tren konsumen cenderung beralih ke RBT.

Kenapa? Selain simpel dan murah, layanan value added service (VAS) dari operator ini memiliki unsur hiburan bagi si penelpon tanpa harus mendengar nada tunggu (tuut...tuut...) yang menjemukan ketika menghubungi lawan bicara via ponsel.

Uniknya, lagu yang mendapat respons positif di masyarakat berupa lagu sederhana dan mudah dicerna bahkan bisa jadi jenaka. Salah satu lagu RBT yang menarik dan mengundang senyum yakni "Tak Gendong" dari Mbah Surip, yang sempat menjadi salah satu RBT terlaris di beberapa operator. Begitu pula band Wali dengan lagu "Cari Jodoh" yang membuat perbedaan dalam khasanah musik di Indonesia.

Urip Ariyanto, 60 tahun, pria renta ini berhasil memecahkan mitos, lagu sederhana pun bisa dihargai, bahkan bisa komersial dan dapat dijadikan ladang untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Tak tanggung-tanggung angka fantastis bila ditilik dari popularitas Mbah Surip yang sebelumnya bukan siapa-siapa ketika tampil di muka publik.

Sekadar info, lagu "Tak Gendong" yang dilantunkan Mbah Surip hingga kini mampu menghasilkan hingga Rp 9 miliar. Imbasnya, pria dengan rambut gimbal dengan style Jamaika ala Bob Marley pun mendapatkan royalti Rp 4,5 miliar. "Rezeki Mbah banyak juga ya, ha-ha-ha...," celetuk Si Mbah sambil tertawa dengan gaya khasnya.

Sama halnya dengan band Wali saat RBT-nya laris manis di pasar. Secara spontan, sang eksekutif produser memberikan hadiah spesial umroh untuk keempat anggota personel band lokal ini. "ring-back tone Wali di-download sampai dengan 4 jutaan," ujar Faank, sang vokalis.

Operator serakah

Namun, apa yang diterima operator selaku penyedia layanan? Tentu saja untung yang diperoleh angkanya lebih gila. Untuk Telkomsel, seperti diutarakan Dharma Oratmangun selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penataan Musik Rekaman Indonesia, dengan biaya pengunduhan Rp 9.000, sebesar Rp 5.750 (63,8 persen) dananya ditarik ke Telkomsel. Sisanya dibagi ke penerbit dan pencipta lagu Rp 406 (4,51 persen), label + CP (content provider) sebesar Rp 2.438 (27,08 persen), dan artis kebagian Rp 406 (4,51 persen).

Sementara itu, XL, dengan biaya bulanan Rp 5.000, membagi hasil keuntungan untuk XL sebesar Rp 4.000 (80 persen), kemudian Rp 1.000 sisanya dibagi penerbit dan pencipta Rp 125 (1,25 persen), label + CP sebesar Rp 750 (15 persen), serta artis mendapatkan Rp 125 (2,5 persen). Pencipta lagu dalam hal ini hanya mendapat Rp 63 (1,25 persen).

Adapun Mobile 8 dengan biaya Rp 8.000, pembagiannya Rp 5.130 (64,13 persen), dan untuk sisanya dibagi ke penerbit dan pencipta Rp 359 (4,48 persen), label + CP sebesar Rp 2.153 (26,9 persen), dan untuk artis mendapatkan Rp 359 (4,48 persen). Pencipta lagu dalam hal ini hanya mendapat Rp 179 (2,24 persen).

Bila dirunut secara gamblang, pihak pencipta lagu yang paling kecil mendapat jatah pembagian keuntungan. Hanya di bawah Rp 500! Bisa dibayangkan, betapa ironisnya nasib seorang pencipta lagu selaku konseptor awal dari sebuah hasil karya seni yang bisa dinikmati oleh banyak orang. (PRIYO/TABLOID SINYAL)

dicopy dari: http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/08/04/17314598%20/ini.lho.jatah.mbah.surip.di.bisnis.rbt

Read More......

Kehilangan Mbah Surip

· 0 komentar


Selasa, 4 Agustus 2009 | 12:31 WIB

Mbah Surip, penyanyi fenomenal yang mendadak terkenal karena lagu "Tak Gendong" itu meninggal dunia hari Selasa (4/8) ini pukul 10.30. Beberapa kenangan atas penyanyi berambut gimbal itu dituliskan oleh wartawan Kompas.com, Jodhi Yudhono. Inilah salah satunya:

KEMBALI saya “kehilangan” kawan. Jika dulu saya “kehilangan” seorang kawan bernama Iwan Fals, maka kini saya harus ikhlas “kehilangan” Mbah Surip. Hilangnya kedua kawan itu saya kira sama musababnya: popularitas. Makhluk bernama popularitas itu begitu teganya merenggut kawan-kawan saya satu demi satu. Tentu, bukan kepopuleran semata yang membawa pergi kawan-kawan saya. Sekumpulan manusia bernama manajemen artis yang berada di belakang kepopuleran mereka itulah yang menurut saya menjadi pangkal hilangnya kawan-kawan saya.

Atas nama profesionalitas, atas nama perlindungan terhadap artis, dan entah atas nama apalagi, manajemen artis yang mengurusi kedua kawan di atas telah menjauhkan mereka dari saya sebagai seorang kawan ngobrol yang mengasyikkan.

Bersama Iwan saya pernah melewati malam-malam Kota Jakarta, bikin lagu bersama, ngomong ngalor ngidul soal apa saja di sembarang tempat. Pun begitu dengan Mbah Surip. Entah telah berapa malam pernah saya lewati bersama Simbah berambut gimbal itu di Bulungan, Jakarta Selatan, sambil nyruput kopi, nyanyi bersama, ngobrol hal yang aneh-aneh, bercerita tentang wanita pujaan…. Dan jika ia tak tampak di Bulungan, saya tinggal menelepon dia. Jika tak jauh jaraknya dari Bulungan, Mbah Surip dengan ringan hati segera muncul menemui saya sambil berucap: I love full… he-he-he….

Tapi sejak lagu “Tak Gendong ke Mana-mana” meledak, saya kehilangan jejaknya. Pernah sekali saya telepon, dengan tergesa-gesa dia menjawab, “Aku mau naik panggung, wis yo…” Setelah itu, tiap kali ditelepon, tak pernah lagi ia mengangkatnya.

Neng endi kowe Mbah?

Saya kini cuma bisa memandang Mbah Surip yang muncul di hampir semua stasiun televisi. Sekali pernah saya melihat Simbah sedang berkendara mobil baru, lalu di lain waktu dia sedang berada di rumah dan kantor barunya, waktu lainnya dia sedang memberikan statement, lantas di media saya baca berita lagu Simbah telah menghasilkan Rp 4,5 M lewat RBT. Wah… luar biasa.

Meski “kehilangan” dirimu Mbah, sungguh aku tetep senang. Itu artinya sampean tak lagi kepanasan dan kehujanan, seperti waktu kamu menyusuri jalanan Ibu Kota dengan sepeda motormu yang kau kasih nama Harley Davidchiang itu. Dan tidurmu boleh jadi kini lebih tertib lantaran ada rumah yang siap menaungi, tak seperti dulu saat kamu tidur di sembarang tempat di Bulungan. Inget enggak Mbah, waktu itu bukan cuma nyamuk yang membikin tidurmu tak nyaman, tapi juga berebut dengan kawan-kawan untuk mendapatkan tempat tidur yang nyaman.

Aku ikut seneng Mbah, sungguh. Pernah pula aku dengar belakangan kamu juga rajin berbagi rezeki kepada kawan-kawan di Bulungan jika kau pergi ke sana. Bagus itu Mbah, itu pertanda hatimu tetap baik, pun ekspresimu yang tetap biasa-biasa saja saban kali muncul di televisi.

O ya Mbah, gimana dengan Sarinah? Pacarmu yang lulusan SD itu loh…. Ha-ha-ha… lulusan SD di tahun 45 itu loh? Moga-moga kamu tetap setia kepadanya meski wanita-wanita cantik mengitarimu kini.

Tahu enggak Mbah, tiap kali kamu ngga ngangkat telepon jika kuhubungi, aku cuma bisa menghibur diriku sendiri… ini pasti Mbah Surip sedang sibuk, sedang konser, syuting, promosi album….

Tapi aku yakin, Mbah, nanti kalau kamu sudah lega, tentulah kita akan bersama lagi. Ngobrol tentang kopi, rokok, wanita, setan, dan… helikopter yang mau kamu bagikan satu-satu kepada seluruh rakyat Indonesia jika kamu berhasil jadi orang yang amat sangat kaya.

Wis yo Mbah, aku mau tidur… besok setelah bangun, gosok gigi dan senam pagi, ya tidur lagi… he-he-he.... I love full Mbah!

Catatan redaksi: Belum sempat Jodhi bertemu kembali dengan Mbah Surip, penyanyi itu telah menghadap Tuhan hari ini.

dicopy dari: http://oase.kompas.com/read/xml/2009/08/04/12313780/kehilangan.mbah.surip

Read More......

Jumat, 09 Januari 2009

Kejahatan dengan Modus Pijat Refleksi

· 0 komentar

Transportasi darat memang sudah menjadi kebutuhan penting bagi warga Jakarta. Tak heran jika setiap hari bus besar maupun kecil hingga angkutan kota dibanjiri penumpang. Angkutan umum menjadi salah satu alternatif untuk memudahkan sampai ke tempat tujuan.

Sayangnya kondisi ini ternyata juga dibaca oleh sejumlah pelaku kejahatan. Ramainya penumpang di sejumlah kendaraan umum membuat mereka mencari modus kejahatan baru. Modus yang belakangan marak terjadi adalah dengan berpura-pura pijat refleksi.

Salah satu korbannya adalah Firman. Pria ini kerap naik angkot ke tempat kerjanya di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Belum lama ini, saat Firman berada di angkot tiba-tiba didekati tukang pijat. Mereka kemudian menawarkan jasa pijat, namun ditolak Firman. "Ada empat sampai lima orang. Salah satunya menawarkan pijat," kata Firman.

Penolakan Firman tak menyurutkan niat pemijat untuk terus memijat. Pemijat refleksi gadungan ini bahkan sempat menawarkan sebuah brosur. Usai menawarkan brosur, si pemijat refleksi langsung turun. Tiba-tiba celetukan penumpang angkot yang berada disebelahnya mendorong Firman untuk segera turun. Usai kejadian Firman baru menyadari jika para pelaku sudah berkomplot. "Ketika mau bayar, uang saya sudah hilang," ujar Firman.

Kejadian hampir serupa juga pernah dialami Mia. Usai menerima telepon saat berada di angkot tiba-tiba ada orang yang membagi-bagikan brosur pijat refleksi. Orang tersebut juga mengingatkan Mia untuk berhati-hati. Diperingati seperti itu, Mia pun segera memasukkan telepon genggamnya ke dalam tas.

Saat itulah pelaku beraksi. Tangan Mia mulai dipijat. Mia pun marah karena merasa diperlakukan tidak sopan. Akhirnya pelaku pun turun. Beberapa orang yang berada di angkot dan diduga kuat komplotan pelaku juga ikut turun.

Sesampainya di kantor Mia menyadari jika telepon genggamnya telah raib. Jika melihat posisi duduk di angkot saat kejadian Mia menduga jika peristiwa yang dialaminya sudah direncanakan sedemikian rupa.

Sejumlah pengemudi angkot sebenarnya tahu jika banyak pencurian telepon genggam yang menggunakan modus pijat refleksi. Tapi mereka mengaku tidak berkutik karena para pelaku biasanya berkomplot. "Saya pikir mereka juga penumpang," kata Asep, salah satu sopir angkot.

Tindak kejahatan memang tidak pernah mengenal tempat dan waktu. Sipapun bisa menjadi korbannya. Karena itu jika Anda bepergian menggunakan angkot sebisa mungkin hindari penggunaan telepon genggam dan barang-barang berharga lainnya. Apabila ada orang-orang mencurigakan yang menawarkan jasa atau produk, segeralah turun dan cari alternatif angkutan lain.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

dicopy dari: http://www.liputan6.com/buser/?id=171088

Read More......

Kejahatan dengan Modus Pijat Refleksi

· 0 komentar

Transportasi darat memang sudah menjadi kebutuhan penting bagi warga Jakarta. Tak heran jika setiap hari bus besar maupun kecil hingga angkutan kota dibanjiri penumpang. Angkutan umum menjadi salah satu alternatif untuk memudahkan sampai ke tempat tujuan.

Sayangnya kondisi ini ternyata juga dibaca oleh sejumlah pelaku kejahatan. Ramainya penumpang di sejumlah kendaraan umum membuat mereka mencari modus kejahatan baru. Modus yang belakangan marak terjadi adalah dengan berpura-pura pijat refleksi.

Salah satu korbannya adalah Firman. Pria ini kerap naik angkot ke tempat kerjanya di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Belum lama ini, saat Firman berada di angkot tiba-tiba didekati tukang pijat. Mereka kemudian menawarkan jasa pijat, namun ditolak Firman. "Ada empat sampai lima orang. Salah satunya menawarkan pijat," kata Firman.

Penolakan Firman tak menyurutkan niat pemijat untuk terus memijat. Pemijat refleksi gadungan ini bahkan sempat menawarkan sebuah brosur. Usai menawarkan brosur, si pemijat refleksi langsung turun. Tiba-tiba celetukan penumpang angkot yang berada disebelahnya mendorong Firman untuk segera turun. Usai kejadian Firman baru menyadari jika para pelaku sudah berkomplot. "Ketika mau bayar, uang saya sudah hilang," ujar Firman.

Kejadian hampir serupa juga pernah dialami Mia. Usai menerima telepon saat berada di angkot tiba-tiba ada orang yang membagi-bagikan brosur pijat refleksi. Orang tersebut juga mengingatkan Mia untuk berhati-hati. Diperingati seperti itu, Mia pun segera memasukkan telepon genggamnya ke dalam tas.

Saat itulah pelaku beraksi. Tangan Mia mulai dipijat. Mia pun marah karena merasa diperlakukan tidak sopan. Akhirnya pelaku pun turun. Beberapa orang yang berada di angkot dan diduga kuat komplotan pelaku juga ikut turun.

Sesampainya di kantor Mia menyadari jika telepon genggamnya telah raib. Jika melihat posisi duduk di angkot saat kejadian Mia menduga jika peristiwa yang dialaminya sudah direncanakan sedemikian rupa.

Sejumlah pengemudi angkot sebenarnya tahu jika banyak pencurian telepon genggam yang menggunakan modus pijat refleksi. Tapi mereka mengaku tidak berkutik karena para pelaku biasanya berkomplot. "Saya pikir mereka juga penumpang," kata Asep, salah satu sopir angkot.

Tindak kejahatan memang tidak pernah mengenal tempat dan waktu. Sipapun bisa menjadi korbannya. Karena itu jika Anda bepergian menggunakan angkot sebisa mungkin hindari penggunaan telepon genggam dan barang-barang berharga lainnya. Apabila ada orang-orang mencurigakan yang menawarkan jasa atau produk, segeralah turun dan cari alternatif angkutan lain.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

dicopy dari: http://www.liputan6.com/buser/?id=171088

Read More......

Rabu, 10 Desember 2008

Siti Musdah Mulia Raih Yap Thiam Hien Award 2008

· 0 komentar

Rabu, 10 Desember 2008 | 19:21 WIB

JAKARTA, RABU — Siti Musdah Mulia (50) berhasil meraih penghargaan Yap Thiam Hien Award 2008 atas usahanya dalam menegakkan hak asasi manusia atau HAM. Selain pernah menawarkan gagasan baru di dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dengan pendekatan jender, hak asasi manusia, dan demokrasi, doktor di bidang Pemikiran Politik Islam ini giat mengadvokasi kelompok minoritas, seperti Ahmadiyah, dan kelompok gay dan lesbian.

Yap Thiam Hien Award merupakan anugerah yang diberikan bagi tokoh atau institusi yang gigih memperjuangkan hak asasi manusia. Gagasan ini dirintis pada tahun 1992 oleh sejumlah tokoh, seperti Jakob Oetama, Goenawan Mohammad, Dhaniel Dhakidae, serta pengacara Todung Mulya Lubis. Penghargaan ini diambil dari nama seorang pejuang HAM, Yap Thiam Hien.

Yap, mantan anggota DPR dan Konstituante 1955, dikenal sebagai pejuang gigih, dan menginspirasikan setiap orang untuk senantiasa menegakkan HAM tanpa membeda-bedakan status agama, keyakinan politik, maupun latar belakang budaya. Sejumlah tokoh yang pernah memenangkan penghargaan ini adalah Haji Muhidin, Jhony Simanjuntak, dan HJC Princen (1992), Marsinah (1993), Trimoelja D Soerijadi (1994), Jenggawah dan Ade Rostina Sitompul (1995), Sandyawan Sumardi SJ (1996), KontraS dan Farida Hariyani (1998), Sarah Lery Mboeik dan Mama Yosepha Alomang (1999), The Urban Poor Consortium (2000), Suraiya Kamaruzaman dan Ester Jusuf Purba (2001), Widji Tukul (2002), Maria Hartiningsih (2003), dan Maria Catarina Sumiarsih (2004).

Siti tidak dapat menghadiri acara pemberian penghargaan yang dilangsungkan malam ini karena sedang menjalankan ibadah haji.

HIN
Sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/10/19214911/siti.musdah.mulia.raih.yap.thiam.hien.award.2008

Read More......

Selasa, 09 Desember 2008

Saatnya Utamakan Kejujuran

· 0 komentar

Selasa, 9 Desember 2008 | 09:35 WIB

Laporan wartawan Kompas Wisnu Nugroho

JAKARTA, SELASA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri peringatan Hari Antikorupsi se-Dunia di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Selasa (9/12). Peringatan ditandai dengan seruan kampanye kejaksaan "Saatnya Utamakan Kejujuran".

Jaksa Agung Hendarman Supandji dalam laporan kepada Presiden dan seluruh undangan yang berjumlah sekitar 10.000 orang mengemukakan, "Sudah saatnya utamakan kejujuran. Bersama kita tegakkan keadilan. Bersama kita ciptakan keadilan."

Seruan Hendarman disambut tepuk tangan meriah. Pada Pemilu Presiden 2004, SBY-JK menggunakan slogan kampanye "Bersama Kita Bisa".


Wisnu Nugroho A
http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/09/09350772/saatnya.utamakan.kejujuran

Read More......

Senin, 08 Desember 2008

Jemaah Haji Masih Bisa Jajan Bakso di Padang Arafah

· 0 komentar

Minggu, 7 Desember 2008 | 16:51 WIB

MEKAH, MINGGU - Jauh dari Tanah Air, para jemaah haji yang sudah berada di Padang Arafah masih bisa menikmati makanan khas Indonesia sebab, di bagian luar perkemahan jemaah haji Indonesia, banyak pedagang makanan menggelar dagangannya, dari gado-gado, minuman hangat, hingga bakso.

Harga setiap porsi makanan rata-rata lima riyal atau sekitar Rp 15.000. Semangkuk bakso hanya berisi tiga bulatan bakso. Sebagian jemaah haji memanfaatkan keberadaan mereka untuk mendapatkan makanan tambahan lain di sela-sela waktu ibadah selain makanan prasmanan dari penyelenggara haji.

"Tadi sudah makan. Makanannya lumayan enak. Ini saya iseng saja, cuma pingin ngemil yang hangat-hangat," kata Siti Fatimah (45), jemaah asal Gresik yang tinggal di Maktab 46.
Bersama dua rekannya, ia membeli semangkuk bakso hangat di depan Maktab 33.

Di sana, dua pemukim asal Madura dengan sedandang bakso dan satu loyang sayur-mayur matang tengah dikelilingi jemaah yang semuanya telah berbaju ihram, dua lembar kain putih tak berjahit untuk pria dan baju putih untuk perempuan. Pemandangan serupa juga terlihat di luar maktab jemaah haji Indonesia yang lain.

Makanan memuaskan

Penyediaan makanan bagi jemaah haji di Padang Arafah termasuk lancar. Jemaah haji Indonesia antre mengambil makanan yang disediakan secara prasmanan terkendali tak jauh dari tenda-tenda jemaah yang berada di Maktab Nomor 1-71 di kawasan Maktab Asia Tenggara di Padang Arafah, padang luas di sebelah selatan Kota Mekah, pada Minggu pagi.

Di Maktab 45, jemaah haji kelompok terbang 46 dari embarkasi Jakarta mengantre dengan tertib untuk mengambil makanan yang pagi itu menunya nasi kuning, orek kacang, teri, telur rebus, sebuah apel merah, dan sebotol air mineral, serta teh. Panjang antrean tak sampai 10 orang.

Pemandangan serupa juga terlihat pada kantin tempat jemaah dari kelompok terbang 14 embarkasi Balikpapan, kelompok terbang 50 embarkasi Jakarta, serta kelompok terbang 11, 15, dan 43 embarkasi dari Surabaya yang letaknya tak jauh dari kantin untuk kelompok terbang 46 embarkasi Jakarta.

"Alhamdulilah lancar. Menunya juga lumayan enak. Di setiap kloter ada kantinnya," kata Sumarni, seorang jemaah dari kelompok terbang 14 embarkasi Balikpapan. Jumlah anggota dalam satu kelompok terbang sendiri antara 270 orang dan 450 orang.

Berbeda dengan jemaah tersebut, anggota jemaah haji kelompok terbang tiga dari embarkasi Medan, Sumatera Utara, yang tinggal di Maktab 33 harus lebih sabar untuk mendapatkan makanan dengan menu yang sama. Di sana, antrean jemaah sampai beberapa meter. Barisan pengantri sampai lebih dari 70 orang.

"Saya sudah ke sini dari pukul 06.00 tadi, tetapi belum dapat juga. Mungkin sebentar lagi," kata Mubin Sarbini (65), yang pada pukul 07.30 waktu Arab Saudi masih menunggu antrean sambil menyaksikan lima petugas katering setempat menanak nasi kuning. Ia berharap, panitia menyediakan lebih banyak tempat pengambilan makanan agar jemaah tidak perlu terlalu lama mengantre untuk mendapatkan makanan.

Penyediaan katering bagi jemaah selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina dilakukan secara prasmanan terkendali serta dilayani perusahaan katering yang ditunjuk pemerintah dan perusahaan katering dari Muasasah (pemilik penginapan). Jemaah yang tinggal di Maktab 1-32 dilayani perusahaan katering yang ditunjuk pemerintah, sedangkan jemaah yang tinggal di Maktab 33-71 dilayani oleh katering yang ditunjuk Muasasah.


WAH
Sumber : Antara
Kompas
http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/07/16512377/jemaah.haji.masih.bisa.jajan.bakso.di.padang.arafah

Read More......

W E L C O M E

Selamat datang buat para visitor blogspot ini, semoga dapat membantu anda dalam memperoleh informasi, pengetahuan, hiburan atau mungkin hanya sekedar ingin tahu dan melihat-lihat saja.
Please enjoy it, and thanx.

Best Regards,
RENDI TANAMO, SH.

H.I. SIREGAR & REKAN, Advokat/Konsultan Hukum

Profile

H.I Siregar & Rekan adalah Advokat/Konsultan Hukum yang dibidani oleh para sarjana hukum dengan para pelindung terdiri dari Purnawirawan Polri yang dibentuk pada tahun 2002. Mengutamakan kerja sama tim yang kompak dan disertai kreatifitas tinggi dengan dasar pemahaman ilmu hukum serta pengalaman yang dilandasi etika profesi yang terjaga, sehingga dapat menjaga dan memaksimalkan posisi serta kepentingan Klien yang tidak lain tujuannya adalah memberikan hasil yang terbaik.

Visi
Didasarkan atas kebenaran, etika-etika profesi serta standard profesional yang tinggi dalam penegakkan dan pengembangan hukum.


Misi
Menjadikan H.I.Siregar & Rekan sebagai salah satu kantor hukum terpercaya dan terkemuka di Indonesia dalam penanganan dan pemahaman hukum.


Personal

1. Iran Sahril Siregar, S.H.

2. Hendra Kurniawan Siregar, S.H.


Junior Associates

● Rendi Tanamo, S.H.

● Aziz Yanuar P., S.H.

● Dedy Supriadi, S.H.


Contact us:

Kantor Cabang

Jl. Nusantara Raya Ruko No.7

Depok Jaya, Pancoranmas,

Depok - 16432.

Telp/Fax. (021) 7520668, 98390703

Email: his_tanamo_rekan@yahoo.com

Blog: www.tanamo.blogspot.com

CP: 0812 104 2597


Kantor Pusat

Gd. Setiabudi Atrium Lt.2, R.209

Jl. H.R. Rasuna Said Kav.62,

Kuningan, Jakarta Selatan - 12920

Telp. (021) 98390703, 5206682

Fax. 7520668

Email: hi_siregar_rekan@yahoo.com



Picture of Me, Friends & Others

STOP CORRUPTION

STOP CORRUPTION
09 Desember 2008, Memperingati Hari Anti Korupsi Se-Dunia
Powered By Blogger